Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
mabuk


__ADS_3

Tak lama Dira pun keluar dari kamar mandi dan sudah menganti pakain nya. Rai menatap Dira yang sama sekali tidak berubah penampilan nya dari sekolah dulu, tetap Dira yang berkaca mata, rambut yang selalu di ikat dan pakaian yang tidak modis.


Rai perlahan menghampiri Dira dan melepas kacamata nya.


"Rai kamu apa apa sih! aku enggak bisa lihat! " seru Dira yang merasa pandangan nya kabur saat Rai membuka kacamata nya.


"Pakai ini, aku sudah membelikan ini untuk mu, " Rai memberikan sesuatu ke tangan Dira.


"Soflens? "


"Iya soflens, cepat pakai, " perintah Rai.


"Tidak Rai.. aku lebih nyaman pakai kacamata," tolak Dira.


"Dira,  kita ini akan ke klub malam bukan ke perpus kalau kamu berpenampilan seperti ini yang ada kamu akan di anggap kampungan dan akan jadi sasaran empuk orang jahat disana, cepat turuti saja perkataan ku," tegas Rai.


Dengan berat hati Dira pun menuruti perintah Rai dan segera memakai soflens yang di berikan nya.


"Sudah, " ucap Dira setelah memakai soflens tersebut.


Rai kembali menghampiri Dira dan menuntun nya ke sebuah cermin besar di kamar tersebut. Rai menarik ikat rambut yang selama ini selalu bertenger di kepalanya.


"Lebih cantik seperti ini, " ucap Rai seraya merapihkan rambut Dira yang sudah terurai.


Dira tersipu malu mendengar ucapan Rai sambil terus melihat diri nya di cermin.. tak lama Rai segera membawa Dira meninggalkan hotel tersebut.


Rai dan Dira sampai di sebuah klub malam, mereka bergegas masuk ke tempat tersebut Dira terus memutar bola mata nya, tampak lampu berkelap kelip tidak begitu terang dan suara musik yang memecahkan telinga, Dira terus memperhatikan orang orang di sekitarnya yang tampak asik berdugem, minum, bahkan berciuman di sembarang tempat.


"Tidak usah di lihat terus.. nanti kamu pengen lagi, " bisik Rai saat Dira terus memperhatikan pasangan yang tengah asik berciuman.


"Apaan sih! " jawab Dira dengan wajah memerah.


"Rai.. " terdengar suara suara pria memanggil nya.  Rai segera menghampiri suara tersebut tampak teman temannya yang sedang duduk di klub tersebut.


"Lama loe.. ! " seru Nanda.


"Rai.. loe bawa istri loe?? " tanya Arya sambil menahan tawa


"Iya," jawab Rai yang langsung duduk .


"Udah jadi bucin dia,  " ledek Kemal di iringi tawa Nanda dan Arya.


Dira hanya terdiam dengan muka di tekuk, yang semakin merasa tidak nyaman dengan suasana disana.. terlebih bertemu dengan teman-teman Rai yang sebenarnya Dira tidak sukai.


"Berisik loe, " umpat Rai yang masih mendengar teman temannya tertawa.


"Udah ah.. mending gue dugem, ntar jadi bucin juga lagi kaya loe," ledek Arya yang sambil tertawa

__ADS_1


"Rai.. loe mau duduk manis aja kaya pengantin baru? " tanya Kemal sambil tertawa dan segera menyusul Arya.


"Dir, aku kesana sebentar ya,  kamu disini saja,  jangan kemana mana! jangan minum apa pun du sini kalau kamu mau pesan minum suruh saja nanda, mengerti?" bisik Rai dan Dira pun hanya menganguk pelan.


"Jagan kemana mana loe atau enggak gue kembaliin dompet loe " bisik Rai yang berhasil merampas dompet Nanda sambil tersenyum


"Lah.. gila loe Rai.. gue juga mau dugem, masa gue di suruh momong bini loe," umpat Nanda yang sama sekali tidak dihiraukan Rai.


"Woi Rai!! teriak Nanda di iringi umpatan umpatan yang keluar dari mulutnya.. karena ingin ber dugem tapi justru harus menemani Dira.


Dira pun hanya terdiam sambil terus memperhatikan orang orang di sekitar, semakin lama dira semakin bosan. Dira mencoba memutar bola mata nya mencari Rai tampak Rai yang sedang asik ber dugem dengan teman teman nya.tak lama Dira melihat seorang wanita yang  datang menghampiri Rai dan langsung merangkul dan memeluk nya.


"Dasar cowok brengsek! " gumam Dira sambil menahan amarah nya.


"Lagi lihat apa Dir? " tanya Nanda yang duduk di sebelah Dira dan melihat Dira dengan raut wajah yang sedih. Nanda pun mencoba mengikuti arah mata Dira yang ternyata sedang memperhatikan Rai.


"Oh.. Rai.. iya dia emang gitu tuh,  ngeselin ya, " ucap Nanda.


"Emang enggak pernah tobat dia!! " umpat Dira.


"Iya, enggak pernah emang! enak nya di apain ya," ledek Nanda.


Dira terdiam dan melirik segelas minuman yang sedang di minum Nanda.


"akuu mau minum, " ucapnya pada Nanda.


"Oh,  tunggu deh gue pesenin dulu, " jawab Nanda.


"Aduh.. jangan Dir.. rasanya enggak enak.. pesen yang lain aja ya, susu coklat, mau? "


"Udah sini!! " ucap Dira yang langsung merampas wine di tangan Nanda dan langsung meminum nya.


Dira kembali menuang wine tersebut dan terus meminum nya.


"Udah Dir.. bahaya,  " ucap Nanda yang berusaha merebut botol di tangan Dira.


"DIAM AJA!! BISA ENGGA SIH!! " sentak Dira sambil terus memperhatikan Rai.


Nanda terdiam dan melihat Dira yang terus memperhatikan Rai yang sedang di rangkul wanita lain.


"Panas ya dir? yaudah minum deh.. biar gak haus,  " ucap Nanda.


Dira terus meminum wine tersebut sampai dia merasa kepalanya tersa sangat berat.. dan pandangan nya mulai kabur.


"Dir.. Dir.. kamu engga apa-apa? " tanya Nanda yang melihat Dira seperti sudah mabuk.


"Aduh, gawat nih,  " ucap Nanda yang langsung bergegas menghampiri Rai.

__ADS_1


"Rai, Dira mabuk,  " bisik Nanda


"HAH? MABUK? " seru Rai yang tampak terkejut dan langsung bergegas menghampiri Dira.


"Dir,  kamu enggak apa-apa? " tanya Rai sambil menepuk pipi Dira tampak Dira yang sudah setengah sadar dan terus berucap tak jelas.


.


"Loe apa apaan sih nan?! kan gue bilang jagain dia jangan sampai minum!!" ucap Rai yang tampak kesal pada Nanda.


"Udah gue larang rai.. tapi dia maksa.. sumpah deh,  " Nanda mencoba membela diri.


"Ah..  gak guna loe, " umpat Rai.


"Jadi nyalain gue sih, salah loe sendiri ada bini pake peluk peluk cewek lain, jadi frustrasi kan dia,  " sahut Nanda.


"Berisik loe, " ucap Rai yang langsung memapah Dira keluar dari tempat itu dan masuk ke mobil. Rai segera melakukan mobil nya dengan cepat.. di dalam mobil Dira terus saja berucap tak jelas.


Sampai Rai tiba di hotel dan mulai memasuki kamar nya.


"RAINAN!! " pekik Dira seraya mendorong tubuh Rai.


"Dir, kamu rebahan dulu ya, " ucap Rai sambil mencoba meraih tangan Dira tapi Dira menepis nya.


"Jangan sentuh aku! kamu itu memang cowok brengsek.. be - reng-sek!! " pekik dira sambil memukul dada Rai


berulang kali.


"Astaga.. dia sedang mabuk apa kesurupan sih? " gumam Rai yang merasa aneh dengan tingkah Dira.


"Rai kenapa sih.. tadi kamu cium sama peluk cewek itu? kenapa Rai??! " seru Dira yang sekarang malah menangis.


"Cium? aku tidak berciuman Dira,  " ucap Rai yang merasa tidak berciuman di klub tadi.


"Kamu bohong.. kamu tadi ciuman Rai!! " seru Dira.


"Sudah Dira kamu sedang mabuk kamu tidur ya sekarang,  " bujuk Rai.


"Aku mau tidur sama kamu.. " rengek Dira yang langsung mendorong tubuh Rai ke kasur dan mengambil posisi di atas tubuh Rai.


"Dira.. sadar Dira,  "


Dira perlahan meraba tubuh Dai dan mencoba membuka resleting celana nya .


"Astaga.. apa yang dia lakukan?? " ucap Rai yang merasa terangsang dengan perlakuan Dira.  Dira tersenyum dan hendak mendekatkan bibir nya ke bibir Rai,  tapi tiba-tiba saja Dira terdiam.. dan.


"uuuwweeeeekk" Dira merasa sangat mual dan muntah di dalam pelukan Rai.

__ADS_1


"ASTAGA.. DIRA..!!  " geram Rai yang melihat jaket dan tshirt nya sudah di penuhi oleh muntahan Dira.


.


__ADS_2