
Malam itu rai mengajak dira jalan menyusuri pantai di sana. Dira menghentikan langkah kakinya membuat rai yang sedang mengandeng tangan dira menoleh ke arah nya.
" Ada apa? "
" Enggak nyaman banget jalan di pantai pakai sepatu gini " dira menunjuk ke arah kaki nya walaupun sepatu yang dia kenakakan tidak tinggi tapi rasanya sangat tidak nyaman saat berjalan di atas pasir pantai yang tebal.
Rai berjongkok" Buka saja " ucanya sambil membuka sepatu cantik yang di kenakan dira dan kembali mengandeng nya berjalan.
Sampai mereka menghentikan langkah kaki mereka melihat pemandangan malam yang indah di sekitar pantai, di temani suara ombak yang terasa begitu menenangkan.
Rai melingkarkan tangan nya di pinggang dira, menyandarkan dagu nya seraya di bahu dira sesekali memcium sisi leher dira dan memeluk nya semakin erat.
" Geli " keluh dira saat rai berulang kali menciumi pipi dan sisi leher nya
" Tangan kamu dingin banget " ucap rai sambil mengenggam erat tangan dira
" Iya di sini dingin " sahut dira yang terus melihat pemandangan di depan nya dan membiarkan rai turus memeluk tubuh nya dari belakang.
" Berjanji lah pada ku "
" Berjanji apa? "
" Berjanji, untuk tidak meragukan ku lagi "
Dira terdiam, dan hanya mengangguk pelan
" Berbalik lah " pinta rai
Dira membalikkan tubuhnya sampai pandangan mereka bertemu. Rai menyibakan rambut dira yang sedikit menutupi wajah nya karena angin pantai.
" Bisa lebih percaya dengan ku sekarang? " ucap rai memegang lembut pipi dira
" Mungkin " sahut dira
Rai berdecih" jawaban yang meragukan "
" Aku cinta kamu " balas dira
" Aku tau " rai tersenyum
" iiissshhh " dira tetawa kecil
Rai mencium bibir dira sejenak, lalu melepaskan nya.. rai tersenyum dan kembali memberi ciuman ciuman kecil di bibir dira. Dan terus memeluk nya malam itu.
Setelah cukup lama mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. tak lama mereka sampai di kamar hotel, rai bergegas menutup pintu.
Rai menarik tangan dira yang ada di depan nya, sampai dira berada di pelukan nya dan kembali mencium bibir nya seraya mengarahkan tubuh dira menuju tempat tidur. Dira melingkarkan tangan nya di leher rsidan menikmati rai yang masih mencium nya dengan lembut.
__ADS_1
Sampai rai perlahan mendorong tubuh dira ke ranjang. Rai tidak melepaskan ciuman nya tapi tangan nya dengan cepat mencoba membuka kancing kemeja formal yang sedang di kenakan nya.
Tok Tok Tok
terdengar suara pintu kamar nya di ketuk.
" Siapa sih? " gerutu rai yang terpaksa menghentikan aksi nya.
" Bentar ya aku buka dulu " ucap nya sambil bergegas merapihkan kancing kemeja nya yang sudah banyak terbuka.
" Lama loe " umpat kemal begitu rai membuka pintu.
" Elo? ngapain sih loe ke sini? " ucap rai jengkel
" pinjem carger rai, gue lupa bawa " sahut kemal dengan senyuman pepsodent nya
Astaga.. ganggu aja. gerutu rai
Rai bergegas mengambil carger nya di dalam dan memberikan nya pada kemal, Lalu rai bergegas mengunci kembali pintu kamarnya.
Rai kembali menghampiri dira yang masih berbaring miring di kasur.
" Sayang, lanjut lagi ya " bisik rai
Dira membalikkan tubuhnya menatap rai dan tersenyum. Rai kembali mencium bibir dira, dan perlahan mulai turun ke leher jenjang dira dan menciumi nya berulang kali.
Tok Tok Tok
" Siapa lagi sih? " gerutu rai yang terpaksa harus menghentikan aksi nya lagi. Rai bergegas membuka pintu.
" Loe lagi aja, ngapain lagi sih? " ucap nya jengkel begitu melihat wajah kemal di balik pintu
.
"Pinjem earphone rai, gue lupa bawa, BT nih pengen denger musik" sahut kemal dengan wajah tanpa dosa
Rai menghela nafas bergegas mengambil earphone milik nya dan memberikan nya pada kemal. Lalu mengunci pintu kamar nya kembali.
"Siapa sih? " tanya dira yang sudah duduk di ranjang
" Kemal, susah emang punya teman jomblo akut, ganggu aja kerjaannya " gerutu rai
Dira tertawa kecil melihat wajah rai yang sudah sangat jengkel.
" Lanjut lagi ya yank " rai tersenyum penuh arti dan perlahan mendorong tubuh dira berbaring di ranjang.
Rai mencium bibir dira, dan tangan nakal nya mulai menjalar di dada dira.
__ADS_1
Tok, tok, tok
Terdengar kembali suara pintu tapi rai tidak menghiraukan nya dan tetap melanjutkan aksi nya.
" Di buka dulu yank " ucap dira yang merasa terganggu dengan suara ketukan pintu yang masih terdengar.
" Biarin aja, paling juga kemal " sahut rai dan tetap fokus menciumi tubuh dira
.
" Buka aja dulu, masih ketuk pintu aja tuh " ujar dira
Rai menghela nafas dan terpaksa menghentikan aksi nya kembali.
ngerjain gue nih pasti si kemal, awas aja. gerutu rai yang langsung bergegas membuka pintu.
" Permisi, apa bapak bernama Rainan adnan wijaya? " tanya seorang staf hotel pria pada rai
Rai mengerutkan kening nya" Iya benar, kenapa ya? "
" Ini pak, tadi pegawai restoran di hotel kami menemukan dompet bapak di meja tempat bapak makan " ucap staf hotel tersebut sambil memberikan dompet itu pada rai.
Rai, mengambil dompet tersebut dan benar saja itu dompet milik nya dan melihat ktp dan kartu kartu penting di dalam nya.
Astaga, bener banget ini punya gue, ceroboh banget sih gue. gumam rai.
" Iya ini punya saya, tadi saya lupa meletakkan nya di meja, terima kasih ya " rai tersenyum lega dompet nya tidak sampai hilang
" Oh iya sama sama pak, saya permisi dulu, maaf sudah mengganggu waktunya " ucap pegawai hotel tersebut yang langsung beranjak pergi.
" Siapa? kemal lagi? " tanya dira begitu melihat rai menghampiri nya di kasur
" Bukan, pegawai hotel"
Dira mengerutkan kening nya " Pegawai hotel, ngapain?"
" Dompet aku ketinggalan tadi di meja restoran " sambil memperlihatkan dompet tersebut dan meletakkan nya di meja.
" iiisshh.. ceroboh banget sih kamu " ledek dira
" Iya, kepikiran kamu terus sih tadi "
" Gombal "
" Lanjut lagi ya " ucap rai yang merasa hasrat nya masih memuncak. Rai kembali mendorong dira berbaring di ranjang dan menyalurkan hasrat nya malam itu.
Guys.. udah hari sabtu nih, tetap semangat ya vote rai dan dira.. vote sebanyak banyaknya.. biar aku juga makin semangat up nya.. ok ❤️❤️
__ADS_1