
Siang itu Shanum tengah sibuk memasak dan menaruh masakannya di dalam kotak makan
"Shanum kamu jadi ke kantor Kemal?" tanya Dira pada Shanum yang berniat ingin menghantarkan makan siang ke kantor Kemal.
"Jadi enggak ya mbak?" tanyanya bingung.
Dira mengerutkan keningnya "Lho kenapa memangnya?"
"Aku malu mbak." ucap Shanum yang merasa tidak percaya diri harus ke kantor calon suaminya itu.
"Apa yang harus di maluin sih Shanum? gigi kamu enggak ompong kan?" goda Dira yang merasa gemas pada gadis itu.
Shanum tertawa.
"Tuh kan manis kalau tertawa, kamu cantik kok jadi enggak usah malu, sudah sana ke kantor Kemal, nanti dia keburu makan siang." bujuk Dira.
"Iya, aku pergi dulu ya mbak." pamit Shanum yang langsung keluar rumah menuju kantor Kemal.
Tak lama Shanum sampai di kantor Kemal perlahan gadis itu memasuki halaman kantor, dari kejauhan terlihat Kemal yang sedang mengobrol dengan teman temannya di luar kantor karena jam istirahat baru saja tiba.
"Dateng loe ya, awas kalau enggak dateng." ancam Kemal seraya membagikan undangan pernikahannya.
Teman temannya pun membuka undangan tersebut dan membaca dengan seksama.
"Shanum mentari? cewek mana tuh?" tanya salah seorang teman Kemal saat membaca nama Shanum di undangan tersebut.
"Kepo loe." sahut Kemal.
"Gue serius, gue kira loe mau nikah sama Tania." sambung temannya itu mengingat Kemal cukup dekat dengan Tania di kantor.
"Makan nya jangan asal nebak." Kemal tertawa.
"Terus nih cewek siapa? anak orang kaya? lulusan luar negeri?" tanya lagi seorang teman Kemal.
"Kepo bener." sahut Kemal kembali.
__ADS_1
"Lebih cantik dari Tania?" goda temannya.
"Lebih cantik dan baik." jawab Kemal sambil tersenyum.
BRUUKKHH.
Terdengar suara benda jatuh, yang membuat mereka semua menoleh ke arah suara tersebut.
"Shanum?" Kemal terkejut melihat Shanum yang sedang bersembunyi tak jauh dari mereka dan sepertinya sedang menguping obrolan mereka.
Kemal bergegas menghampiri Shanum.
"Shanum, kamu tumben ke sini?" ucap Kemal yang masih tidak percaya Shanum menghampirinya siang itu.
"Ini aku bawa makan siang untuk kakak." Shanum memberikan kotak makan pada Kemal.
"Makasih ya." Kemal tersenyum.
"Aku pulang dulu." pamit Shanum yang hendak melangkahkan kakinya menjauh dari Kemal tapi Kemal menahan lengannya.
"Enggak apa-apa." kilah Shanum yang sebenarnya semakin tidak percaya diri mendengar ucapan ucapan teman Kemal barusan.
Kemal terdiam dan tak lama dia mengerti apa yang membuat gadis itu tampak murung.
"Ayo sini." Kemal menarik lengan Shanum.
"Mau kemana kak?" tanya Shanum bingung.
"Ikut saja." Kemal menarik tangan Shanum ke arah teman temannya yang memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.
"Tadi loe pada tanya calon istri gue, ini calon istri gue." Kemal memperkenalkan Shanum pada teman temannya.
Shanum cukup terkejut dan sedikit menundukkan kepalanya karena malu.
"Cantik banget." puji teman Kemal.
__ADS_1
Kemal tersenyum melihat teman temannya yang sepertinya terhipnotis dengan kecantikan Shanum.
"Cantik tapi gadis kampung." terdengar suara wanita tak jauh dari mereka.
Mereka semua menoleh tampak Tania yang mencibir Shanum dengan tatapan sinis. Shanum merasa semakin tidak nyaman dan ingin pergi dari tempat itu seraya melepaskan tangan Kemal tapi Kemal menahannya.
"Memangnya kenapa kalau gadis kampung?" sahut Kemal yang merespon cibiran Tania.
"Kamu itu berpendidikan, harusnya bukan seperti itu calon istri kamu." sahut Tania yang terlihat jengkel.
"Pria itu memang harus berpendidikan yang tinggi, tapi wanita baik itu yang pantas di jadikan istri." tangkis Kemal seraya tersenyum pada Tania.
"Aduh panas nih." ucap teman Kemal yang merasa suasana panas di sekitarnya seraya mengibaskan tangannya.
"Iya panas banget ya, masuk ke dalam aja deh gue takut kebakaran." sahut teman Kemal yang lainnya semua teman Kemal yang berada di luar kantor pun bergegas masuk ke dalam kantor.
Sedangkan Tania tampak berdecak kesal dan langsung pergi juga ke dalam kantor. Kemal menoleh ke arah Shanum yang masih terlihat murung dan menundukkan kepalanya.
Kemal mengangkat dagu gadis itu agar menatap nya "Bukannya aku sudah bilang, jangan pernah merendah pada orang lain, aku tidak suka." ucap Kemal yang merasa Shanum selalu cepat merasa minder pada orang lain.
"Maaf ya, seharusnya aku enggak kesini." sesal Shanum.
"Aku senang kok kamu ke sini."
Shanum tersenyum. Kemal memutar pandangannya pada suasana kantor yang cukup sepi.
Cup.
Kemal mencium pipi Shanum sesaat.
"Aku sayang kamu, aku ingin cepat kamu jadi istri ku." bisik nakal Kemal di telinga Shanum yang membuat gadis itu tampak terkejut dengan wajah yang memerah karena malu.
"Yasudah, aku pulang dulu kak." Shanum bergegas meninggalkan Kemal.
Kemal tersenyum melihat gadis itu yang sangat salah tingkah dan membuatnya semakin suka menggoda calon istrinya itu.
__ADS_1
Sesuai janji nih aku up lagi.. kalian mana nih votenya, rangking novel ini masih diam di tempat.. sedihnya aku 😅😅😅😅😅😅