Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Mau punya anak lagi?


__ADS_3

Malam itu Rai sedang bermain game kesukaamya di pangkuan Dira, Mereka saling mengobrol dengan nada pelan mengingat baby Rayyan baru saja tidur di box bayinya.


" Sayang." panggil Rai dengan nada manja sambil tetap fokus pada layar handphone nya.


" Heeemmm.. "


" Kita buat adik untuk Rayyan ya," pinta Rai yang tau istrinya selama ini menggunakan pil kontrasepsi untuk menunda kehamilan nya.


" Hah? " Dira tampak melongo mendengar permintaan Rai.


" Kamu enggak dengar ya, yaudah aku ulangi ya, kita bikin adik yuk buat Rayyan." Rai mencoba mengulangi permintaan nya.


" Enggak, aku belum siap, enggak untuk sekarang." tolak Dira mentah mentah.


" Belum siap gimana? ucapan kamu seperti anak SMA yang melakukan hubungan badan di luar nikah saja." sahut Rai yang menghentikan permainan game nya.


" Bukannya gitu yank, Rayyan itu masih kecil terus dia tuh nakal banget, kalau punya adik lagi bisa mati berdiri deh aku urusnya." jelas Dira.


" Sayang, kamu kan bisa pakai baby sister bantu urus." Rai mencoba memberkan solusi.


" Enggak, aku mau urus anak aku sendiri." Dira tetap pada pendirian nya.


Rai bangkit dari pangkuan istrinya tersebut dan menatap nya dengan sorot mata yang lebih serius.


" Lalu kapan kamu siap punya anak lagi? "


" Heeemmm.. mungkin kalau Rayyan sudah masuk sekolah dasar." jawab Dira sambil tersenyum.


"Hah? lama banget??? " Rai tampak terkejut dengan ucapan istrinya.


" Iya kalau sudah sekolah Rayyan pasti sudah enggak terlalu manja jadi aku enggak akan terlalu repot." jelas Dira.


" Terlalu Lama! " sahut Rai yang tampak jengkel.


" Enggak lama kok." Dira berbaring seraya menarik selimut nya.

__ADS_1


" Dasar kepala batu." ucap Rai yang tampak gemas  pada Dira.


" Biarin, kepala batu juga kamu tetap suka." Dira menaikkan selimut nya menutupi seluruh tubuhnya, membiarkan Rai yang tampak emosi dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus.


" Astaga.. " geram Rai.


Malam itu Rai masih dengan hasrat nya yang tetap ingin memiliki anak kembali dari Dira sepanjang malam Rai mencari cara agar Dira mau menyetujui permintaan nya.


Keesokan harinya.


Malam itu Dira tampak mondar mandir di kamarnya seperti mencari sesuatu setelah menidurkan baby Rayyan. Sesekali Rai melirik nya dengan senyum jahil di bibirnya.


" Yank, kamu lihat pil KB aku enggak sih? " tanya Dira pada Rai yang sedang bersandar di ranjang sambil memaikan handphone nya.


" Enggak, kamu lupa kali taruh nya." jawab Rai yang mencoba memasang wajah tanpa dosa, padahal hatinya tersenyum puas melihat Dira yang kebingungan mencari pil KB yang di sembunyikan nya.


" Enggak, aku yakin kok taruh di laci, kok enggak ada sih." sahut Dira dengan wajah bingung.


" Sudah besok lagi aja carinya, sini sayang temenin aku tidur." Rai menepuk kasur mengisyaratkan Dira agar mendekat ke arah nya.


Dira akhirnya menyerah mencari dan menghampiri Rai yang sudah berbaring di kasur. Rai perlahan memeluk tubuh belakang Dira.


" Belum sih, kenapa memang nya? "


" Heeemmm , kita nonton Drama korea ya di handphone, kamu suka kan Drama korea? "


Dira mengerutkan kening nya dan menoleh ke arah Rai yang tersenyum sumringah.


" Tumben? memang nya kamu suka drama korea? " tanya nya dengan ekspresi bingung.


" Suka lah, apa pun yang istri ku suka aku juga suka." bujuk Rai yang mengambil handphone nya dan memutar video, membiarkan Dira menonton nya sambil sebelah tangan nya tetap memeluk Dira.


Dira memperhatikan dengan seksama video yang di lihat nya, tampak pemeran wanita cantik dan tampan di video tersebut, awalnya video tersebut bercerita tentang hal yang biasa saja sampai semakin lama ada beberapa adegan yang terkesan seperti video mesum . Dira tampak gelisah melihat adegan adegan tersebut.


" Sayang, ini drama apa sih? kok jadi gini? "tanya Dira dengan polosnya yang sebenarnya memang sedang di kerjai Rai agar menonton adegan panas tersebut.

__ADS_1


" Kenapa memang nya? Romantis ya? " sahut Rai dengan tangan nakal nya yang menjalar di dada Dira.


" Romantis apaan? ini sih mesum." wajah Dira memerah karena ini kali pertama nya dia menonton video panas seperti itu.


Rai tersenyum nakal melihat wajah Dira tapi tangan nakal nya tidak tinggal diam mengerayangi tubuh sang istri, Dira sesekali mengeliat dan merasakan hasrat nya sedikit bergairah menikmati sentuhan sentuhan Rai sambil terus melihat video di handphone Rai.


" Pengen sayang," bisik Rai sambil menciumi punggung Dira.


Dira tampak bingung, sebenarnya dia juga menginginkan nya tapi Dira belum meminum pil KB dan sedikit takut jika hubungan badan nya akan menyebabkan kehamilan.


" Jangan yank, aku belum minum pil KB nanti hamil." tolak Dira yang lebih memilih meredam hasrat nya


" Aduh, uduh pengen banget nih aku, pusing kepala aku kalau di tahan." keluh Rai yang tetap menciumi leher dan telinga


" Gimana ya." Dira semakin bingung dengan rasa takutnya tapi juga tak tega menolak keinginan suaminya.


"Aku keluarin di luar aja ya, jadi enggak akan hamil." bujuk Rai seraya memasang wajah memelas.


" Beneran? " Dira masih memasang wajah ragu.


" Benar." Rai berusaha meyakinkan.


Akhirnya Dira mengangguk, Rai pun tersenyum sumringah, dan tangan nakal nya semakin menjalar liar di tubuh Dira. sampai Rai hendak mencapai puncak nya dan mengeluarkan benih benih cinta nya di rahim Dira.


" Sayang kamu udah keluar ? kok enggak keluarin di luar? " tanya Dira panik.


" Astaga.. aku lupa." kilah Rai yang masih memeluk tubuh Dira.


" Ya ampun kamu tuh, gimana kalau aku hamil." Dira tampak kesal dan memukul mukul punggung Rai yang masih memeluknya.


Rai melepaskan pelukan nya dan duduk di samping Dira yang masih memasang wajah kesal dengan berbalutkan selimut.


" Tenang, aku yakin enggak akan hamil kok." Rai megusap rambut Dira mencoba menghilangkan kerisauan istrinya tersebut.


"Beneran enggak akan hamil? " tanya Dira dengan polos nya.

__ADS_1


" Enggak.. " Rai tersenyum dan mencium kening nya, Dira pun menghela nafas dan menyandarkan kepalanya di bahu Rai.


Yes, berhasil.. semoga aja Dira langsung hamil. gumam Rai dengan senyum kemenangan nya.


__ADS_2