Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Traktiran


__ADS_3

Minggu siang itu Rai dan keluarga kecilnya bersiap untuk pergi ke sebuah restoran di sebuah mall, atas suruhan Arya yang berniat mentraktir teman temannya sebelum acara pernikahannya. Setelah keluar dari rumah Rai tak lama sampai di restoran tersebut tampak teman teman berserta pasangannya sudah menunggu di sana.


"Lama loe." seru Kemal yang gemas melihat papa dua anak tersebut selalu datang terlambat di setiap acara.


Rai hanya cengar cengir tak jelas dan duduk di samping Dira.


"Udah pada pesen makanan belum?" tanya Rai seraya melihat daftar menu yang di pegangnya.


"Udah, cuma loe aja yang belum." sahut Arya.


"Oh, sayang kamu aja yang pilih, pilih yang paling mahal." Rai memberikan daftar menu tersebut pada Dira.


Tak lama pesanan mereka pun datang dan mereka mengobrol ngobrol ringan siang itu. Sampai Rayyan turun dari tempat duduknya dan menghampiri Shanum.


"Rayyan, kamu kangen ya sama tante?" ucap Shanum yang langsung memangku Rayyan dan merasa cukup kangen dengan balita yang dulu sempat di asuhnya.


"Iya sepertinya dia kangen kamu." sahut Dira sambil tersenyum.


"Rayyan, kamu ganteng banget sih." Chika mencubit gemas balita tersebut.


"Rayka sedang tidur kak?" tanya Sabrina yang melihat bayi itu sedang berada di stoler di samping kursi Dira.


Dira melihat ke arah bayi mungilnya.


Wah, Rayka sudah bangun." ucap Dira yang melihat bayi itu sudah terbangun dari tidurnya dan segera mengendongnya.


"Boleh aku gendong enggak kak?" pinta Sabrina yang juga tampak gemas dengan bayi tersebut.


"Boleh." Dira tersenyum dan memberikan Rayka pada Sabrina.


"Makanya loe cepet bikin anak, istri loe udah pada pengen tuh." cletuk Rai sambil mengunyah makanannya.


"Bikin sih tiap hari." sahut Kemal santai yang membuat Shanum yang duduk di sebelahnya tampak malu.


"Jangan gitu, ada yang belum bikin anak ntar ngiler." ledek Nanda seraya melirik Arya yang seperti pura pura tuli.


"Bentar lagi juga bisa." sahut Arya penuh percaya diri.


"Semoga aja enggak ada halangan." ucap Kemal yang berharap Arya gagal malam pertama seperti dirinya.


"Emang waktu loe ada halangan?" tanya Rai curiga.


Kemal terdiam dan baru sadar kalau ucapannya membuka kartunya sendiri.


"Pantes di WA statusnya habis nikah "Puasa dulu" gue kira puasa beneran." ledek Nanda yang mengingat status Kemal dulu.

__ADS_1


Sontak saja mereka semua tertawa dan Kemal sukses menjadi bulan bulanan teman temannya.


"Puas loe ya." gerutu Kemal yang masih mendengar teman temannya tertawa.


"Eh, habis ini loe mau pada balik?" tanya Arya.


"Kak, kita ajak Rayyan jalan dulu yuk, aku kangen." pinta Shanum yang melihat Rayyan masih nyaman di pangkuannya.


"Oh yaudah, loe enggak langsung balik kan Rai?" tanya Kemal pada Rai yang masih asik dengan makanannya.


"Enggak, gue mau jalan-jalan dulu." sahut Rai santai.


"Kak, aku boleh enggak ajak Rayka jalan juga?" pinta Sabrina yang masih setia menggendong bayi itu.


"Boleh, boleh banget, kita nonton aja deh sayang." sahut Rai antusias yang merasa mendapatkan kesempatan lagi untuk berduan dengan Dira.


"Enggak ngerepotin Sabrina?" tanya Dira ragu.


"Enggak kok." Sabrina tersenyum sumringah.


Dira pun menyerahkan tas bayinya pada Sabrina.


"Ar, aku juga mau ajak jalan Rayyan." pinta Chika yang juga tampak gemas dengan Rayyan.


"Besok juga bisa cik, jadwal Rayyan banyak yang kosong kok." sahut Rai.


Mereka pun bergegas meninggalkan restoran menuju tempat tujuan masing masing.


"Kak, kita duduk di sana yuk." ajak Sabrina yang cukup lama berjalan dan memilih duduk di kursi kosong di mall tersebut.


"Ya ampun Rayka kamu ganteng banget sih." puji Sabrina sambil mencium gemas bayi itu.


Tak lama Rayka menangis.


"Kak, tolong buatin susu, ada di tas, Rayka haus nih." ucap Sabrina panik.


Nanda bergegas membuatkan susu untuk Rayka sesuai petunjuk Sabrina.


"Susunya sudah jadi, kamu haus ya?" ucap Sabrina yang langsung memberikan susu itu pada Rayka dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


Nanda tersenyum melihat wajah Sabrina yang tampak senang dan terus berharap semoga Sabrina bisa cepat segera hamil.


Sementara itu Shanum dan Kemal tampak kerepotan mengikuti Rayyan yang tampak belarian dengan semangat di mall tersebut.


"Aduh si Rayyan enggak bisa diam sama sekali sih." gerutu Kemal yang tampak grmas dengan balita tersebut berbanding terbalik dengan Shanum yang tampak sabar menjaga Rayyan.

__ADS_1


Sampai Rayyan merengek ingin masuk ke dalam toko mainan. mereka pun masuk ke toko tersebut. Tampak Rayyan yang sangat antusias memilih mainan yang di sukai nya.


"Rayyan, belinya dua aja ya?" bujuk Kemal yang melihat Rayyan sudah memasukkan 5 mainan ke keranjang belanjaan.


Balita itu mengeleng dengan mata yang berkaca kaca.


"Sudah kak, belikan aja, Shanum juga belum pernah belikan Rayyan mainan." pinta sang istri.


Kemal terdiam dan mendadak lemas melihat harga mainan mainan tersebut yang setara dengan harga thisrt branded yang biasa dia beli. tapi dia tidak kuasa menolak keinginan sang istri sampai Kemal membayar semua mainan itu dan Rayyan tampak senang dan memamerkan senyum mengemaskan nya.


"Emang bener bener titisan bapaknya yang ngeselin nih." gerutu Kemal sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah cukup lama mereka menghampiri Rau dan Dira yang sudah menunggu selesai menonton.


"Rayyan, kamu enggak nakal kan?" tanya Dira saat Rayyan berlari dan memeluknya.


"Rayyan enggak nakal kok mbak." ucap Shanum sambil tersenyum.


"Enggak nakal cuma dia malak gue." Kemal memberikan paper bag pada Rai yang berisi mainan Rayyan.


"Kamu beli mainan?" tanya Rai heran.


"Iya, totalnya 1 juta." sahut Kemal.


Sontak saja Rai dan Dira melirik Rayyan yang hanya terdiam dengan wajah polos nya.


"Astaga.. luar biasa, kerja yang bagus..ucapkan terima kasih sama om Kemal." ucap Rau yang membuat Rayyan kembali memamerkan senyum mengemaskannya.


Kemal menepuk jitat melihat kelakuan ayah dan anak itu.


"Gantiin sini." pinta Kemal.


"Gue engga bawa uang cash." sahut Rai.


"Yaudah ambil di atm."


"Enggak bawa juga." sahut Rai kembali.


"terus loe bawa apa kesini?" sahut gemas Kemal.


"Bawa anak sama istri aja."


"Tadi loe biaa nonton?"


"Tadi ada uangnya kan udah di pakai buat nonton." sahut Rai mencari alasan dan tertawa melihat wajah Kemal yang sudah jengkel.

__ADS_1


Tak lama Nanda dan Sabrina pun datang dan mengembalikan Rayka pada Dira. di susul Arya dan Chika yang menghampiri mereka dan mereka pun pulang ke rumah masing masing.


Guys.. sebenarnya aku mau tulis satu episode terakhir hari ini, tapi karena ada alasan tertentu jadi aku sedikit memperpanjang episodenya mungkin sampai awal bulan, semoga enggak bosan yak.. jangan lupa vote yak cinta ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗


__ADS_2