Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Rainan ku


__ADS_3

1 bulan kemudian.


Siang itu Dira sedang melakukan aktifitas biasanya di dapur, di ambil nya kotak makan dan segera memasukkan beberapa masakan nya ke dalam kotak makan tersebut.


Aku mau ke kantor Rai.. dia pasti senang aku bawakan makan siang. gumam Dira sambil tersenyum.


Dira bergegas mengganti pakaian nya dan keluar rumah menuju kantor suami nya. Tak lama Dira sampai, tapi langkah nya terhenti ketika melihat dan mendengar suara pria yang sedang berada di ruangan nya, Dira memundurkan langkah nya dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam.


" Bagaimana laporan yang papa berikan sudah di selesaikan? " ucap papa Rai saat duduk berhadapan di ruangan putranya.


" Sudah, " Rai memberikan map berisi laporan pada papa nya.


" Semua nya sudah tidak stabil," ucap papa lirih.


Rai terdiam sejenak dan menghela nafas " Aku mengerti,"


" Kenapa semua investor perlahan memutuskan kerja sama nya dengan perusahaan kita tanpa alasan yang jelas, benar benar membingungkan, " Papa memijat kening nya perlahan mencoba meredam kepenatan nya.


Rai terdiam memandang iba wajah papa nya yang terlihat sudah cukup putus asa.


" Kalau begini perusahaan kita bisa mengalami kebangkrutan, "


" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, "


" Aaaaarrrgghh, " desis papa memegangi kepala nya.


" Papa tidak apa-apa? " Rai panik dan beranjak dari kursi nya menghampiri papa nya.


" Pusing sekali, mungkin tekanan darah ku naik, " ucap nya.


" Aku antar ke dokter ya," bujuk Rai.


" Tidak usah, sudah ada obatnya di rumah,"


" Kalau begitu pulang saja, aku antar ke rumah, istirahat saja," Rai bergegas mengambil kunci mobil nya dan mengantar papa nya pulang ke rumah.


***


Dira kembali ke rumahnya, merebahkan tubuhnya di ranjang. Air mata perlahan membasahi pipi nya.


Kenapa harus seperti ini? ini semua karena aku. gumam Dira.


Dira mengambil handphone nya dan menghubungi seseorang.


" Aku ingin bertemu dengan mu, "

__ADS_1


" Baiklah, aku tunggu di cafe dekat kantor, "


Dira bergegas mengambil tas nya untuk keluar rumah menuju cafe tersebut. Tak lama Dira sampai di lihat nya Dimas yang sudah menunggu di sana. Dira duduk di hadapan nya dengan sorot mata yang penuh amarah.


" Kamu cantik, meskipun dengan raut wajah seperti itu, " puji Dimas seraya tersenyum tipis.


" Apa lagi yang sudah kamu lakukan? "


Dimas kembali tersenyum" Aku? memang nya aku melakukan apa? "


BRAAKK!


Tanpa sadar Dira mengebrak meja yang sontak saja membuat beberapa pengunjung disana melirik ke arah mereka.


" Sejak awal aku mengenal mu, kamu gadis yang sangat manis dan lembut tidak seperti sekarang, apa suami brengsek mu itu yang telah merubah kelakuan mu? "


" Cepat katakan rencana apa lagi yang sudah kamu lakukan?!! " geram Dira.


" Oh, aku hanya menyuruh beberapa investor untuk memutuskan kerja sama dengan perusahaan nya dengan tawaran yang lebih menarik"


Dira mengepal kedua tangannya, sungguh pria di hadapan nya sudah sangat memuakan untuk nya.


" Sebentar lagi perusahaan itu akan bangkrut, apa kamu mau membiarkan itu terjadi? aku bisa mematakahkan bunga yang tidak aku sukai, menginjak nya dalam sekejap tapi aku juga bisa menumbuhkan bunga yang lebih indah juga dalam sekejap, seperti itu gambaran perusahaan wijaya saat ini, "


" Ikut lah dengan ku, aku sudah menyiapkan rumah yang mewah untuk mu jauh dari kota ini, tenang saja kita tidak akan tinggal bersama, aku akan bersabar sampai kamu melahirkan dan mengurus surat perpisahan mu dengan nya, yang penting kamu jangan lagi menemui nya, " jelas Dimas


Dira terdiam dan bangkit dari kursi nya.


" Aku tunggu besok malam di bandara, " sambung Dimas.


Dira bergegas meninggalkanmu Dimas tanpa mengucapkan apa pun.


***


Malam hari Dira menikmati makan malam nya dengan Rai. Setelah makan Dira menghampiri Rai yang sedang bersandar di ranjang.


" Sudah minum susu dan vitamin belum? " Tanya Rai saat Dira duduk di sebelah nya.


" Belum, "


" Yasudah aku buatkan susu ya, " Rai hendak beranjak dari ranjang tapi Dira menahan lengan nya.


" Nanti saja," Dira menyandarkan kepala nya di bahu Rai memegang lembut tangan nya.


" Boleh aku berbaring di pangkuan mu, aku ingin di manja suami ku, " ucap Dira.

__ADS_1


" Emmm.. gimna ya, enggak boleh, pasti kepala mu berat, tubuh mu saja sudah kaya roti sobek sekarang, " Goda Rai.


Dira mengerutkan kening nya melirik beberapa bagian tubuh nya yang memang lebih terlihat berisi dari sebelumnya.


" Oh, gitu, yaudah enggak jadi, " Dira memalingkan wajah nya dan hendak beranjak dari ranjang. Rai dengan cepat memeluk tubuh belakang nya.


" Ngambek, gitu aja ngambek.. bercanda sayang.. hehehe," Rai mencium gemas pipi Dira.


" Enggak lucu tau, " dengus kesal Dira.


" iya, iya ampun.. sini.. kamu boleh berbaring selaaaamaaaa apa pun, " Rai merebahkan kepala Dira di pangkuan nya menguasap lembut rambut nya.


" Sayang, " panggil Dira manja.


" Heeemmm, "


" Kamu benar benar sayang aku kan? "


" Pertanyaan enggak berguna," ketus Rai.


" Aku serius, kalau aku misalnya aku sakit atau koma selama berbulan bulan, aku enggak bisa menemani mu, lalu apa yang kamu lakukan? "


" Lebih baik aku mati saja, hidup juga pasti rasanya akan terasa mati kalau tidak  dengan orang yang kita cintai, "


" Hidup akan terus berjalan meskipun tidak  bersama orang yang kita cintai, " sahut Dira.


" Kamu habis nonton sinetron apa film india  sih? aku enggak suka ucapan mu, "


" Tapi aku.. " Perkataan Dira terpotong saat Rau mendekat kan wajah nya dan mencium lembut bibir nya untuk beberapa saat.


Rai melepaskan ciuman nya" Jangan bicara lagi, aku bisa mati jika harus hidup tanpa mu, "


Dira tersenyum dan merasakan belaian lembut Rai yang terus menusap kepalanya sampai Dira tertidur di pangkuan nya.


Tengah malam Dira terbangun dan melihat Rai yang sudah tertidur di samping nya, di tatap lekat wajah nya dan memegang lembut pipinya.


Aku mencintaimu Rai.. aku juga bisa mati jika hidup tanpa mu, suami nakal ku. gumam Dira sambil meneteskan air mata.


_______________


Guys, curhat Dikit boleh ya, ada pembaca yang mungkin enggak suka sama tulisan aku pakai kata kata yang kurang enak, ya aku jawab kalau enggak suka enggak usah di baca, tapi dia malah balas pakai makian bilang aku **** **** gitu.


Kok ada ya pembaca kaya gitu, Aurthor kalau di kritik soal cara penulisan pasti terima kok, kalau di kritik soal alur ya cuma bisa sabar.. tapi kalau di hina lebih ke personal bukan soal karya kaya nya itu enggak bisa di tolerir deh!!!


Jangan gitu lah say, kalau engga suka, ya aku akui mungkin tulisan aku masih banyak kurang nya, aku juga penulis baru dan ini novel ke dua ku dan yang pasti aku enggak pernah ko buat cerita yang sad ending.. boleh lah kritik tapi enggak usah menghina personal pakai bahasa **** **** gitu lah, lebih bijaklah dalam menggunakan jempol kalian ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2