Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Menjaga Rayyan


__ADS_3

Cerita ini sebenarnya sudah aku buat di novel " Trio error mencari cinta"  tapi berhubungan dengan peraturan baru MT jd aku lebih memilih menyatukan cerita nya di sini 🤗🤗🤗


****


Pagi yang cerah di hari minggu bagi sebuah keluarga kecil Rai dan Dira, terlihat anak balita berumur satu tahun yang tengah asik berjalan pelan di halaman mereka dengan langkah kaki yang tertatih tatih.


" Yank, Rayyan di mana? " tanya Dira yang baru keluar dari kamar mandi dan tidak melihat anaknya di kamar pagi itu.


" Di halaman, " sahut Rai santai sambil mencari sesuatu.


" Ya ampun!! kamu tinggalin Rayyan sendirian di taman? kamu tuh bener bener ya! " dengus Dira kesal.


" Bentar aku cari earphone dulu."


"Cepat temenin Rayyan, aku belum pakai baju, kamu tuh gimana kalau dia hilang!! " seru Dira yang semakin kesal dengan sikap suaminya.


" Iya, iya. " Rai bergegas keluar kamar yang melihat kepala Dira sudah seperti mengeluarkan asap.


Rai benari kecil menuju taman belakang rumah mereka.


" Rayyan sayang, kamu dimana? " panggil Rai saat mendapati putra semata wayang nya tidak ada di taman.


Ya ampun, kemana lagi, jangan jangan beneran ilang. gumam nya panik.


Rai bergegas menyusuri halaman belakang rumahnya dengan langkah yang tergesa gesa bercampur rasa panik dan membayangkan wajah murka nya Dira kalau sampai putra kesayangan nya hilang karena kelalaian nya.


"Rayyan, Rayyan?? " panggil Rai berulang kali.


Sampai matanya tertuju pada punggung balita dengan posisi duduk di tanah berada di pojokan taman. Rai menghela nafas lega dan bergegas menghampiri putranya.


" Ketemu juga, dasar anak nakal," Rai membalikan tubuh anaknya ke hadapan nya.


"Astaga... " serunya saat melihat wajah sang anak penuh dengan tanah kotor hampir memenuhi seluruh wajah nya.


" Kenapa kamu jadi kotor begini? " Rai melirik genangan air bercampur tanah di dekat nya dan melirik tangan sang anak yang juga penuh kotoran tanah.


" Astaga .. pasti Dira langsung bertanduk nih lihat anaknya begini, " gumam nya resah yang di respon tawa riang dari sang anak.


" Sayang, sayang.. kamu di mana? " terdengar suara Dira yang seakan mendekat.


" Aduh.. gawat nih." Rai bergegas menggendong Rayyan.


"Sayang, kok diem aja sih di panggil," ucap Dira begitu melihat Rai yang tampak mengendap ngendap seperti maling.


" Aku enggak dengar," sahut nya sambil tersenyum kaku.


"Sini aku gendong Rayyan, "

__ADS_1


" Enggak usah aku aja," tolak Rai seraya menghalangi wajah sang anak yang ingin menoleh ke arah Dira .


" Kenapa sih, udah aku aja," Dira segera mengambil Rayyan dari gendongan Rai.


Matanya membulat terkejut saat melihat wajah sang anak yang penuh dengan kotoran tanah dan lumpur.


" YA AMPUN.. RAINAN!!! " pekik Dira yang membuat gendang telinga Rai terasa seperti akan pecah.


" Maaf sayang, kecolongan," sahut Rai sambil tersenyum takut.


"Kamu tuh nyebelin banget sih, kenapa sih selalu ceroboh, minggu kemarin Rayyan jalan sendirian ke rumah tetangga, minggu kemarin nya lagi Rayyan hampir nyemplung di kolam renang, minggu kemarin nya lagi Rayyan hampir di cakar sama monyet peliharaan tetangga, kamu tuh bener bener ya kebangetan!!!! " Pekik Dira dengan amarah yang memuncak.


" Maaf sayang, aku janji enggak ulangin lagi ya," ucap Rai sambil setengah berlari mengejar Dira yang berjalan cepat meninggalkan nya.


"Udah 100 kali kamu bilang gitu, BASI! "


Sampai tak lama terdengar suara bel dari pintu depan.


" Aku aja yang buka ya," ucap Rai.


"Aku aja," ketus Dira yang langsung menuju pintu depan.


"Assalamualaikum sayang," terdengar suara wanita ramah dari balik pintu.


" Walaikumsalam, mamah? " Dira tampak terkejut dengan kedatangan mertua nya pagi itu dan langsung mencium punggung tangan nya.


" Ya ampun sayang.. wajah cucu oma yang ganteng kenapa? " seru mama Rai yang melihat cucunya tampak tertawa riang dengan wajah yang di penuhi tanah dan lumpur.


" Ya ampun Rai, kamu tuh bener bener!! " omel mama yang tampak gemas yang di respon wajah bersalah dari Rai.


" Ayo mah masuk, tumben mah dateng pagi pagi ke sini? " Dira mempersilahkan mertua nya masuk sambil berjalan menuju ruang keluarga.


" Kamu lupa sayang, kita kan udah janjian mau ke salon hari ini? "


Dira mengerutkan kening nya dengan ekspresi bingung" Ke salon? "


" Ya ampun sayang, baru juga semalam mama sms, masa lupa? "


" Oia mah, maaf ya Dira lupa," sahut Dira yang teringat kalau hari ini dia berencana ke salon bersama mertua nya.


"Yaudah kamu siap siap, kita pergi sekarang ya, " ajak mama Rai.


" Bawa Rayyan juga mah? "


" Ya ampun sayang perawatan itu lama, kasian nanti Rayyan nunggu nya lama, titip sama Rai aja, Rai lagi libur kan? "


" Titip sama Rai? " Dira melirik Rai yang sudah duduk di sofa ruang keluarga nya.

__ADS_1


" Iya, Rai kamu bisa kan jaga Rayyan sebentar? mama sama dira mau ke salon," tanya mama Rai pada putranya yang tampak fokus menonton televisi.


Rai menoleh " ke salon?"


" Iya sayang, kamu engga kasian apa sama istri kamu pasti bete di rumah terus, " sambung mama.


" Oh yaudah, kalian ke salon aja, biar aku yang jaga Rayyan."


Dira terdiam dengan ekspresi ragu, mengingat riwayat Rai saat menjaga Rayyan selalu saja membuat jantung nya berdetak lebih cepat karena cemas.


" Sayang, kamu ragu ya sama Rai? " ucap mama Rai yang seperti tau isi fikiran menantu nya.


" Kamu pergi saja, aku janji akan jaga Rayyan lebih hati-hati," Rai berusaha meyakinkan.


" Yaudah Dira mandiin Rayyan dulu ya terus siap siap," sahut Dira yang akhirnya berusaha percaya pada Rai.


" iya sayang." mama Rai tersenyum sumringah


Dira bergegas ke kamarnya untuk membandikan Rayyan lalu bersiao siap.


" Sayang, susu nya ada di dapur, nanti siang jagan lupa kasih makan, kasih buah juga, terus diapers nya di ganti juga, kalau nangis berarti dia ngantuk, temani aja di kasur sambil kasih susu, ngerti kan? " ucap Dira panjang lebar saat Rai masuk ke kamar nya.


" Iya sayang," sahut Rai yang langsung menggendong putranya dan menciumnya gemas membuat balita itu tertawa geli.


" Awas aja kalau terjadi sesuatu lagi, kita berakhir sampai di sini," ancam Dira sambil merapihkan rambutnya di cermin.


" Astaga.. horror banget ancaman nya," keluh Rai.


" Makan nya jaga yang bener, yaudah aku oergi dulu." pamit Dira yang mencium tangan Rai dan pipi Rayyan lalu bergegas keluar rumah bersama mertua nya.


Tak lama setelah Dira pergi telepon Rai berbunyi.


" Halo, Rai loe di mana? " terdengar suara Nanda dari balik telepon.


" Di rumah, kenapa emang? "


" Ke rumah gue Rai, ada kemal sama arya juga," ajak Nanda.


" Oh yaudah, gue ke situ." Rai bergegas menutup telepon nya tapi tiba-tiba matanya melirik balita mungil yang sedang duduk di kasur dan tersenyum ke arah nya.


Ya ampun gue lupa ada Rayyan, aduh gimana ya? apa gue bawa aja ya? gue bawa aja deh. gumam nya.


Rai bergegas mengganti pakaian nya dan memasukkan perlengkapan Rayyan seperti susu, cemilan serta diapers ke dalam tas bayi.


" Sudah selesai, kita pergi ke rumah om Nanda ya," ucap nya sambil tersenyum dan bergegas menggendong bayinya ke luar rumah.


Rai masuk ke dalam mobil dan menggendong bayinya dengan baby carrier yang sudah di kenakakan nya.

__ADS_1


" Sudah siap tampan? kita berangkat sekarang ok. " ucap nya sambil menyalahkan mesin mobil nya yang di respon pukulan pada stir mobilnya dari tangan mungil putranya yang tampak tersenyum gembira.


Jangan lupa tinggal kan jejak, like, komen, dan vote yak cinta ❤️❤️


__ADS_2