
Malam itu Kemal bergegas ke kamarnya untuk mengambil handphonenya dan duduk di ruang keluarga untuk menghubungi seseorang.
"Halo, kenapa?" terdengar suara Rai di balik telepon.
"Rai besok loe pulang kantor jam berapa?" tanyanya.
"Biasalah sore, kenapa emang?" Rai mengerutkan keningnya.
"Besok gue mau ketemu sama loe tapi jangan di rumah, gue mau ngomongin anak loe kalau di rumah nanti dia tau." jelas Kemal.
Rai kembali mengerutkan keningnya."Anak gue kenapa emang? si Rayyan?"tanyanya kemudian.
"Iya si Rayyan."
"Mencurigakan.. yaudah ketemu di cafe aja lah."
"Ok,besok sore gue tunggu di cafe." Kemal menutup teleponnya.
Keesokan harinya setelah pulang dari kantor Kemal menunggu Rai di sebuah cafe.
"Udah lama loe?" tanya Rai yang menghampiri Kemal.
"Lama loe, hampir aja gua bakar kememyan biar loe cepet dateng." gerutu Kemal.
Rai tertawa dan duduk di hadapan Kemal. Mereka pun memesan makanan di sana.
"Mau ngomongin apaan?" tanya Rai seraya menyantap makanannya.
"Mau ngomongin si Rayyan."
"Udah tau kan kemarin loe ngomong, muka loe ngajak bercanda." cibir Rai.
"Muka gue lagi serius, mata loe rabun." umpat Kemal.
"Si Rayyan pacaran sama si Reska." sambung Kemal.
"Oh," Rai memasang wajah santai dan tetap fokus pada makanannya.
"Oh doang?" gemas Kemal.
"Lah terus gue mesti gimana? baguslah kalau mereka pacaran." Rai tersenyum tipis.
"Enggak guna emang konsultasi sama loe." rasanya ingin sekali mencakar wajah Rai yang terlihat senang.
"Anak gue yang pacaran kenapa loe konsultasi ke gue? emang gue yang pacaran sama anak loe? Loe harusnya ngobrol langsung sama si Rayyan." usul Rai.
"Bener juga loe." Kemal mengangguk setuju.
"Gue takut si Rayyan kaya loe." cletuk Kemal.
__ADS_1
"Kaya gue gimana? gantenya? udah pasti itu sih." Rai tersenyum bangga.
"Otak mesumnya kaya loe.. cewek loe bertebaran di mana mana!" cibir Kemal kemudian.
Rai mendongkakan wajahnya, melihat wajah Kemal yang seakan lupa ingatan tentang dirinya dulu. "Emang loe enggak gitu dulu?"
"Kaya gitu juga sih." Kemal cengengesan.
"Ngaca makanya, tapi si Rayyan enggak gitu."
"Anak sendiri di bela lah.. " Kemal menggelengkan kepalanya.
"Serius... gue belum pernah lihat dia ngenalin cewek," jelas Rai.
"Enggak percaya gue." cletuk Kemal sambil memikirkan sesuatu dan setelah mengobrol panjang mereka menyudahi pertemuan mereka sore itu.
***
Malam hari Reska sudah siap dengan baju terbaiknya dan selesai merias wajahnya karena malam ini sang pujaan hati akan kembali mengajaknya keluar untuk makan malam.
Tak lama Rayyan sampai di rumah Reska dan segera memarkirkan mobilnya.
Tok Tok Tok.
Rayyan mengetuk pintu seraya mengucap salam. Lalu terlihat wajah Kemal yang membuka pintu.
"Om," Rayyan mencium punggung tangan orang tua Reska itu.
"Oh duduk Rayyan, om mau bicara sama kamu." ucapnya yang memesang wajah tegas bak polisi lalu lintas.
"Oh iya om." Rayyan duduk di teras dengan Kemal.
"Mau kemana kalian?" tanya Kemal menyelidik.
"Oh, makan malam aja kok." Rayyan memesang wajah santai.
"Kamu pacaran sama Reska?" tanyanya kemudian.
"Iya om, " Rayyan mengangguk.
"Kenapa memilih anak om untuk di pacari?"
Rayyan mengerutkan keningnya."Ya karena saya sukanya sama Reska." jawab Rayyan.
"Reska wanita keberapa yang kamu pacari?" Kemal memberikan pertanyaan menohok pada Rayyan.
"Pertama, saya belum pernah pacaran selain sama Reska dari kecil juga sudah terbiasa sama dia."
Kemal tertawa kecil mendengar ucapan Rayyan."Yang benar saja kamu? papa kamu saja mungkin sudah pacaran dari SD." cibir Kemal tak percaya.
__ADS_1
"Oya? papa seperti itu?" Rayyan memasang wajah polos.
"Lebih dari itu.. "
"Hebat juga papa." puji Rayyan kemudian.
Kemal menggelengkan kepalanya."Ok,saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kalau kamu bisa menjawabnya berarti kamu benar-benar mengenal Reska dan layak jadi pacarnya." tantang sang calon mertua.
"Ok, " Rayyan mengangguk setuju.
"Siapa nama lengkap Reska?"
"Areska Bramasta Putri, mudah banget om pertanyaannya?" cibir Rayyan.
"Makanan yang di sukainya?"
"Bakso, "
Kemal mengangguk setuju."Hal yang paling membuatnya sakit?" tanyanya kemudian.
"Heeemmm.. nyeri haid, dan saya juga tau nama obat pereda nyerinya." jawab Rayyan penuh keyakinan.
Kemal kembali mengangguk setuju."Hal yang paling dia takuti?" tanyanya kemudian.
"Heeemmm.. sepertinya ciuman bibir." jawab Rayyan menerka nerka.
"Apa? kalian sudah ciuman?" kepala Kemal bertanduk mendengar ucapan Rayyan.
"Belum om, waktu itu mau cium Reskanya enggak mau." jawab jujur Rayyan.
"Kamu benar-benar titisan Rainan wijaya." Kemal menggelengkan kepalanya.
Tak lama Reska keluar dan menghampiri mereka berdua.
"Sayang, yuk pergi." ajak Reska yang sudah terlihat cantik malah itu.
"Oh iya, om kita pergi." pamit Rayyan pada Kemal.
"Ya sudah jangan pulang malam malam." Kemal memperingati dan mereka berdua pun mengangguk pelan dan bergegas pergi meninggalkan rumah.
"Sayang, tadi ada Rayyan?" tanya Shanum saat Kemal baru saja memasuki rumah.
"Iya Rayyan pacaran sama Reska."
"Apa? pacaran?" Shanum tampak terkejut.
"Iya, aku ke ruang kerja dulu ya," sahut Kemal yang berlalu meninggalkan istrinya itu.
"Ternyata benar Reska benar benar mencintai Rayyan sejak dulu." Lirih Shanum dengan wajah gusarnya.
__ADS_1
Komen numpuk tapi vote minim... sungguh terlalu reders ku ini... wkwkwk