Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Kegelisahan


__ADS_3

Sore itu Dira sudah kembali ke rumah setelah pertemuan menyebalkan nya dengan Dimas.


Dira melempar tas nya ke kasur dan merebahkan tubuhnya di sana, di tatap nya langit langit kamarnya, dengan fikiran buruknya yang berkeliaran ke mana mana, sungguh perkataan Dimas sangat membuat nya resah.


Apa yang akan di lakukan nya? Aku tidak ingin terjadi hal buruk pada Rai dan keluarga nya, kenapa dia bisa jadi seperti itu? Dimas yang aku kenal adalah orang yang sangat baik. gumam nya.


Tak lama, sore itu Rai pulang dan bergegas menuju kamarnya.


"Sayang, " ucap nya saat masuk ke kamar dan melihat Dira tengah berbaring di kasur.


Dira menoleh dan bergegas duduk melihat Rai yang menghampiri nya" Sudah pulang? " tanya nya sambil mencium punggung tangan suaminya.


" Sudah, lagi ngelamun ya? " tanya Rai saat melihat Dira yang tadi berbaring seperti memikirkan sesuatu.


" Enggak kok, " Dira tersenyum.


" Yaudah aku mandi dulu ya, " Rai mencium kening Dira dan bergegas ke kamar mandi.


Setelah mandi mereka makan malam, Tak lama Dira merapihkan meja makan lalu menghampiri Rai yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.


" Sayang, " panggil Dira beberapa kali sambil menghampiri Rai tapi Rai hanya terdiam, sampai Dira menepuk lengan nya saat duduk di samping nya.


" Sayang, "


Rai menoleh dengan ekspresi yang sedikit kaget seakan terbangun dari lamunan nya" Oh, iya sayang, "


" Lagi mikirin apa sih? dari tadi aku panggil panggil ngelamun aja? "


.


Rai tersenyum" Enggak apa-apa kok, "


Dira mengerutkan kening nya entah mengapa dia kembali teringat kata kata Dimas" Apa ada masalah? tentang perkerjaan? " tanya nya mencoba menerka nerka dengan raut wajah cemas.


Rai terdiam" Iya ada sedikit masalah di perkerjaan, ada investor perusahaan yang memutus kerja sama nya, " jelas Rai.

__ADS_1


memutus kerja sama? apa investor itu perusahaan orang tua Dimas? batin Dira.


Rai menatap Dira yang hanya diam dan tampak cemas" Sudah tidak usah di fikiran, bukan hal yang buruk kok " Rai tersenyum dan memegang lembut tangan Dira.


Dira memeluk erat tubuh Rai yang berada di hadapan nya.


Apa ini ada hubungannya dengan Dimas? aku sungguh takut terjadi hal buruk pada mu dan keluarga mu karena aku. batin Dira sambil sedikit meneteskan air mata.


" Kamu kenapa sayang? tumben tiba-tiba peluk? "Tanya Rai dengan ekspresi bingung. Rai melepaskan pelukan nya dan melihat wajah Dira yang sedikit basah karena air mata.


" Hey kok malah nangis? " tanya nya yang semakin bingung sambil mengusap air mata Dira.


" Enggak apa-apa kok, " Dira mencoba tersenyum sambil menghapus air matanya.


" Enggak usah berfikir yang macam macam ya, enggak baik untuk kandungan kamu, percaya pada ku, semua akan baik baik saja, " Rai tersenyum sambil kembali memegang lembut tangan Dira.


" Iya, aku punya kejutan untuk kamu, "


Rai mengerutkan kening nya" kejutan? kejutan apa? "


Dira meletakkan tangan Rai pada perutnya yang sudah mulai membuncit. Rai tesentak kaget merasakan sesuatu yang seperti mengeliat di perut Dira.


Dira tersenyum" Iya, lucu ya "


Rai tersenyum sumringah dan terus mengusap lembut perut Dira merasakan setiap gerakan gerakan kecil dari calon bayi nya.


"Aku enggak sabar pengen cepat cepat dia lahir," ucap Rai sambil mencium perut Dira.


"Nanti kalau lahir kamu ngeluh lagi, berisik, apa lagi kalau sudah besar nakal dan banyak tingkah kaya kamu, " Goda Dira


" Ya ampun gitu banget mikir nya.. kalau dia nakal pasti aku marahin lah, aku aja sering di marahin papa, tapi tetap nakal sih.. hehehe,"


"Enggak boleh, enggak boleh ada yang marahin anak aku!! " ucap Dira dengan nada menekan.


" iya, iya enggak dimarahin cuma aku sentil aja, oia aku udah siapin nama untuk anak kita,"

__ADS_1


" Oia, siapa? "


" Heemm.. Rahasia, nanti kalau udah lahiran baru aku kasih tau, "


" iiiiiisshhhh.. nyebelin banget, " Dira memukul gemas lengan Rai. Rai merangkul bahu Dira mendekat kan wajah Dira ke dada nya dan mencium lembut pucuk kepalanya.


" Aku sayang banget sama kamu, "


Dira terdiam mendengar ucapan Rai, perasaan takut semakin menyelimuti hatinya.


Aku juga sayang banget sama kamu, aku enggak mau berpisah dengan mu, tapi aku juga enggak mau hal buruk terjadi pasa mu Rai. gumam Dira lirih.


***


Pagi itu Rai sudah pergi ke kantor seperti biasanya, setelah Rai pergi Dira bergegas mengambil handphone nya dan menekan tombol nomor Dimas.


"Ada apa? apa sudah bersedia menjadi milik ku?" tanya nya saat mengangkat telepon dari Dimas.


" Apa yang sudah kamu lakukan pada perusahaan Rai? kamu kan investor itu? "


" Oh, cepat sekali dia mengadu pada mu? seperti nya Rai mu itu sudah mulai gelisah karena kerja sama itu sangat berpengaruh untuk perusahaan nya, " Dimas tertawa kecil.


" Kamu benar-benar licik, "


" Aku bisa lebih licik dari ini, sebelum semuanya terjadi cepat tinggalkan pria itu dan jadi milik ku, "


" Aku hanya mencintai suami ku, aku tidak akan pernah menjadi milik mu! hentikan semua niat buruk mu!! " sentak Dira yang langsung menutup telepon nya.


Hanya kamu yang bisa menghentikan ku. gumam Dimas sambil tersenyum.


Guys aku punya visual Dimas nih.. Dimas ganteng kok, jangan di musuhin yak.. kasian.. 😂😂


k


__ADS_1


kalau ini Rainan, walaupun pakai jas Rai bukan tipe cowok cool seperti CEO CEO di novel sebelah yak..karakter nya ya gitu deh.. 😂😂



__ADS_2