
Pagi yang cerah di hari minggu tapi tak secarah hati Rai yang tampak panik karena Dira masih mengalami mual hebat di awal kehamilan nya. Rai berulang kali memijat punggung dan leher Dira untuk meredakan rasa mual nya.
" Di minum sayang." Rai memberikan secangkir teh hangat pada istri tercinta nya.
"Makasih ya." Dira tersenyum dan meminum teh buatan Rai.
" Sayang, aku laper." rengek Dira.
"Oh, yaudah aku ambilin makan ya." Rai hendak beranjak dari kasur tapi tangan Dira menahan lengan nya.
" Sayang, aku mau makan kentang goreng." pinta Dira dengan wajah memelas.
" Di kulkas kaya nya ada deh, aku gorengin ya."
" Enggak mau, aku mau kentang goreng yang di restoran cepat saji." sahut Dira sambil mengelus pelan perut nya.
Rai menggeleng kan kepala nya yang langsung mengerti kalau istrinya memang sedang mengidam di kehamilan ke dua nya.
" Yaudah aku beliin sekarang."
Dira tersenyum " Makasih ya." ucap nya seraya mencium pipi Rai.
" Modus.." cibir Rai.
" iiissshh..masa istri sendiri di bilang modus." Dengus Dira kesal.
Rai tertawa dan segera memakai jaketnya " Aku pergi dulu ya." ucap nya seraya mencium kening Dira lalu keluar dari kamar nya.
" Rai kamu mau ke mana? " tanya mama Rai saat melihat Rai menuruni tangga dengan pakaian yang rapih.
" Dira mau kentang goreng katanya, Rai beli dulu ya." pamit Rai seraya mencium gemas Rayyan yang sedang di gendong mama nya.
Rai hendak membalikkan badan tapi tiba-tiba saja balita tersebut menangis dengan gerakan tangan yang menunjuk ke arah Rai.
__ADS_1
" Rai, Rayyan nangis." mama Rai segera menghampiri Rai yang hendak pergi.
Rai menggendong putranya, dan Rayyan berhenti menangis " Papa keluar dulu ya." ucap nya yang kembali mencium Rayyan dan mengembalikan pada mama nya, tapi balita tersebut kembali menangis seakan meraung ingin kembali ke gendongan papa nya.
" Rai, kayak nya Rayyan mau ikut." ucap mama Rai yang melihat gelagat cucu nya.
" Yaudah deh, tolong ambilin gendongan mah."
Mama Rai pun segera mengambil baby carrier untuk Rai dan Rai langsung mengenakan nya.
" Yaudah, Rai pergi dulu ya." pamit Rai.
" Iya, di jaga yang bener jangan sampai hilang lagi." ucap sang mama yang sebetulnya merasa tidak terlalu percaya pada putrnya dalam menjaga Rayyan.
" Iya mah."
Rai bergegas keluar rumah dan melajukan mobil nya ke sebuah mall. Tak lama Rai sampai dan langsung masuk ke sebuah restoran cepat saji, Rai memesan beberapa bungkus kentang goreng tampak Rayyan yang bergumam dengan bahasa bayinya sambil menunjuk sebuah ice cream yang sedang di buat pelayan di sana.
" Mau? yaudah kita beli." Rai memesan ice cream untuk Rayyan.
" Sudah habis, yuk pulang." Rai hendak mengendong Rayyan tapi balita itu menangis sambil menunjuk ice cream nya yang telah habis.
" Mau lagi? " Rai menggeleng kan kepala nya dan kembali memesan ice cream lalu kembali menyuapi Rayyan sampai ice cream tersebut habis.
" Sudah habis lagi." ucap nya tapi balita tersebut kembali menangis dan menujuk ice cream nya yang habis.
" Ya ampun, kamu mau meras papa ya? iya? " gerutu Rai yang akhirnya kembali memesan ice cream untuk yang kesekian kalinya.
" Sudah habis, ayo pulang." ucap nya yang langsung menggendong Rayyan keluar dari restoran tersebut.
Rai pun berjalan menyusuri mall tersebut tampak Rayyan yang tertawa ceria melihat arena permainan di dekat mereka.
" Mau main? nanti ya, kasian mama kamu sudah nunggu." Rai berjalan meninggalkan arena permainan tersebut tapi Rayyan kembali menangis.
__ADS_1
" Ya ampun! " gerutu nya sambil menepuk jidat akhirnya Rai pun masuk ke arena permainan tersebut dan hendsk membeli kartu permainan di sana.
" 100rb pak." ucap pegawai di sana seraya memberikan kartu permainan tersebut.
Rai mengeluarkan dompet nya " Astaga.. kenapa engga ada uang cas di dompet gue." gumam nya.
" Pakai kartu kredit atau atm bisa enggak? "tanya Rai.
" Maaf pak, untuk sekedar sedang ada kendala jadi tidak bisa."
" Yaudah deh, bentar saya ambil uang dulu." Rai hendak membalikkan badan tapi Rayyan kembali menangis menunjuk sebuah permainan.
" Ya ampun, mbak bisa tolong temani anak saya main dulu? sana mau ke atm, pakai dulu kartu permainan nya dulu pasti saya bayar." ucap Rai yang akhirnya meminta bantuan pegawai di sana.
" Oh, ya sudah pak." pegawai tersebut tersenyum dan langsung menggendong Rayyan, sedangkan Rai bergegas ke atm untuk mengambil uang.
Tak lama Rai kembali dan langsung membayar kartu permainan nya. Tampak Rayyan yang sedang bermain bersama balita cantik di sana.
" Lagi pdkt dia, bagus juga selera nya." gumam Rai yang memperhatikan Rayyan sedang asik bermain dengan balita cantik di arena permainan tersebut
Cukup lama Rai menemani Rayyan bermain sampai akhir nya mereka pulang.
" Sanyang, kok lama banget? " tanya Dira saat Rai memasuki kamar nya.
" Rayyan minta main dulu." sahut Rai seraya memberikan kentang goreng pesanan Dira dan menaruh Rayyan di kasur.
" Rayyan ikut? dia enggak nakal kan? " tanya Dira sambil melirik Rayyan yang sudah memakan kentang goreng pesanan nya.
" Dia enggak nakal, hanya menghabiskan banyak uang saja." sahut Rai yang langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
Dira terkekeh geli yang merasa Rai kembali di kerjai oleh putranya sendiri.
" Sayang, besok kita pulang ya, lusa Shanum mau datang, dia mau jadi baby sister Rayyan."
__ADS_1
" Oh begitu, Yasudah besok kita pulang." sahut Rai dengan wajah yang tampak lelah.
Coba tebak Shanum jodoh nya siapa? apa termasuk jodoh nya trio error? Nanda gimana kabarnya thor? tenang cerita ini masih panjang kok semua ada porsi nya masing masing.. 🤗🤗 tolong bantu vote yak. ❤️❤️