
Malam itu Rai melajukan mobil nya ke klub malam favorit nya untuk melepaskan kepenatan di kepalanya.
"Rai." panggil kemal yang sudah menunggu bersama dengan nanda dan arya di sana.
Rai pun menghampiri mereka, dan langsung duduk dengan wajah frustrasi.
"Kusut banget tuh tampang. " ledek Arya yang melihat Rai seperti raga tanpa nyawa malam itu.
"Iya, percuma tampang loe ganteng enggak ke urus gitu, mending gue deh. " sambung Nanda sambil tertawa
"Pusing gue " ucap Rai sambil memijat pelan kening nya.
"Pusing mulu, makanya sholat. " ledek Arya.
"Enggak punya kaca loe di rumah? " sahut Rai dengan nada sinis.
Arya hanya tertawa sambil meninum wine di hadapan nya.
"Pusing kenapa si loe? " tanya Kemal.
"Dira pergi dari rumah. "
ke tiga teman nya itu tebelalak kaget dengan ucapan Rai.
"Serius loe? " tanya Nanda dan di respon anggukan dari Rai.
"Loe ketahuan selingkuh? " tanya Kemal.
"Enggak, dia dengar obrolan gue sama Arya tadi pagi." ucap Rai yang langsung meminum wine di hadapan nya.
"Obrolan yang mana Rai? " Arya mengerutkan kening nya dengan ekspresi bingung.
__ADS_1
"Yang soal gue nikahin Dira cuma untuk dapetin fasilitas sama perusahaan. "
"Serius loe, Dira dengar? " Arya cukup terkejut mendengar ucapan Rai.
"Iya, tadi bokap gue marahin gue." sahut Rai.
"Aduh, gawat tuh bisa sakit hati parah Dira." ucap Nanda.
"Iya, bisa berakhir deh cerita cinta loe Rai." timpal Kemal.
Rai sedikit mengeratkan gigi nya karena cukup gemas dengan perkataan teman teman nya yang justru terkesan mematahkan semangatnya.
"Lagian loe ar, kalo ngomong tuh hati hati lihat sikon, Dira jadi dengar kan." ucap Nanda yang mencoba berkata bijak.
"Ya mana gue tau kalau Dira nguping obrolan gue sama Rai." Arya mencoba membela diri.
"Ya kalau loe tau ada Dira loe enggak akan ngomong gitu. " timpal Kemal.
"Arjuna jadi patah hati gini kan. " ucap Nanda yang mencoba merangkul Rai seraya memberi nya semangat, dengan sigap Rai menyingkirkan tangan Nanda dengan tatapan risih.
"Gue masih normal Rai, mau kasih loe semangat." ucap Nanda dengan cengiran kuda nya.
"Geli gue, udah kalo loe ketemu Dira cepat hubungin gue deh." ucap Rai yang di respon anggukan dari ke tiga temannya.
"Rai, ada Gizza. " Arya menyengol lengan Rai pun mengikuti arah mata Arya yang tertuju pada sosok gadis cantik yang berjalan menghampiri mereka.
kebetulan banget. batin ray
"Hay. " sapa Gizza pada Rai dan teman teman nya dan langsung duduk di samping rai sambil tersenyum.
"Rai, kebetulan banget ya kita ketemu di sini. "ucap Gizza yang langsung di respon senyuman maut dari Rai.
__ADS_1
"Mau ke dalam enggak? " bisik Rai dan di respon anggukan dari Gizza.
Rai pun beranjak dari kursi nya dan menuntun Gizza meninggalkan teman temannya.
"Rai, mau kemana loe? " ucap Kemal yang sama sekali tidak di hiraukan Rai.
"Patah hati apaan? ada cewek langsung main tarik aja." cletuk Arya yang di balas tawa dari kemal dan Nanda.
Rai perlahan menuntun Gizza krle dalam sebuah kamar dalam klub tersebut.
"Rai, kamu pasti kangen banget ya sama aku? " ucap Gizza dengan suara manja nya.
Gizza menarik tangan Rai dan menjatuhkan tubuh Rai ke ranjang.
"Rai, aku kangen banget sama kamu." Gizza mulai memainkan tangan nakal nya di tubuh Rai, tangan yang mulai memasuki tshirt Rai dan mengusap lembut tubuh Rai di balik tshirt tersebut.
"Apa yang sudah kamu katakan pada Dira? " ucap Rai seraya menghentikan gerakan tangan Gizza.
"Kamu ini ngomong apa sih Rai? siapa juga Dira? " jawab Gizza yang sedikit terkejut dan gugup.
Rai mendorong tubuh Gizza yang berada di atas tubuhnya.
"Nandira istri ku, kamu mengatakan hal yang tidak tidak kan pada nya? " Rai langsung menatap Gizza dengan tajam yang duduk samping nya.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja, kalau aku masih mencintaimu dan kamu masih mencintai ku. " jawab Gizza.
"Aku sudah tidak mencintai mu." tegas Rai yang langsung bangkit dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya keluar tapi Gizza dengan sigap memeluk tubuh Rai dari belakang dan menghentikan langkah nya.
"Aku masih sangat mencintai mu Rai, aku yakin kita bisa mulai dari awal lagi." ucap Gizza.
"Berhenti lah hidup di masa lalu, sekarang aku sudah mempunyai kehidupan baru dan aku sangat mencintai istri ku, berhenti lah menganggu ku." tegas Rai yang langsung melepaskan paksa pelukan Gizza dan keluar dari kamar tersebut.
__ADS_1
"Rai, udah selesai rai? cepat banget? " ucap Nanda saat melihat Rai tapi Rai tidak mengiraukan nya dan keluar dari klub tersebut.