Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Di jaga oma


__ADS_3

Setelah mengantar Sabrina pulang Nanda kembali ke rumahnya di rebahkan tubuhnya di kasur perasaan nya terasa sangat gusar melihat Sabrina terlihat sangat akrab dengan pria yang di lihat nya di kampus, dia seperti merasa cemburu, tapi dia juga sadar dia bukan lah siapa siapa nya Sabrina.


Nanda menoleh ketika handphone di samping nya bergetar, di lihat pesan masuk di handphone nya.


" Nino itu hanya teman ku." tulis Sabri di pesan tersebut yang seolah tau pertanyaan hati Nanda.


Senyum mengembang di bibirnya " Oh, begitu." jawab nya seolah cool padahal hatinya bersorak sorak gembira.


Syukurlah, gue kira pacar nya. batin Nanda lega.


***


Kesekokan hari nya Dira sudah di perolehkan pulang ke rumah saki, Dira bergegas pulang ke rumah orang tua Rai karena kondisi nya masih lemah di awal kehamilan nya.


" Sayang, kamu istirahat ya." Rai memapah tubuh Dira ke kasur.


" Makasih ya, Rayyan mana yank?"


" Oh, sama mama, kamu enggak usah khawatir, sekarang yang jaga Rayyan mama." jelas Rai yang yakin mama nya bisa lebih baik menjaga Rayyan ketimbang diri nya.


" Sayang, kalau aku sudah baikan kita kembali ke rumah ya, aku juga bersedia pakai baby sister jd ada yang bantu jaga Rayyan." ucap Dira yang merasa tidak enak jika mertua nya yang harus membantunya menjaga Rayyan.


Rai mengerutkan kening nya seolah tidak percaya kepala batu istrinya akhirnya mau menuruti nya " Serius?" tanya nya yang masih tidak percaya.


" Serius, tapi aku mau orang yang aku kenal saja ya yang jd baby sister soalnya aku enggak mudah percaya sama orang asing? "


" Siapa memang nya? " tanya Rai dengan ekspresi bingung.


" Nama nya Sanum, di Singhal di kampung di dekat rumah nenek aku, kasian keluarga nya serba kekurangan, dia juga cuma lulusan SMA kata mama sih dia belum berkerja, dia anak yang baik kok, keluarga aku sudah mengenal nya." jelas Dira.


" Oh, ya sudah kalau gitu terserah kamu saja." Rai langsung menyetujui permintaan Dira.

__ADS_1


" Makasih ya, nanti biar mama aku saja yang hubungin dia." Dira tersenyum sumrigah dan mencium pipi Rai.


" Nakal banget sih sekarang." goda Rai.


" Iiisshh.. kamu kenapa bohong sih sama aku? "


Rai mengerutkan kening nya tidak mengerti dengan ucapan Dira" Bohong apa nya? "


" Kata kamu waktu itu aku enggak akan hamil, ko sekarang hamil? " tanya Dira yang memasang wajah polas membuat Rai terkekeh geli melihatnya.


" Ya berarti aku itu tokcer, hebat kan aku." sahut Rai dengan bangga nya.


" Hebat apa nya, tapi kamu senang kan kita punya anak lagi? " tanya Dira yang takut Rai tidak menyukai kehamilan nya.


Jelas senang lah, ini kan jebakan gue. batin Rai tersenyum puas.


" Jelas lah, aku senang anak itu rejeki, rejeki itu enggak boleh di tolak." sahut Rai dengan kata katanya yang seolah bijak.


" Rayyan sayang, kamu di sini dulu ya, oma mau masak."


mama Rai tampak meletakkan Rayyan di lantai dengan mainan nya sedangkan sang mama sibuk dengan masakan nya mama pun menoleh ke arah Rayyan tampak balita tersebut sedang bermain dengan mainan nya, mama tersenyum lega dan kembali melanjutkan memasak nya.


Tak lama mama Rai kembali menoleh ke Arah cucunya tampak balita tersebut masih asik dengan mainan nya mama kembali tersenyum lega sesaat kemudian mama tampak sibuk dengan masakan nya dan kembali menengok ke arah cucunya tapi sang cucu sudah tidak ada di tempat dan hanya menyisakan mainan nya.


" Lho? kemana Rayyan? jangan jangan cucu ku hilang lagi nanti dia di culik lagi? " gumam nya yang masih merasa trauma dengan kejadian kemarin .


Mama Rai pun berlarian ke seluruh ruangan tapi tetap tidak menemukan Rayyan.


" Kenapa mah? " tanya Rai sambil menuruni tangga melihat wajah sang mama yang tampak bingung.


" Rai, Rayyan kemana ya? kamu lihat enggak? " tanya nya panik.

__ADS_1


" Lah tadi kan sama mama? "


" Tadi sama mama di dapur tapi enggak tau hilang gitu aja? "


" Ya ampun, yaudah Rai cari." Rai menepuk jidat dan mencari anak nya ke seluruh ruangan.


PRAANKK.


Terdengar suara pecahan dari arah ruang tamu Rai dan mama nya pun bergegas menuju ke sana.


" Ya ampun sayang kenapa di pecahin?!! " seru mama Rai melihat pas bunga yang cantik nan elegant itu sudah menjadi serpihan beling.


Rai segera menggendong anak nya tapi anak itu menangis kencang" kok nangis sayang? harusnya oma yang nangis dia beli pas bunga itu di singapore lho? " tanya Rai yang tampak bingung.


" Rai, kaki Rayyan berdarah? " seru mama Rai yang melihat telapak kaki itu tampak mengeluarkan darah dan menangis semakin kencang.


" Ya ampun mah kayak nya kena pecahan beling nih! " seru Rai yang tampak panik.


" Iya sayang, bentar ya mama ambil kotak obat." ucap mama Rai yang tak kalah panik dan bergegas mengambil kotak obat.


Tak lama mama Rai kembali dan mengobati luka kaki cucu nya tersebut, tampak Rayyan yang masih menangis.


" Maaf ya sayang, oma lengah." sesal mama Rai sambil mengusap lembut rambut cucunya.


" Mah, jangan bilang Dira ya, Rai takut Dira marah." pinta Rai dengan wajah gelisah membayangkan reaksi Dira yang pasti murka anak semata wayang nya terluka.


" Iya, ini juga salah mama."


" Yaudah ini jadi rahasia kita berdua saja." sambung Rai, sang mama pun mengangguk setuju seakan akan menyimpan rahasia penting.


Anak ini lebih nakal dari pada Rai kecil, bagaimana besarnya nanti, bisa bisa Rai akan kena tekanan darah tinggi di usia muda?. batin sang mama sambil menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan sang cucu.

__ADS_1


 jangan lupa vote nya.. 🤗🤗


__ADS_2