
Tania berdecak kesal lalu pergi meninggalkan Kemal dan Shanum.
"Sepertinya kak Tania marah?" ucap Shanum yang mersa tidak enak.
"Enggak apa-apa, sudahlah, kamu jangan merendah lagi ya, aku enggak suka.. kamu lebih baik dari wanita mana pun di mata ku, mengerti?" sahut Kemal yang masih memengang tangan Shanum.
Gadis itu tersenyum simpul mendengar ucapan Kemal. Mereka pun kembali berjalan untuk membeli ice Coffee lalu kembali ke cafe.
"Shanum, kok mau di pegang sama si Kemal? udah pake antiseptic belum?" ucap Arya yang tampak terkejut melihat Kemal masih mengandeng tangan Shanum saat masuk ke cafe.
"Shanum, habis ini cuci tangan 7x ya pakai tanah juga." cibir Nanda sambil tertawa.
Gadis itu pun tampak malu dengan wajah yang merona dan bergegas melepaskan tangan Kemal.
"Sialan loe." dengus kesal Kemal.
Mereka hanya terkekeh geli melihat pasangan baru tersebut. Tak lama Dira, Sabrina dan Shanum pun pulang sedangkan Rai dan teman temannya kembali lagi ke cafe untuk membantu para karyawannya karena ini hari pertama cafe tersebut buka.
***
Keesokan harinya Shanum tampak gelisah karena Kemal berjanji akan menjemputnya malam itu untuk bertemu dengan orang tuanya.
"Shanum." panggil Dira seraya mengetuk pintu kamarnya.
"Iya mbak Dira?" sahutnya sambil membuka pintu.
"Lho kamu belum siap siap? jadi kerumah Kemal kan?" tanya Dira yang tampak bingung.
"Iya jadi mbak, tapi.." gadis itu terlihat risau.
"Aku tau pasti kamu enggak bisa make up ya? ayo ke kamar aku, aku akan buat kamu cantik banget malam ini." Dira tampak antusias mengingat sekarang dia sudah pandai ber make up.
"Enggak apa-apa mbak? enggak merepotkan? " tanya Shanum ragu.
"Enggak kok, ayo." Dira menuntun Shanum ke kamarnya dan menitipkan Rayyan pada Rai.
"Shanum, baju aku banyak yang enggak terpakai semenjak aku hamil, kamu pakai baju aku ya." ucap Dira yang tau pasti Shanum tidak punya baju yang bagus untuk di pakai ke rumah Kemal malam ini.
"Enggak apa apa mbak?"
"Enggak apa-apa kok." Dira membuka lemari besarnya tampak banyak dress cantik di dalamnya.
Dira pun dengan semangat mencocokan baju baju tersebut ke tubuh Shanum yang memang ukurannya sama dengan nya.
"Kayaknya ini cocok deh buat kamu?" Dira menempelkan dress berwarna navy ke tubuh Shanum.
"Di coba ya."
Shanum mengangguk dan bergegas ke kamar mandi untuk mencoba dress tersebut. Tak lama Shanum keluar dan tampak anggun menggunakan deres yang di berikan Dira.
"Wah, kamu cantik banget, cocok." puji Dira.
"Mbak makasih ya, aku benar-benar bersyukur bisa kerja di sini, mvak Dira sama pak Rainan baik banget sama aku." ucap Shanum yang sedikit meneteskan air mata.
"Shanum, kok kamu malah nangis? aku itu udah anggap kamu adik aku." Dira menghapus air mata Shanum.
"Sudah jangan nangis nanti cantiknya hilang, ayo sini aku make up nanti Kemal keburu datang."
Shanum tersenyum dan Dira dengan tangan lihainya mulai memberikan polesan make up natural pada wajah gadis cantik itu. Tak lama Dira selesai melakukan tugasnya.
__ADS_1
"Ya ampun Shanum kamu cantik banget." puji Dira yang melihat wajah cantik Shanum semakin terlihat cantik setelah di make up.
Dira menuntun Shanum pada cermin besar di kamarnya.
"Cantik kan?" Tanyanya pada Shanum yang terlihat terkejut melihat dirinya sendiri.
"Iya mbak, kaya bukan aku, cantik banget, makasih ya mbak." sahut Shanum yang tampak tersenyum sumringah
"Shanum, Kemal sudah datang tuh." panggil Rai yang masuk ke kamar.
"Sayang, lihat Shanum cantik kan?" ucap Dira pada Rai
"Iya, Shanum cantik, Kemal pasti makin suka." puji Rai yang juga menilai Shanum tampak cantik malam ini.
Shanum pun bergegas menemui Kemal yang sudah menunggu di ruang tamu.
"Kak kemal." ucap Shanum yang melihat Kemal sedang melamun di ruang tamu.
Kemal menoleh, matanya terpaku melihat Shanum yang tampak cantik malam itu.
"Kamu cantik banget." puji Kemal.
Gadis itu tersenyum dan tampak tersipu malu.
"Mau berangkat sekarang?" tanya Shanum.
"Oh, ayo." Kemal beranjak dari duduknya dan keluar rumah menuju mobilnya.
Dalam perjalanan Shanum merasa sangat gugup dan tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi nanti di rumah Kemal. Tak lama kemal mberhentikan mobilnya di depan rumahnya. Shanum memutar pandangannya tampak rumah yang besar dan bagus, jantung Shanum semakin berdegup tak karuan.
"Kamu gugup?" tanya Kemal yang melihat wajah Shanum tampak tegang.
"Jujur, orang tua aku memang jarang di rumah karena mereka mempunyai bisnis di luar kota dan aku juga memang jarang berkomunikasi dengan mereka, tapi mereka selalu mendukung apa pun yang aku lakukan selama itu untuk kebaikan ku." jelas Kemal.
Shanum tersenyum simpul" Apa di rumah hanya ada orang tua kakak saja?"
"Iya, hanya ada orang tua aku saja, sebenarnya aku punya adik perempuan tapi dia sedang kuliah di luar negeri, sudahlah jangan tegang ya."
Shanum mengangguk dan tersenyum, dia menghela nafas berusaha mengurangi ketegangannya sebelum turun dari mobil. Dan perlahan masuk ke dalam rumah. Shanum kembali memutar pandangannya tampak dalam rumah yang juga tak kalah besar dan bagus.
"Assalamualaikum." ucap Kemal.
"Walaikumsalam." sahut mamanya yang berjalan menghampiri Kemal.
Shanum memperhatikan dengan seksama wanita yang cantik dan tetap terlihat awet muda itu.
"Mah, ini kenalkan ini Shanum."
"Shanum?" mama Kemal memperhatikan Shanum dengan tatapan yang cukup membuat Shanum canggung.
"Malam tante." ucap Shanum canggung seraya mencium punggung tangan mama Kemal.
"Wah Shanum, kamu cantik sekali." pujinya seraya tersenyum ramah.
"Makasih tante." Shanum tersenyum sumringah.
"Kita makan malam yuk, tante sudah masak."
Shanum pun mengangguk dan menuju ruang makan bersama Kemal.
__ADS_1
"Pah, ada temannya Kemal." ucap mama Kemal pada suaminya yang sudah menunggu di sana.
"Malam om." ucap Shanum yang melihat pria di hadapannya wajahnya cukup mirip dengan Kemal.
"Oia, ayo kita makan." ajak papa Kemal dengan senyum ramahnya.
Mereka pun makan malam bersama, tampak Shanum yang masih merasa gugup.
"Shanum, kamu sudah berkerja atau kuliah?" tanya papa Kemal seraya mengunyah makanannya dan menatap gadis itu.
Shanum terdiam dan menghentikan kegiatan makannya. Dia tampak malu harus menjawab pertanyaan itu.
"Shanum itu baby sister di rumah Rai, dia dari desa pah, Kemal sudah pernah ke rumahnya, dia membantu ibunya mencari uang." jelas Kemal yang membuat Shanum dan orang tua sedikit merasa terkejut.
"Oh begitu, baguslah kamu wanita yang mandiri." puji papa Kemal yang membuat Shanum hanya tertenggun mendengarnya.
Shanum berusaha tersenyum.
"Pah, mah. aku mencintai Shanum, aku ingin menikah dengannya." sambung Kemal yang membuat Shanum dan orang tuanya semakin terkejut mendengarnya.
Tak ada jawaban dari orang tuanya, hanya keheningan di antara mereka membuat Shanum tampak sedih dan semakin merasa tak percaya diri.
"Kamu serius ingin menikah?" tanya mama Kemal dengan wajah serius.
"Aku serius, sangat serius." sahut Kemal penuh keyakinan.
"Kamu pasti punya kepribadian yang baik, sehingga anak om sangat ingin menikah denganmu." ucap papa Kemal yang membuat Shanum tampak terkejut.
"Shanum mempunyai kepribadian yang baik, aku yakin Shanum bisa menjadi istri yang baik untuk ku." puji Kemal yang membuat wajah gadis itu tampak merona mendengarnya.
"Shanum, apa kamu mencintai putra tante?" tanya mama Kemal.
"Saya.. saya mencintai kak Kemal." Shanum tampak semakin gugup.
Kedua orang tua Kemal tersenyum.
"Lalu kamu sudah siap menikah?" sambung papa Kemal.
Shanum terdiam dan tampak bingung harus menjawab apa.
"Sepertinya kamu masih bingung, kami akan menunggu sampai kamu siap." ucap mama Kemal dengan senyumnya.
Shanum tersenyum simpul dan kembali menyantap makanannya. mereka pun berbicang bincang ringan. Setelah itu Kemal mengantar Shanum pulang.
"Shanum."ucap Kemal yang menahan lengan Shanum saat hendak membuka pintu mobil.
Shanum menoleh" Ada apa kak?"
"Apa kamu masih menganggap ku tidak serius?"
Shanum mengerutkan keningnya " Kenapa kakak bicara begitu?"
"Karena kamu tidak menjawab pertanyaan orang tua ku tadi? kapan kamu siap menikah?"
Gadis itu kembali terdiam dengan ekspresi wajah yang tak dapat di mengerti Kemal.
"Shanum, aku ingin cepat menikah dengan mu?" ucap Kemal yang membuat Shanum melihat wajah Kemal yang terlihat sangat serius saat ini.
Nunggu ya? udah di up lagi nih.. aku enggak minta apa apa kok, cuma minta vote aja.. 😅😅😅
__ADS_1