
Dira segera masuk ke mobil mengejar langkah Rai yang telah lebih dulu masuk ke mobilnya.
"Rai." panggil Dira , tapi Rai hanya terdiam dengan tatapan dingin dan bergegas melajukan mobilnya.
Sampai mereka di villa Dira mempercepat langkah nya mengejar Rai yang menuju kamarnya.
"Rai, kamu kenapa sih? masa cuma gitu aja marah? " ucap Dira yang sudah tidak bisa mengimbangi sikap Rai.
"Aku enggak boleh marah maksud mu? " Rai menoleh ke arah Dira dengan tatapan aneh.
"Kenapa sih Rai, cemburu kamu itu terlalu berlebihan, "
"Berlebihan? cowok itu yang berlebihan, dia sudah terang terangan bilang kalau kamu lebih baik nikah sama dia dari pada aku dia bilang gitu di hadapan ku, apa kamu lupa? dia bilang dia suka sama kamu padahal dia tau kamu sudah nikah, dan aku dengar itu? sekarang dia masih saja telepon kamu, kamu masih bilang aku berlebihan? "
"Yudah aku minta maaf, tapi kan aku enggak ada perasaan apa apa sama dia, "
"BASI." ucap Rai yang langsung meninggalkan Dira keluar kamar.
Dira hanya menghela nafas, dira merasa sifat cemburu dan tempramental Rai sudah menjadi makanan sehari hari nya sekarang.
Dia kadang bersikap manis, kadang juga konyol, kadang menyebalkan kadang juga kasar.. sebenarnya seperti apa sifat kamu rai? aku merasa benar benar tidak bisa mengimbangi nya. gumam dira sambil mencoba memejamkan matanya.
***
Pagi hari Dira mulai membuka matanya, perlahan tangan nya meraba kasur dan merasa tidak bisa menyentuh tubuh Rai pagi itu, Dira membuka matanya lebih jelas dan benar saja Raimemang tidak ada di sebelah nya.
kemana dia? kenapa tidak tidur di sini? apa jangan jangan dia sudah pulang duluan meninggalkan aku?
Dira bergegas mencari Rai di seluruh ruangan sampai Dira menemukan Rai yang hendak akan berenang pagi itu, Dira perlahan berjalan sambil memperhatikan Rai yang sedang melakukan sedikit gerakan pemanasan sebelum berenang. Tampak Rai yang bertelanjang dan dan memperlihatkan tubuh putih dengan otot otot yang kekar melengkapi postur tinggi tubuhnya, Dira sedikit terpana dengan tubuh Rai dan mulai berfikir jelas saja Rai bisa dengan mudah mendapatkan wanita yang di inginkan nya.
"Sudah bangun? " tanya Rai yang melihat Dira melamun tak jauh dari tempat dia berdiri.
__ADS_1
"Su.. sudah " jawab nya gugup dan mencoba menghampiri Rai
"Kamu mau berenang? " tanya Dira.
"Iya lah, kan di depan aku kolam renang masa mau lari." sahut Rai.
Dira pun hanya terdiam dan memilih duduk sambil mengayunkan kaki nya dalam air jernih kolam tersebut.
"Kamu enggak mau berenang? tanya Rai.
"Enggak, dingin. "
Rai hanya tersenyum mendengar ucapan Dira dan mulai menjatuhkan dirinya di kolam tersebut, Dira hanya terus memandangi aktifitas Rai pagi itu.
"Kamu enggak jenuh? " tanya Rai saat mencoba duduk di samping Dira dan mengusap wajahnya yang basah dengan handuk.
"Jenuh kenapa? "
"Dari tadi liatin aku aja, enggak mau berenang juga? "
"Mau di ajarin? "
"Enggak. " jawab Dira sambil menggeleng kan kepala nya.
"Emm.. kamu udah enggak marah? " tanya Dira.
"Masih sih, malah mau niat pulang duluan tadi, " sahut Rai.
"Terus, kenapa enggak pulang aja? "
"Nanti kamu minta jemput si dimas lagi buat anter kamu pulang, "
__ADS_1
"Gimana mau minta jemput kan sim card aku udah di buang sama kamu semalam,"
"Bisa aja kan, kamu hafal nomernya terus minjam handphone orang sini buat telepon dia, "
"iisshh.. dasar fikiran kamu tuh sempit banget sih." ucap Dira sambil sedikit tertawa.
Rai hanya terdiam sambil terus memandang Dira yang tersenyum dan tampak cantik pagi itu walau hanya mengenakan baju tidur.
Rai menarik tangan Dira ke pelukan nya, sambil memegang pipi nya dan mencium lembut bibir Dira pagi itu, Dira menikmati ciuman lembut Rai sambil mempererat tangan nya untuk memeluk Rai, sampai ciuman itu dan pelukan itu terasa hangat dan nyaman untuk nya.
"Den.. den Rainan, sarapan nya sudah siap, astagfirullah! " seru bi risma refleks melihat pemandangan di hadapan nya.
Dira pun refleks mendorong tubuh Rai dan menutup wajahnya dengan tangan mencoba menutupi rasa malu nya.
"Maaf den, maaf. " ucap bi risma yang langsung bergegas meninggalkan mereka.
"Sudah, sudah enggak ada," ucap Rai sambil tertawa melihat Dira yang masih menutup wajahnya dengan tangan.
"Kamu sih kaya gini di sembarang tempat, kan malu, " dengus Dira kesal.
"Udah nikah ini, bi risma ngerti lah, " sahut Rai santai.
"Kamu tuh dasar. " umpat Dira yang langsung berdiri dan hendak meninggalkan Rai, tapi Rai memeluknya dari belakang.
"Rai, lepasin, malu nanti di lihat orang lagi,"
"Yaudah di kamar aja ya biar enggak di lihat," bisik Rai.
"Masih pagi Rai, sarapan dulu ya, "
"Kamu tuh harus di paksa terus ya. " ucap Rai yang langsung mengendong Dira menuju kamar nya.
__ADS_1
"Rai lepasin! " pekik Dira yang tidak sama sekali di perdulikan Rai, sampai Rai merebahkan tubuh Dira di kasur dan mulai melampiaskan hasrat nya pagi itu.
hayy guys, masih belum bosan kan baca novel ini? kasih lebih banyak komen dan like nya juga vote nya donk biar aurthor makin semangat ❤️❤️