Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Rindu mereka


__ADS_3

3 bulan kemudian, Singapura.


Saat ini Nanda dan Sabrina sudah menetap 3 bulan di Singapura. Mereka belum kembali lagi di Indonesia meskipun orang tua mereka kerap munyuruh agar mereka pulang untuk beberapa hari ke Indonesia. Tapi Nanda tidak pernah mau, dia hanya ingin fokus pada kesehatan Sabrina yang saat ini rutin memeriksan dirinya di salah satu rumah sakit di sana. Nanda pun sudah mendapatkan perkerjaan di sana dan suasana yang berbeda tentunya.


"Assalamualaikum," ucap Nanda saat baru pulang berkerja sore itu dan masuk ke apartemennya.


"Walaikumsalam kak." Sabrina tersenyum menyambut kepulangan suaminya dan mencium punggung tanganya.


"Aku sudah siapkan makan." ucap Sabrina dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya.


"Aku mandi dulu ya." Nanda bergegas masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur.


Nanda mengambil handphonenya dan melihat beberapa foto bersama teman temannya dulu. Tidak terasa sudah 3 bulan dia tidak menghubungi teman temannya itu. Nanda merasa dunianya sedikit berbeda sekarang. Dia tidak mempunyai teman dekat di sana, Nanda merasa cara berteman mereka berbeda meskipun ada beberapa orang Indonesia di kantornya.


Nanda lebih banyak menghabiskan waktu dengan istrinya. Tidak seperti dulu yang biasanya setiap minggu dia selalu berkumpul dengan teman temannya. Nanda menghela nafas dan bergegas mandi.


"Makan dulu kak," ucap Sabrina saat Nanda menghampirinya di meja makan.


Nanda tersenyum dan mulai menyantap makanannya.


"Bagaimana perkerjaan kakak hari ini?" tanya Sabrina tenang hari yang di jalani Nanda.


"Biasa saja," jawabnya singkat sambil mengunyah makanannya.


Sabrina tersenyum.


"Oia bagaimana caffe error sekarang?" tanya Sabrina kembali.

__ADS_1


"Entahlah, aku belum menghubungi mereka."


Sabrina terdiam dan mengerti jika Nanda sengaja tidak menghubungi teman temannya.


"Apa kak Kemal benar suka menggoda pegawai cafe error kak?" tanya kembali Sabrina.


Nanda tertawa "Iya lah, untung aja Shanum enggak tau, tapi dari SMA kelakuannya gitu sih kayaknya mulutnya gatel kalau enggak goda cewek cantik, tapi dia setia kok." jawab Nanda dengan ekspresi wajah yang lebih terlihat ceria.


Sabrina tersenyum " Kalau kak Rainan gitu juga?" tanya Sabrina.


Nanda tertawa "Rainan lebih dari itu, dia selalu unggul kalau soal cewek tapi sekarang jadi bucin gitu." jawab Nanda seraya menggelengkan kepalanya.


"Kalau kak Arya?" tanya Sabrina kembali.


"Kalau Arya agak cuek sih, agak susah jatuh cinta dia orangnya buktinya dia malah milih tetangganya sendiri, padahal kan banyak ya cewek lain.. aneh banget emang tuh anak." Nanda kembali menggelengkan kepalanya dan tersenyum mengingat kelakuan teman temannya.


Sabrina terdiam dan mengerti pasti Nanda sangat lah rindu kehidupan di Indonesia dan teman temannya.


Nanda mengerutkan keningnya dan melihat wajah Sabrina yang tampak sedih. Nanda bangkit dari kursinya dan menyeret kursi makan dan mendekatkan wajahnya ke Sabrina.


"Minta maaf untuk apa?" tanyanya bingung seraya memegang lembut tangan Sabrina.


"Kalau saja aku tidak sakit, kakak tidak perlu seperti ini, aku tau kakak tidak suka kehidupan di sini dan sangat merindukan teman teman kakak kan?" ucap Sabrina dengan air mata di pipinya.


Nanda segera menyeka air mata itu dengan jarinya.


"Ini bukan salah kamu, aku memang rindu kehidupan di Indonesia, tapi kamu lebih penting dari itu." ucap Nanda lembut.

__ADS_1


"Kak, aku ingin kita pulang saja, aku tidak apa apa tidak punya anak, kita bisa adopsi anak nanti." pinta Sabrina dengan nada yang terbata bata.


Nanda menggeleng" Ini bukan soal anak, apa kamu lupa kata dokter, ini tidak baik untuk kesehatan mu, dengarkan aku, aku akan tetap di sini sampai benar-benar tidak ada lagi masalah di tubuh mu, aku mencintaimu lebih dari apapun." ucap Nanda yang langsung memeluk Sabrina.


"Aku benar-benar beruntung mempunyai suami seperti kakak." ucap haru Sabrina di pelukan Nanda


***


Di Indonesia.


Siang itu Rai sedang berkunjung ke cafe errornya yang rutin untuk mengecek keadaannya seminggu sekali. Tampak Kemal dan Arya yang sudah ada di sana dan sedang duduk seraya melihat laporan cafenya.


"Udah lama loe." ucap Rai yang langsung duduk bersama mereka.


"Lama loe." umpat Kemal.


Mereka pun mengobrol tentang laporan tersebut untuk beberapa saat.


"Eh, si Nanda belum hubungin loe semua?" tanya Rai.


Nanda dan Kemal menggeleng. Dan Rai menghela nafas mengingat sudah cukup lama temannya itu tidak menghubungi mereka semenjak pergi ke Singapura.


"Kayanya dia sengaja enggak hubungin kita." ucap Kemal.


"Sengaja? kenapa gitu?" tanya Rai bingung.


"Mungkin mau lebih fokus sama kesehatan istrinya." jawab Kemal dengan analisanya.

__ADS_1


Arya dan Rai mengangguk dan membenarkan ucapan Kemal meskipun mereka semua cukup merasa kehilangan sekarang Nanda tidak bisa lagi berbagi tawa dengan mereka.


Bantu vote yak cinta.. 😍😍❤️❤️❤️❤️


__ADS_2