
Tok Tok Tok
Terdengar suara ketukan pintu pagi itu. Dira perlahan membuka matanya dan melihat jam dinding baru menunjukkan pukul 06.00 pagi.
" Siapa ya pagi pagi gini? kata rai pulang nya siang " gumam dira
" Sayang, bangun " dira menepuk tubuh rai pelan
Rai perlahan membuka matanya" kenapa? masih juga jam 6 " ucap rai setelah melihat jam dinding di hadapan nya.
" Ada yang ketuk pintu tuh, buka yank "
" Siapa? kamu aja yang buka " ucap rai sambil kembali memejamkan matanya yang masih terasa berat.
" Aku cuma pakai dalaman aja, mau kamu, aku buka pintu enggak pakai baju " gerutu dira yang memang belum mengenakan pakaian nya kembali sehabis permainan ranjang mereka semalam.
" Yaudah, yaudah " sahut rai yang akhirnya beranjak dari ranjang dengan nyawa nya yang masih belum terkumpul untuk membuka pintu.
" Lama banget loe " umpat kemal yang sudah ada di balik pintu
" Loe lagi aja, bosen gue " cletuk rai yang hendak menutup pintu kamarnya kembali tapi kemal menahan nya.
" Gue belum selesai ngomong woy, di suruh ke ruangan boss tuh " ucap kemal
Rai mengerutkan kening nya dan membuka kembali pintu kamarnya" Gue di panggil? ngapain? "
" Enggak tau, gue juga di panggil sih, udah cepet loe mandi nanti loe ke kamar gue, kita pergi bareng "
" Aduh, males banget lagi " ucap rai sambil mengusap kasar wajah nya berusaha menghilang kan rasa ngantuk nya.
" Makan nya jangan begadang terus, habis ena ena loe ya, ngantuk kan sekarang, udah cepet mandi " ledek kemal yang sambil menerka nerka kegiatan rai semalam.
" Sirik loe ya, makanya cepet nikah " ledek rai yang langsung menutup pintu membuat kemal berdecih kesal.
Rai bergegas mengambil handuk.
__ADS_1
" Siapa yank? " tanya dira yang melihat rai seperti tergesa gesa.
" Kemal, aku di suruh ke ruangan atasan aku"
" Ngapain? "
" Enggak tau " sahut rai yang langsung bergegas untuk mandi.
Tak lama rai selesai mandi dan mengenakan kemeja formal nya dengan terburu buru.
" Tunggu sebentar ya " ucap nya sambil mengecup kening dira yang masih bersandar di kasur dan bergegas keluar kamar hotel nya.
Setelah cukup lama rai dan kemal keluar dari ruangan atasan nya.
" Ngapa loe? jadi kusut gitu muka loe? " ledek kemal yang melihat rai tampak risau setelah keluar dari ruangan tersebut.
" Gimana bilang nya sama dira ya? " rai menekuk wajah nya dengan ekspresi bingung
" Ya tinggal bilang aja, repot banget " cletuk kemal sambil tertawa.
" Sudah yank? " tanya dira begitu rai masuk kembali ke kamar hotel nya.
" Sudah, aku mau bicara " Rai menuntun dira duduk di tepi ranjang.
" Serius banget muka nya? kenapa sih? " ucap dira yang melihat wajah rai tampak bingung dan risau
" Emm, tadi atasan aku bilang kalau aku, kemal dan 5 karyawan yang lain harus tetap di sinu dulu, sekitar 3 harian karena ada perkerjaan yang harus aku selesai kan di kantor yang baru " ucap rai
" Kok gitu? enggak bisa nolak? " wajah dira yang tadinya ceria seketika menjadi murung dan cemas.
" Enggak, Maaf ya aku enggak bisa nolak, karena status aku di sini kan cuma karyawan biasa, kamu ngerti kan " jelas rai sambil mengusap pelan bahu dira.
Dira terdiam, dan langsung teringat gizza, yang mengatakan dia juga karyawan di kantor baru tersebut.
" Ada gizza " ucap dira lirih
__ADS_1
Rai tersenyum dan mengangkat dagu dira yang sedikit menunduk" Kamu lupa perkataan ku semalam? bisa kan kamu lebih percaya sama aku? " rai memegang tangan dira tapi dira hanya terdiam dengan raut wajah yang sedih.
" Percaya sama aku bisa kan? aku sangat mencintaimu dan anak ku " rai mencoba meyakinkan seraya mengusap pelan perut dira
Dira memberikan seulas senyum tipis di bibir nya" Aku percaya kamu " ucap nya
Rai tersenyum lega mendengar nya
" Kita siap siap ya, nanti siang kamu pulang bareng tania, engga apa apa kan? "
" Iya enggak apa apa kok " dira berusaha tersenyum dan bergegas mempacking barang barang nya untuk pulang siang itu.
Siang hari rai mengantar dira ke Bandara bersama teman teman kantor rai yang pulang lebih dahulu.
" Hati hati ya, jangan lupa makan sama minum vitamin, minum susu, makan buah "
" iya, iya " ucap dira memotong perkataan rai yang sangat panjang.
" Oia, tan, titip istri aku ya " ucap rai pada tania yang berdiri di samping dira
" Iya, tenang aja " tania tersenyum ramah
" Aku cinta kamu " rai mencium kening dira
Aduh, beruntung nya si dira itu. batin tania yang melihat pemandangan di hadapan nya.
" Kaya film india aja, kan masih satu Indonesia rai " cletuk kemal sambil menahsn tawa
" Makan nya cepet nikah " tangkis rai
" Bucin.. Bucin " ledek kemal
Dira tersenyum melihat pertengkaran dua mahluk di hadapan nya" yaudah, aku pergi dulu ya, aku sayang kamu " ucap dira seraya mencium tangan suaminya tersebut dan perlahan meninggalkan rai menuju pesawat bersama tania.
Guys, aku up lg nih.. kalian seneng kan? semoga enggak bosen ya bacanya.. jangan lupa vote donk bantu aku ya supaya rengking novel ini terus naik.. ok.. ❤️❤️
__ADS_1