Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Kebodohan


__ADS_3

" Rainan" ucap dira yang menampakkan wajah di balik dinding yang menutupi nya.


Rai menoleh dan melepas pelukan nya, jantung nya berdegup tak beraturan melihat wajah dira yang tampak sendu dan sudah basah dengan air mata.


"Dira "


Dira berjalan perlahan menghampiri rai dan gizza yang diam mrmatung, telihat seulas senyum kecil di bibir gizza senyum kemenangan karena semua seperti rencana nya. Dira tersenyum lirih melihat pemandangan di hadapan nya.


" Aku bisa menjelaskan ini " terlihat wajah rai yang memucat dan merasa kebodohan fatal yang telah di lakukan nya.


Dira menggeleng" tidak usah di jelaskan, cukup jawab apa kamu masih mencintai nya? " ucap nya lirih dan berusaha untuk tidak meneteskan air mata.


" Tidak, aku tidak mencintai nya " jawab rai


" Kembali lah pada nya, aku tidak apa apa "


Dira melangkah kan kaki nya keluar dari apartemen, rai bergegas mengejar sebelum dira sempat keluar dan menahan lengan nya.


" Aku benar-benar tidak mencintai nya " rai mengulang ucapan nya


Dira menoleh, tampak gizza yang masih tersenyum melihat nya . Dira melepaskan tangan rai dan berjalan menghampiri gizza.


" Sesenang itu diri mu? terima kasih atas pertunjukan nya " dira menoleh ke arah rai yang diam mematung


" Katakan pada ku rai, kau pilih aku atau gizza?!!! " pekik dira dengan masih menatap wajah gizza yang terlihat sangat puas dengan semua ini.


" Aku pilih istri ku "


Dira tersenyum ke arah gizza, menghampiri rai lalu memegang tangan nya dan bergegas keluar dari apartemen tersebut. Sampai mereka masuk ke mobil.


" Dira " ucap rai khawatir yang melihat dirs sedikit meneteskan air mata.


" Pulang aku ingin pulang " ucap nya


Rai terdiam dan bergegas melajukan mobil nya menuju rumah mereka. Tak lama mereka sampai rumah. Rai mengejar dira yang melangkah cepat menuju tangga.


Rai menahan lengan dira" Dira, biarkan aku menjelaskan nya "

__ADS_1


" Aku lah yang ingin bicara dengan mu " jawab nya sambil melepaskan tangan rai untuk menaiki tangga menuju kamar mereka.


Dira menarik nafas, dan duduk di tepi ranjang.


" Duduk lah " ucap nya sambil menyuruh rai duduk di samping nya.


" Dira " rai menatap letak wajah dira yang hanya menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.


" Biarkan aku yang bicara, hanya perlu menjawab pertanyaan ku saja " ujar dira


" Apa kau ingin berpisah dengan ku? " sambung dira


" Tidak, aku tidak ingin berpisah dengan mu " tegas rai


" Bagaimana jika aku tetap meminta cerai? "


" Aku tetap tidak akan menceraikan mu "


Dira tersenyum kecut mendengar ucapan rai" Aku sudah tau, akan seperti itu alasan mu, aku tidak akan meminta cerai dari mu, tapi apa kamu bisa mengabulkan permintaan ku? "


Rai mengerutkan kening nya" permintaan apa? "


" Aku akan berusaha mengabulkan nya "


Dira tersenyum dan kembali meluruskan pandangan nya" Untuk kesekian kalinya rai kamu menyakiti ku, aku berfikir kenapa sejak dulu aku bisa mencintai pria seperti mu, aku sudah berusaha, sangat berusaha membangun kepercayaan ku untuk mu, tapi selalu kau menghancurkan nya kembali. Aku tidak akan meminta mu untuk menceraikan ku atau bahkan memisahkan mu dari anak ku, aku tidak akan melakukan itu. Tapi aku ingin sendiri dulu, aku ingin hidup terpisah dengan mu, biarkan aku tinggal di apartemen sendiri, aku butuh waktu untuk ini, untuk bisa menerima mu kembali, aku tidak akan memberi tau orang tua kita tentang masalah ini, kamu bisa mengabulkan nya? " tanya dira sambil berusaha menghapus air matanya yang terjatuh.


" Aku tidak bisa, aku tidak mau hidup terpisah dengan mu"


" Baiklah, kalau begitu aku ingin bercerai dengan mu, aku akan berusaha sampai permohonan cerai ku di terima di pengadilan dengan berbagai cara, dan kamu tidak akan bisa menemui anak mu, kamu mau seperti itu? "


" Dira aku.. "


" KAMU MAU SEPERTI ITU RAI?? " sentak dira yang sudah tidak bisa menahan air matanya


" Baiklah, jika kamu ingin hidup terpisah dengan ku untuk beberapa waktu " sahut rai yang akhirnya menyetujui permintaan dira.


" Baguslah, jangan pernah ganggu aku dulu, dan satu lagi permintaan ku, aku ingin kembali berkerja "

__ADS_1


" Apa berkerja? tidak aku tidak mengijinkan mu " tegas rai


" Kalau begitu aku akan melakukan hal yang tadi aku ucapkan " ancam dira


" Dira, kamu itu sedang hamil lagi pula mana ada perusahaan yang menerima wanita hamil " ujar rai


" Kantor ku yang dulu selalu meminta ku kembali, tapi aku selalu menolak nya, karena aku menghargai mu, sekarang aku ingin kembali berkerja aku ingin melupakan kesedihan ku, aku tidak ingin hanya menunggu mu pulang berkerja dengan manis, dan berusaha melayani mu dengan baik tapi kamu tetap menyakiti ku " ucap nya sambil terus berusaha menghapus air matanya.


" Dira, aku mohon jangan seperti ini " rai mencoba memegang tangan dira tapi dengan cepat dira menepis nya.


" Bagaimana, bisa kamu mengabulkan permintaan ku? tenang lah, aku akan fokus berkerja dan tidak akan pernah berselingkuh seperti mu " ucap nya sambil tersenyum lirih.


Rai terdiam.


" CEPAT KATAKAN PADAKU BISA KAMU MENGABULKAN ITU? "sentak dira yang sudah habis kesabaran nya


" Baiklah, aku akan mengabulkan nya, seperti keinginan mu "


Dira tersenyum dan bergegas mengambil koper di kamarnya menuju lemari dan mengemasi pakaian nya.


" Dira, ini sudah malam, aku mohon jangan pergi sekarang " bujuk rai yang menahan tangan dira yang sedang memasukan bajunya ke koper.


" Bukan kan tadi sudah setuju dengan permintaan ku? " Dira menepis tangan rai dan terus memasukkan baju nya. Setelah selesai dira bergegas keluar rumah untuk mencari apartemen malam itu juga..


" Dira, dira, tunggu dira, aku akan mengantar mu " bujuk rai sambil mengejar langkah kaki dira yang sudah keluar rumah dan terus menarik koper besarnya.


" Tidak usah "


" Aku khawatir "


" Aku bisa menjaga diri ku " ucap dira yang langsung memberhentikan taxy yang melintas di depan nya dan segera masuk.


" Dira, dengarkan aku duluv, dira buka pintu nya dira!! " ucap rai yang berusaha mengetuk pintu kaca dira, tapi tak di hiraukan nya. Dan perlahan taxy itu meninggalkan rai.


Rai memejamkan matanya, mengusap kasar wajah nya.


Astaga.. kenapa aku berbuat kebodohan lagi !! ini semua karena gizza!!. gumam nya sambil terus mengumpat dirinya sendiri.

__ADS_1


Hay, sebelumnya terima kasih sudah membaca novel ini, aku cuma mau bilang ya maaf aja kalau banyak yang engga suka, dengan alur nya, boleh sih komentar, tapi komentar yang membangun ya, jangan yang menjatuhkan, pantes aja penulis di aplikasi ini banyak yang emosi sampai frustrasi.. ya mungkin gitu karena pembaca nya terlalu menjatuhkan komentar nya, kalau enggak suka sama cerita tersebut enggak apa kok bisa langsung un favorit, enggak usah komen yang enggak enak.. penulis di MT atau noveltoon enggak dapet apa kok apa lagi kalau viewrs nya sedikit dan belum dapat kontrak cuma sekedar menghibur atau menyalurkan hobi nya... jadi hargai lah penulis, bijak lah dalam berkomentar.. ok cinta. jangan lupa vote nya ya ❤️❤️


__ADS_2