
Sore itu Rai sampai di rumah nya dan di sambut Dira yang melihat Rai dan anaknya memasuki rumah.
" Sayang udah pulang? " Dira bergegas menghampiri Rai dan mencium punggung tangan suami nya.
" Iya."
"Aduh sayang, mama kangen banget sama kamu," Dira segera menggendong Rayyan dan menghujami nya ciuman.
" Kok enggak bilang mau ke rumah Nanda? "
" Iya, tadi mendadak Nanda telepon,"
" Oh, terus Rayyan enggak nakal kan di sana? " Dira memasang wajah curiga.
" Enggak kok, dia bersikap saaangaaat manis, yaudah aku mandi dulu ya." sahut Rai sambil memberikan senyuman palsu dan bergegas untuk mandi.
Beberapa hari kemudian.
Pagi itu Dira sedang duduk di meja Rias nya seraya menyisir rambut panjang nya.
" Sayang, nanti malam kita ke acara reuni ya," ucap Rai saat menghampiri Dira.
Dira mengerutkan kening nya dan menoleh ke arah Rai " Reuni? Reuni apaan?" tanya nya bingung.
" Reuni SMA."
" Reuni SMA? kok aku baru tau sekarang? "
" Iya aku lupa kasih tau, kolega bisnis aku ternyata teman SMA kita, aku dapat undangan nya berhubung dia tau aku nikah sama kamu jadi dia enggak kabarin kamu," jelas Rai.
" Oh gitu, semangat banget ya.. senang ya mau ketemu barisan mantan di sana? " Goda Dira dengan nada sinis.
" Malam ini kayaknya bakal kelabu deh soalnya pasti bakal jadi hari patah hati berjamaah kalau mereka tau aku udah nikah sama kamu," sahut Rai sambil tertawa.
" Oh gitu, jadi nyesel gitu nikah sama aku karena buat banyak mantan kamu patah hati, gitu maksudnya? " Dengus Dira kesal.
" Enggak lah, mana mungkin aku nyesel nikah sama kamu, yaudah nanti kita berangkat jam 7 yah," Rai mencium gemas pipi Dira.
Malam hari Rai, Dira dan balita mungil nya bergegas ke sebuah hotel untuk menghadiri acara SMA tersebut. Dira melingkarkan tangan nya di lengan Rai yang sedang menggendong Rayyan. Tampak sudah banyak teman temannya yang hadir di acara tersebut, beberapa kali Rai dan Dira menjawab ramah teman teman nya yang menyapa mereka.
"Sayang, bisa longarin sedikit enggak pegangan nya, ribet nih aku sambil gendong Rayyan," ucap Rai dengan lembut yang merasa Dira terlalu erat mengandeng nya.
" Bilang aja takut ada mantan kamu yang lihat," ketus Dira.
" Astagfirullah, enggak yank." elak Rai.
" Rai," terdengar suara pria memanggil nya.
Rai segera memutar pandangan nya mencari asal suara tersebut, sampai terlihat Arya, Nanda dan kemal yang sudah duduk di ruangan tersebut.
" Ribet banget si Rai, dasar bucin," ledek Nanda yang terkekeh geli melihat Rai yang tampak repot menggendong anaknya dan mengandeng Dira.
" Udah lama loe? " tanya Rai saat menghampiri dan duduk bersama mereka.
" Udah, untung aja rambut gue enggak beruban nunggu loe," cletuk Arya yang di respon tawa renyah dari Rai.
__ADS_1
" Aku haus nih," keluh Dira.
" Yaudah aku ambil minum dulu ya, Rayyan sayang kamu sama mama dulu ya," Rai hendak memberikan putranya pada Dira tapi balita tersebut seakan tidak mau lepas dari Rai dan menangis.
" Enggak mau sama aku, yaudah bawa aja yank," sahut Dira yang mengerti putranya sangat lengket dengan Rai.
" Ya ampun yank, ribet banget ambil minum sambil gendong gini," keluh Rai.
" Ribet? jadi maksud kamu punya ansk ribet gitu? " sahut Dira dengan tatapan menyeramkan.
" Gimana sih loe Rai, bikin nya aja enggak ribet ya," ledek kemal yang di respon tawa dari Arya dan Nanda.
" Puas loe ya." gerutu Rai yang akhirnya beranjak dari kursi nya menuju meja besar yang terdapat banyak makanan dan minuman di sana.
" Rainan? kamu Rai kan? " sapa seorang wanita saat Rai sedang mengambil minum.
Rai menoleh dan melihat wanita cantik dengan tinggi semampai tersenyum ke arah nya.
" Ternyata benar kamu Rai ya? ya ampun kamu tuh enggak berubah ya masih ganteng aja," pujinya sambil memberikan senyum menggoda.
Rai mengerutkan kening nya sambil tetap terdiam.
" Kamu pasti lupa ya? aku Jessica, mantan kamu dulu, kita pernah pacaran 3 bulan waktu kelas 2 SMA," ucap wanita tersebut yang mencoba mengingatkan memori Rai.
" Oh, iya aku ingat, sory ya tadi agak lupa udah lama soalnya." sahut Rai tersenyum walau sebenarnya masih tidak terlalu ingat sosok wanita di hadapan nya karena terlalu banyak mantan nya saat SMA dulu membuat nya menjadi bingung sendiri jika harus mengingat nya satu persatu.
" Iya enggak apa apa kok, ini anak siapa Rai? " tanya wanita tersebut sambil melirik Rayyan yang tengah tersenyum ceria.
" Oh, ini anak aku."
" Ehem, sayang." panggil seorang wanita dari arah belakang Rai.
Rai menoleh dan melihat Dira yang perlahan menghampiri nya dan kembali melingkarkan tangan nya di lengan Rai.
" Kamu? kamu Nandira kan? wanita itu kembali bertanya yang memang memgenal Dira juga.
" Iya, ini istri aku," jawab Rai sambil tersenyum.
" Istri? kok bisa? " wanita itu sangat terkejut mendengar ucapan Rai dan memasang ekspresi yang tak biasa.
" kok bisa gimana maksudnya? ada yang salah gitu? " sahut Dira yang tampak kesal dengan wanita di hadapan nya.
" Udah sayang, kita ke meja lagi aja ya, Jessica gue ke sana dulu ya," pamit Rai yang merasakan hawa panas di sekitarnya dan bergegas menuntun Dira kembali ke mejanya.
Ya ampun, bini gue galak banget sih sekarang. batin Rai.
Mereka pun menikmati acara malam itu, sambil mengobrol bersama teman-teman SMA nya yang lain di iringi bintang tamu yang bernyanyi mengisi acara tersebut.
Tampak Nanda yang kembali ke meja mereka setelah mengambil kue. Nanda melirik baby Rayyan yang tampak bergumam sesuatu yang tidak jelas dengan bahasa bayi nya sambil memandang ke arah Nanda.
" Mau? " Nanda mendekatkan kue nya pada Rayyan yang sedang berdiri di pangkuan Rai.
Tangan mungil balita tersebut tampak ingin mengambil kue yang di pegang Nanda.
" Sini yuk, kita ambil lagi," Nanda mengambil Rayyan dari gendongan Rai dan berjalan menuju meja besar yang berisi banyak makanan.
__ADS_1
BUUUKKKHH.
terdengar suara benda jatuh saat Nanda tanpa sengaja menabrak seseorang di depan nya.
" Sory, sory enggak sengaja." ucap nya saat melihat beberapa kue terjatuh karenanya.
" Oh, iya enggak apa-apa kok," sahut seorang gadis cantik berhijab.
Nanda cukup terkejut dengan gadis cantik yang berdiri di hadapan nya sambil tersenyum ramah.
" Sabrina? kamu sabrina kan? " seru Nanda antusias.
Gadis itu hanya terdiam dengan ekspresi bingung.
" Pasti lupa ya, aku Nanda kakak kelas kamu, dulu kita pernah satu ekstrakulikuler bareng, ingat enggak? " Nanda mencoba memulihkan ingatan gadis tersebut.
Tak lama terlihat seulas senyum di bibir gadis itu" Kak Nanda ya, iya aku ingat, maaf ya tadi agak lupa," Jelasnya.
" Iya, enggak apa-apa kok, enggak nyangka ya bisa ketemu lagi," sahut Nanda antusias melihat saat bertemu dengan gadis yang sempat di sukai nya dulu.
" Iya," gadis itu kembali tersenyum dan melirik Rayyan yang sedang di gendong Nanda.
" Ini bukan anak aku kok, ini anak Rainan, mirip kan, kalau aku sih belum nikah ." sahut Nanda yang seolah tau isi fikiran gadis di hadapan nya seraya mempromosikan diri.
" Oh, ini anak kak Rainan? iya mirip." gadis itu tersenyum dan mencubit gemas pipi Rayyan.
" Iya." Nanda tersenyum melihat wajah cantik gadis yang sempat di sukai nya dulu.
" Sabrina." terdengar suara perempuan Nanda dan sabrina pun menoleh tampak seorang perempuan yang memanggil nama nya sambil melambaikan tangan menyuruh sabrina mendekat ke tempatnya.
" Kak Nanda, aku ke sana dulu ya." pamit sabrina.
" Oh yaudah." Nanda tersenyum dan melihat gadis itu yang perlahan meninggalkan nya.
Nanda pun kembali ke meja teman temannya dan memberikan Rayyan pada Rai.
" Eh, tadi yang ngobrol sama loe si sabri bukan? " tanya Kemal yang sempat melihat Nanda dan sabrina mengobrol dari kejauhan.
" Iya,"
" Makin bening ya." goda kemal yang melihat Nanda masih menyukai gadis itu.
" Sabri siapa sih? " tanya Rai sambil mengerutkan kening nya.
" Sabri adik kelas kita, yang pakai hijab itu, cinta tak sampai nya Nanda." ledek arya yang juga membuat kemal tertawa.
"Oh iya, gue inget." Rai juga tertawa mengingat dulu Nanda sempat berusaha jungkir balik untuk mendapatkan perhatian gadis itu, tapi jangankan di respon menoleh ke arah Nanda pun seperti nya enggan.
" Memang nya sabri enggak suka sama Nanda? " tanya Dira heran yang menilai Nanda cukup tampan seharusnya cukup mudah untuk dia mendapatkan gadis yang di inginkan nya.
" Enggak lah, bidadari surga gitu mana mungkin suka sama cowok urakan," sahut Rai yang di respon tawa dari Arya dan kemal.
" Sialan loe." umpat Nanda berdecih kesal.
Guys jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote yak.. ❤️❤️❤️
__ADS_1