Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Terbaik


__ADS_3

Setelah keluar dari rumah sakit Arya bergegas ke rumah Chika.


Tok Tok Tok


"Arya." seru Chika yang langsung membuka pintu dengan senyum sumringahnya.


"Ayo berangkat." sambung Chika antusias.


"Kalian mau ke mana?" tanya papa Chika yang menghampiri mereka.


"Om." Arya mencium punggung tangan papa Chika.


"Kia mau jalan, ya kan Ar." gadis itu menyikut pelan lengan Arya.


"Oh iya om." Arya tersenyum kaku.


"Oh yasudah, hati hati." papa Chika menepuk punggung Arya seraya tersenyum.


Mereka berpamitan dan mulai meninggalkan rumah Chika.


"Kita mau kemana?" tanya Arya di sela sela perjalanan mereka.


"Ke cafe, Ricko sudah nunggu di sana Ar."


Arya mengangguk dan menuju sebuah cafe di dalam sebuah mall. Tak lama mereka sampai dari kejauhan terlihat Ricko yang sudah menunggu.


"Cik, kamu mau di cafe aja atau gimana?" Arya menghentikan langkah kakinya.


"Mau jalan juga sih Ar, kenapa memangnya?"


"Nanti pulangnya aku jemput aja ya, aku ada urusan sebentar." Arya mencoba mencari alasan yang sangat malas jika harus menjadi obat nyamuk untuk Chika dan pacarnya.


"Oh yaudah, enggak apa-apa, aku ngerti kok." Chika tersenyum.


"Yaudah aku pergi dulu."


"Nanti aku hubungi lagi ya kalau mau pulang, makasih ya kamu selalu baik sama aku." Chika kembali memberikan seulas senyum manisnya.


Arya membalas senyuman itu dan bergegas pergi keluar mall dan lebih memilih menunggu Chika di cafe errornya. Selana beberapa hari Chika selalu rutin untuk minta di temani Arya dan Arya selalu bersedia mengantar dan menjemput Chika bertemu dengan pacarnya bak supir online. Sampai suatu sore Chika menghubungi Arya kembali saat Arya hendak pulang dari kantor. Arya tau pasti Chika kembali meminta bantuannya.


"Ada apa Cik?"


"Ar, nanti malam temani aku lagi ya, Ricko ulang tahun malam ini." pinta gadis itu.


Arya teediam. Entahlah hari ini dia merasa sangat malas dan jenuh menemani Chika. Arya sudah sangat lelah.

__ADS_1


"Maaf Cik, malam ini aku ada urusan." tolaknya halus.


"Ar, hari ini ada pesta ulang tahun Ricko aku harus dataw, aku mohon temani aku ya." gadis itu mengiba.


"Maaf Cik, aku enggak bisa." tolak Arya kembali.


Gadis itu terdiam sesaat.


"Oh yaudah, enggak apa-apa, aku ngerti." jawab Chika lirih dan menutup teleponnya.


***


Malam itu Arya merasa sangat suntuk dan mendatangi klub malam kesukaannya. Arya memesan wine dan menengguknya di meja bar. Arya memicingkan matanya tampak sekelompok orang yang seperti sedang mengadakan party di klub tersebut.


"Sendiri aja loe." seorang teman klubnya menepuk punggung Arya dan duduk di sebelahnya.


"Rame banget di sana." Arya menunjuk sekelompok orang yang tampak heboh di sana.


"Iya, katanya sih lagi rayain ultah." sahut temannya singkat.


Arya menggsnguk dan kembali menengguk wine yang di pegangnya.


"Chika." panggil Ricko yang melihat kekasihnya itu baru datang dan masuk klub malam tersebut.


"Sayang maaf ya, aku telat." sesal Chika.


"Minum sayang." Ricko menuangkan wine untuk Chika.


Gadis itu mengeleng "Aku enggak suka minum." tolaknya.


"Kita itu sudah lama tinggal di luar negeri tapi tetap saja kamu enggak mau minum, payah sekali." cibir Ricko.


"Aku enggak suka, tidak baik untuk kesehatan sayang." Chika mengambil gelas wine yang di pegang Ricko tampak wajah Ricko yang jengkel.


Semakin larut party di klub malam itu semakin meriah dan Ricko lah bintangnya malam itu.


"Sayang, ke dalam yuk." bisik Ricko di telinga Chika.


Gadis itu mengerutkan keningnya " Ke mana."


Ricko menunjuk sebuah lorong di klub tersebut yang menuju ke sebuah kamar pribadi di dalamnya.


"Untuk apa ke sana?"


Ricko tertawa "Masa tidak mengerti, kita ini sudah dewasa sayang."ucapnya seraya mengelus punggung Chika yang sedang ei di rangkulnya.

__ADS_1


"Aku tidak mau." tolak Chika yang mengerti Ricko pasti menginginkan tubuhnya.


"Enggak usah munafik gitu lah." Ricko tampak sedikit jengkel.


"Aku bilang enggak mau."


"Ini hari spesial aku harusnya kamu berikan yang spesial juga untuk ku." bujuknya.


"Tapi tidak harus dengan cara seperti itu." tolak Chika kembali.


"Mending kamu cepat ikut aku." paksa Ricko yang menarik lengan Chika.


"Kamu apa apaan sih! aku bilang enggak mau." tolak Chika yang berusaha melepaskan tangan Ricko.


Arya yang masih duduk di dekat meja bar memicingkan matanya saat melihat gadis cantik yang di kenalnya di kerumunan sekelompok orang yang mengadakan party itu. Tampak gadis itu meronta karena tangannya di tarik paksa oleh seorang pria menuju sebuah kamar di sana.


"Chika??!!" gumam Arya yang langsung berlari menuju tempat Chika di paksa masuk ke dalam sebuah kamar oleh Ricko.


"Lepaskan aku!!" pekik Chika.


Ricko mengunci pintu, matanya nakalnya menyerangai buas dan mendorong Chika ke ranjang.


"Enggak usah munafik kamu, nanti kamu juga menikmatinya." ucapnya dengan tersenyum penuh nafsu.


Ricko menindih tubuh Chika dan menciumnya paksa. Chika menangis dan meronta sekuat tenaga membuat Ricko merobek paksa deess yang di kenakakannya.


"Lepaskan aku, aku mohon!!" pekik Chika sambil terus menangis.


Sampai terdengar gedoran pintu. Arya berulang kali mencoba membuka pintu itu sampai dia bisa mendobraknya sekuat tenaganya.


"Arya." Chika terkejut melihat Arya saat itu.


Ricko menghentikan aksinya dan menoleh ke arah Arya, belum sempat Ricko menatap Arya tapi Arya sudah memukul wajahnya keras, menghujaminya dengan pukulan bertubi tubi di wajah Ricko sampai Ricko tersungkur dan tak berdaya.


"Sekali lagi gue liat loe temuin Chika, mati loe." ancam Arya seraya menarik kerah baju Ricko.


Arya melihat Chika yang masih menangis dan tampak dress yang di kenakakannya berantakan dan robek. Arya melepas jaketnya dan menutupi tubuh Chika lalu memapahnya ke dalam mobilnya.


Di dalam mobil Chika hanya menundukkan kepalanya dan menangis terisak. Arya memegang dagu gadis itu dan menghapus air mata Chika dengan jarinya.


"Sekarang kamu mengerti kenapa papa mu tidak menyukainya?" ucap Arya yang menatap Chika yang masih menangis dan menunduk.


Chika mengangguk dan memeluk Arya menumpahkan air matanya di pelukan Arya.


"Terima kasih, kamu selalu yang terbaik." ucap Chika lirih.

__ADS_1


Guys.. bantu vote donk..biar aku semangat nulisnya.. 😢😢


__ADS_2