Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Kenakalan remaja


__ADS_3

Siang itu di salah satu sekolah SMA ternama di kota tersebut.


"Sekarang?" ucap Elang yang melirik Devan dan Reska yang sedang duduk di bangku mereka masing-masing dan melihat suasana kelas yang tampak ramai dengan siswa dan siswi yang tampak bercanda dan mengobrol karena sedang tidak ada guru di sana.


Reska dan Devan mengangguk. Lalu mereka bergegas keluar dari kelas tersebut menuju halaman belakang sekolah. Dilihatnya dinding sekolah yang cukup tinggi. Devan dengan lihai memanjat dinding itu dan keluar dari halaman tersebut.


"Aduh bangku yang di disini mana?" gerutu Reska yang biasanya melihat bangku kosong yang membantunya memanjat dinding untuk bolos.


"Di pindahin mungkin, udah loe, injek badan gue aja." Elang berjongkok.


"Serius nih? badan loe kokoh enggak?" tanya ragu Reska.


"Sekokoh baja, udah cepat nanti keburu ada yang lihat." seru Elang.


Reska pun bergegas menginjak punggung Elang sebagai tumpuan untuk memanjat dinding tersebut. namun nahas saat sedang akam turun kakinya terpeleset.


"Astagfirullah.. mungkin ini udah waktunya ajal gue!! ." batin Reska saat merasakan tubuhnya perlahan jatuh ke bawah.


BUUUKKKHH!!


Reska terjatuh ke bawah tapi dia tidak merasakan tubuhnya sakit.


"Ya ampun, kok enggak sakit? gue udah di surga kali nih." batin Reska yang memejamkan matanya.


"Aduh Res, bangun." seru seorang pria.


"Suara siapa tuh? pengeran surga kah?" batinya lagi.


"Res, bangun, berat nih badan loe!!" teriak seorang pria.


Reska membuka matanya, dan terpenjat kaget melihat tubuhnya yang sudah di atas tubuh sahabatnya.


"Rayyan!!" serunya dengan pandangan mereka yang saling bertemu.


Reska terdiam dan memandang binar mata itu, begitu pula dengan Rayyan yang seolah terhipnotis dengan suasana.

__ADS_1


"Aduh, kenapa jantung gue cenat cenut." batin Rayyan bingung.


"Adegan apaan nih?" tanya Elang yang melihat posisi Rayyan dan Reska.


"Kelamaan woy, ayo cabut." seru Devan.


Reska pun segera beranjak dari tubuh Rayyan dengan sedikit salah tingkah.


"Loe dari tadi?" tanya Elang pada Rayyan yang ternyata sudah menunggu mereka lebih dulu di luar sekolah, karena hanya Rayyan yang berbeda kelas dan hanya dia yang sudah kelas 3 SMA berbeda dengan teman teman masa kecilnya yang lebih muda darinya .


"Udah dari kemaren, si Rayka mana?" tanyanya yang tidak melihat adik senata wayangnya itu.


"Enggak mau bolos katanya, ada pelajaran matematika." sahut Devan.


"Kayaknya hobi banget tuh anak sama mata pelajaran matematika?" tanya Rayyan heran.


"Bukan hobi sama pelajarannya, tapi dia suka sama bu Melisa." seru Elang sambil membayangkan sosok guru muda yang membuat Rayka mabuk kepayang.


"Astaga, murid durhaka, masa guru di embat juga." Rayyan menepuk jidat gemas.


"Jadilah," sahut Rayyan.


Mereka semua pun bergegas meninggalkan sekolah dan menaiki bis menuju sebuah mall.


Sampai tiba-tiba handphonen Rayyan berbunyi.


"Halo, pah, kenapa?" tanyanya saat mengangkat telepon dari papanya itu.


"Rayyan, kamu pulang jam berapa? pulang sekolah nanti tolong ke cafe ya ambilkan berkas berkas pada admin cafe." titah Rai pada putrnya itu.


"Aduh.. Rayyan masih lama nih pulangnya, ada pelajaran tambahan." ucapnya mencari alasan.


"Oh yasudah kalau begitu." Rai menutup teleponnya.


"Telepon dari siapa?"" tanya Devan.

__ADS_1


"Bokap gue." sahut Rayyan santai.


Tak lama mereka pun sampai di mall tersebut dan segera menuju bioskop lalu memilih film yang akan mereka tonton.


"Eh nanti ke sekolah lagi kan ambil motor kita?" ucap Elang saat berjalan menuju studio.


"Iya lah.. " sahut Devan.


"Ganteng, gue di situ donk." ucap Reska yang menunjuk bangku kosong disebelah Rayyan.


"Oh," Rayyan menyingkirkan minuman yang tadinya di letakan di bungku tersebut.


"Makasih." Reska memberikan senyuman semanis mungkin dan Rayyan hanya tersenyum geli.


Mereka pun menikmati film yang mereka tonton siang itu.


"Loe kedinginan enggak?" tanya Rayyan yang melihat Reska tidak membawa jaket.


"Dingin." jawabannya dengan ekspresi malu malu kucing.


"Yaudah nih pakai jaket gue, nanti kulit loe keriput lagi kedinginan ." Rayyan melepaskan jaket nya dan membalut tubuh Reska dengan jaket tebalnya.


"Kalau gue keriput loe masih suka?" goda Reska.


"Iya gue masih suka, mau loe keriput, rambut loe berbuban, gigi loe ompong juga gue suka." ucap asal Rayyan.


"So sweet... " Reska tersenyum centil.


"Astaga.." Rayyan mengelus dada.


"Kenapa enggak pegang tangan gue aja gitu biar enggak dingin?" goda Reska kembali.


"Astaga.. malah di yang minta di pegang." batin Rayyan yang kembali mengelus dada.


"Jangan, belum sah, dosa.. " ucap lembut Rayyan .

__ADS_1


" Loe berdua lagi nonton apa ngerumpi sih? berisik banget." gerutu Devan yang merasa terganggu dengan obrolan Rayyan dan Reska.


__ADS_2