Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
awal


__ADS_3

Setelah memgantar Dira pulang Rai pun bergegas menemui teman temannya di sebuah cafe.


"Lama banget loe.. nyasar loe? ucap Arya begitu melihat Rai datang dan duduk bersama mereka.


"Sory, gue nganter Dira pulang dulu, "


"Dira? cewek baru loe Rai? " tanya Kemal sambil mengerutkan kening nya.


"Katanya udah tobat, sekarang maen cewek lagi.. tobat sambel loe, " timpal Nanda di iringi tawa mereka ber tiga.


"Dira.. Nandira teman SMA kita dulu yang pernah jadi target gue loe inget kan? "


"Inget lah.. yang udah ngasih tamparan manis kan buat loe, " ucap Nanda sambil tertawa.


"Terus ngapain loe nganterin dia pulang? clbk loe? tanya aRya.


"Bokap gue jodohin gue sama dia," ucap Rai yang akhirnya menceritakan hal itu pada teman teman nya.


Uhuk.. uhuk.. Kemal pun langsung tersendak mendengar ucapan Rai " serius loe? tanya Kemal.


"Serius banget, " jawab Rai.


Yang langsung di sambut gelak tawa dari ketiga teman teman nya itu.


"Aduh Rai.. Rai.. loe berdua itu emang jodoh kali, yang satu cupu, yang satu palayboy cap teri.. gue jadi engga sabar liat gimana anak loe nanti, " ucap Kemal sambil terus tertawa.


"Ah.. ngomong sama loe pada emang engga ada faedah nya.. bukan nya ngasih solusi malah pada ketawa, " umpat Rai yang mulai merasa jengkel.

__ADS_1


"Kasih solusi gimana Rai,  kan yang kaya bokap loe kalau loe engga nikah mau loe engga bisa senang senang lagi? udah nikmatin aja lah.. lumayan jadi ada pelampiasan di kasur.. ya engga? " ucap Arya di iringi tawa Kemal dan Nanda.


"Otak mesum loe ! " umpat Rai.


***


Hari demi hari pun berlalu.. akhirnya tiba pernikahan Rai dan Dira.. mereka melangsungkan akad sekaligus resepsi di hari yang sama di sebuah hotel. Dira tampak cantik dengan gaun pengantin yang di kenakan nya, begitu juga dengan Rai yang tampak tampan dan gagah hari itu. Acara pun berjalan sangat lancar dari awal hingga akhir.


Setelah acara selesai Rai dan Dira pun menginap di hotel yang sama. Dira mulai masuk ke kamar hotel nya yang di hias seindah mungkin oleh pewagai hotel khusus untuk pengantin baru tersebut, tampak kelopak bunga mawar merah yang bertaburan dan di hias cantik di atas sprai berwarna putih .


Dira tampak sedikit terkesan dengan pemandangan tersebut.


"Norak banget sih, " ucap Rai yang sudah ada di belakang Dira dan seperti tidak suka dengan pemandangan di tempat tidur mereka.


"Kalau tidak suka bersihkan saja," ucap Dira yang langsung bergegas ke kamar mandi.


"Susah banget sih buka nya!!! " gerutu Dira yang mulai kesal.


Dira keluar dari kamar mandi di lihat Rai yang besandar di ranjang sambil memainkan handphone nya.


"Rai," panggil Dira seraya menghampiri nya.


"Heeemmm, "


"Rai, tolongin aku dong,  "


"Tolongin apa? " Rai  menoleh ke arah Dira yang sudah berdiri di hadapan nya.

__ADS_1


"Tolong bukain resleting aku di belakang, " Dira akhirnya memutuskan untuk meminta tolong pada Rai dari pada harus terjebak dengan gaun pengantin itu semalaman.


Rai  bangkit dari ranjang nya dan mencoba membuka resleting belakang gaun pengantin Dira. Rai menurunkan dengan perlahan resleting tersebut yang menampakkan kulit putih dan mulus bagian tubuh nya . Dira memang bukan gadis yang cantik tapi dia memiliki tubuh yang putih dan mulus membuat Rai tanpa sadar terus memperhatikan bagian belakang tubuh Dira yang terbuka.


"Rai udah selesai belum? buka sedikit aja, sisanya aku bisa sendiri, " ucap Dira yang membayarkan lamunan Rai.


"Sudah," jawab Rai yang langsung duduk kembali ke ranjang dan memperhatikan Dira yang kembali ke kamar mandi.


Setelah cukup lama mandi Dira pun keluar dari kamar mandi dan mengenakan setelan baju tidur berwarna peach. Dira memperhatikan Dai yang masih bersandar di ranjang dan sibuk dengan handphone nya.


Dira memilih merebahkan dirinya di sofa dekat ranjang mereka.


"Kamu mau tidur di situ? " tanya Rai yang membuat Dira menoleh ke arah nya.


"Iya.. kalau kamu tidur di kasur aku tidur di sofa,  "


Rai beranjak dari ranjang nya dan menghampiri Dira yang masih berbaring di sofa.


"Apa maksud mu?? kamu tidak ingin tidur dengan ku? " tanya Rai yang menatap tajam Dira.


"Iya aku tidak mau tidur dengan mu, kita memang sudah menikah tapi jangan coba coba sentuh aku Rai, aku enggak mau di sentuh sama cowok yang aku benci,"


"Oh.. begitu.. kamu fikir aku mau menyentuh mu?? kamu itu tidak usah kepedean lah Nandira.. aku tidak pernah berfikir untuk menyentuh mu," Rai langsung meninggalkan Dira keluar kamar.


"Baguslah kalau kamu tau diri, " gumam Dira yang langsung merebahkan dirinya di ranjang.


Rai memilih keluar kamar dan duduk di taman hotel yang sepi,  sebenarnya rai ingin beristirahat di hotel karena merasa sangat lelah karena acara pernikahan mereka hari ini tapi Rai menjadi sangat jengkel mendengar ucapan Dira barusan.

__ADS_1


"Baru kali ini ada yang nolak deket gue, sok cantik banget sih tuh cewek.. di kira gue nafsu kali sama dia, " gumam Rai sambil menahan emosi nya.


__ADS_2