
Sepanjang perjalanan itu dira hanya terdiam, tak sanggup melirik rai yang terlihat sangat marah dan mungkin bisa berbuat lebih kasar pada nya. Sampai rai memberhentikan mobil nya di depan apartemen dira.
Dira segera membuka pintu untuk turun tapi rai menahan lengan nya.
" Kemasi pakaian mu, kita kembali ke rumah " perintah rai
" Tidak, aku tidak mau " tolak dira yang melepaskan paksa tangan rai dan bergegas keluar dari mobil.
Rai memukul stir dengan keras" Aaiisshh.. dasar kepala batu! " umpat rai
Dira mempercepat langkah nya untuk segera masuk ke gedung apartemen tersebut tapi tiba-tiba langkah nya terhenti, dira memegangi perut nya yang terasa sangat sakit.
Ya ampun kenapa prrut ku? sakit sekali, seperti kram rasanya. gumam nya sambil terus memegangi perutnya.
Rai yang masih memperhatikan dira dari dalam mobil memicingkan matanya, tampak dira yang diam di tempat dan memegangi perut nya.
Kenapa dia? apa dia sakit?
Rai bergegas keluar dari mobil nya dan dengan setengah berlari menghampiri dira.
"Kamu kenapa? " tanya nya panik
" Sakit, perut ku sakit sekali " rintih dira
" Astaga, kenapa ini, apa kamu mau melahirkan? " tanya rai yang semakin panik melihat wajah dira yang sudah pucat pasi.
" Tidak mungkin melahirkan, usia kandungan ku saja baru tiga bulan " sahut dira sambil sedikit membungkuk dan terus memegangi perut nya.
" Kita ke dalam saja " rai bergegas memapah dira ke dalam apartemen menuju kamarnya dan membaringkan nya di kasur.
Rai mengeluarkan handphone nya dari saku nya" aku hubungi dokter saja ya " ucap nya sambil mencari nomor telepon dokter yang bisa di panggil.
" Enggak usah rai " tolak dira pelan
Rai mengerutkan kening nya" kenapa? "
" Ini seperti nya kram perut biasa terjadi pada wanita hamil, bisa tolong ambilkan air hangat dan handuk kecil? aku ingin mengompres perut ku " pinta dira dengan sedikit rintihan menahan kram di perut nya.
" Baiklah, tunggu sebentar "
Rai bergegas ke dapur mengambil air hangat dan handuk lalu menghampiri dira yang masih merintih di kasur. Rai memeras handuk tersebut ke dalam air hangat.
__ADS_1
" Aku saja yang mengompres nya " dira meminta handuk yang di pegang rai.
" Tenang lah, aku saja " rai mengangkat kemeja dira lebih ke atas sampai terlihat perut putih mulus nya yang sudah mulai membuncit.
" Aku saja " dira menurunkan kembali kemeja nya.
"Astaga.. kamu ini kenapa? aku ini sudah melihat tubuh mu seluruhnya bahkan menikmati nya kenapa jadi seperti malu begitu?" ucap rai yang merasa lucu dengan tingkah dira
Dira menekuk wajah nya dan membiarkan rai membuka kemeja nya dan mengompres perutnya berulang kali.
" Bagaimana, sudah tidak sakit? " tanya rai
" Sedikit "
Rai mengambil handuk hangat yang menempel di perut dira, mengusap perutnya dan mencium nya.
" Aku rindu anak ku " ucapnya
Dira hanya terdiam dan sedikit merasa canggung dengan perlakuan rai. Rai tersenyum dan kembali mengompres perut dira.
" Kamu pasti lapar? aku pesan makan dulu ya " ucap rai sambil mengeluarkan handphone nya hendak memesan makanan online.
" Oh gitu, yasudah, aku ambil makan dulu, kamu harus makan " ucap rai yang langsung beranjak dari kursi di samping kasur dira, menuju ke dapur.
Rai melihat lemari makan yang berada di apartemen tersebut dan membuka nya tampak banyak makanan yang sudah di masak dira.
Astaga.. rajin banget dia, tinggal sendiri saja masak sebanyak ini, aku yang di tinggal di rumah malah kelaparan. gumam rai yang meratapi nasib nya sendiri.
Rai mengambil beberapa makanan dan kembali menghampiri dira yang sedang bersandar di ranjang.
" Ayo makan " ucap rai yang sudah duduk di kursi samping ranjang nya.
" Nanti saja, aku belum lapar "
" Aku tidak perduli kamu lapar atau tidak, aku kasihan pada bayi ku pasti dia kelaparan, cepat makan " ucap rai sambil mengarahkan sendok berisi makanan ke mulut dira dan dira menerima suapan demi suapan dari tangan rai.
" Bagus, anak pintar, habiskan ya " ucap rai sambil mengelus kepala dira. Setelah makanan habis rai menaruh piring kotor itu di dapur dan kembali menghampiri dira.
" Masih sakit? " tanya rai
" Sedikit "
__ADS_1
" Baguslah, istirahat lah "
" Kamu enggak makan? "
" Aku belum lapar, berbaring lah aku akan mengompres perut mu lagi " pinta rai, dira kembali berbaring dan rai mengompres perutnya lagi.
Dira memperhatikan penampilan rai sore itu" kenapa kamu pakai jas dan dasi? " tanya dira heran mengingat rai saat berkerja bersama kemal hanya mengenakan kemeja formal saja.
" Oh, aku sudah kembali berkerja di kantor papa"
Dira mengerutkan kening nya " kenapa?" tanya nya
" Supaya aku tak melihat gizza lagi dan kamu tak curiga lagi "
Dira terdiam.
Rai mencoba memegang tangan dira" Percaya lah pada ku, yang kamu lihat hanya salah paham, bahkan kamu belum memberi ku kesempatan untuk menjelaskan " jelas rai
Dira menepis tangan rai" Aku tidak percaya " ketus dira
Sabar.. sabar.. batin rai
" Yasudah, sekarang tidur lah, aku akan menemani mu "
" Tidak usah, kamu pulang saja, aku sudah baikan"
" Aku tidak mengkhawatirkan mu, aku mengkhawatirkan anaku, cepat tidur lah "
Dira akhirnya menyerah, berbaring membelakangi rai yang duduk di samping ranjang nya dan perlahan memejamkan matanya. Rai mengusap lembut rambut dira sambil dira benar-benar tertidur, perlahan rai merasa mengantuk dan ikut tertidur di kursi.
Guys, aku kasih bonus visual rai yak.. sebenarnya terserah si kalian mau berimajinasi rai seperti apa.. kalau aku si ya seperti ji chang wook dari karakter nya yang nakal nakal manja kaya rai gitu.. ngefans juga sih sama doi.. 😂😂
Kalau ini nandira, istri rai yang selalu buat rai pusing tujuh keliling 😂😂
__ADS_1