Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Mencari Rayyan


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan tersebut Rai dan teman teman nya sampai di perkiraan rumah sakit tersebut.


" Kita mencar aja deh, tapi fokusin di sekitar kompleks perumahan gue ya, gue juga mau nyusurin kompleks perumahan gue lagi." ucap Rai yang di respon anggukan dari teman teman nya.


Mereka pun masuk ke mobil masing masing dan mulai mencari Rayyan. Cukup lama Rai mencari di susuri nya setiap jalan malam itu, Rai melirik jam tangan yang di kenakakan nya sudah menunjukkan pukul 01.00 pagi, Rai segera menghubungi teman teman nya untuk bertemu di suatu titik. Tak lama Rai keluar dari mobil dan melihat teman teman nya yang sedang menunggu di pinggir jalan.


" Gimana, udah ada yang nemuin? " tanya Rai.


" Belum." sahut mereka bertiga, yang membuat Rai menelan kekecewaan.


" Yaudah, loe pada balik gih, ngantuk besok loe kerja." perintah Rai mengingat waktu sudah hampir pagi.


" Kita besok enggak ke kantor dulu deh, bantu loe nyari," jawab Arya.


" Iya, besok kita bantu cari lagi." sambung Nanda.


" Enggak usah, loe pada kerja aja, kalau besok engga ketemu juga, gue langsung lapor polisi." tolak Rai yang tidak ingin masalahnya mengganggu perkerjaan teman temannya.


" Yaudah deh, kita balik deh, loe juga balik sana istirahat dulu." ucap Kemal yang melihat wajah Rai tampak lelah malam itu.


Rai hanya mengganguk dan tak lama teman teman mulai meninggalkan nya. Rai pun kembali masuk ke mobil nya.


Rai mengusap kasar wajahnya " Rayyan di mana kamu? jangan buat papa khawatir." ucap Rai yang terus memikirkan putranya malam itu.


" Lebih baik gue cari Rayyan lagi." Rai segera menyalahkan mesin mobil nya dan kembali melanjutkan mencari Rayyan sendirian.


Cukup Rai mencari, sampai pukul 5 pagi tapi dia tak juga menemukan putranya. Rai memutuskan untuk kembali ke rumah sakit, tak lama Rai sampai di rumah sakit dan masuk ke ruang VIP tempat Dira di rawat. Dilihat nya Dira yang masih terbaring lemah, serta orang tuanya yang tertidur di sofa menjaga Dira.


Rai duduk di samping ranjang Dira, di usapnya lembut kepada istrinya itu " Maaf, aku belum menemukan anak kita." gumam nya.


" Rayyan.. Rayyan.. " rintih Dira di sela sela tidurnya yang terus memanggil nama anaknya membuat Rai semakin merasa bersalah dan sedih, sampai Rai perlahan menyandarkan kepalanya di ranjang dan mulai tertidur.


Tak lama Dira membuka matanya di lihat nya Rai yang sedang tertidur. Dira mengusap wajah Rai yang terlihat sangat lelah. Rai yang merasa ada yang menyentuh wajah nya pun perlahan membuka matanya.


Di lihat nya Dira yang terbangun " Kamu sudah bangun?" tanya Rai yang langsung bangun dari tidur nya dan memegang tangan Dira.


" Iya, bagaimana, apa Rayyan sudah ketemu? " tanya nya pelan walau Dia tau pasti putranya belum di temukan.


" Belum, maafkan aku." sesal Rai.


Dira kembali menangis memikirkan nasib putranya tersebut.

__ADS_1


" Aku akan cari lagi, kalau belum ketemu juga, aku langsung lapor polisi, kamu tenang ya." Rai meremas lembut tangan Dira dan menghapus air matanya, Dira hanya mengangguk pelan mendengar ucapan Rai.


Sampai beberapa hari Rayyan belum  juga di temukan Rai juga sudah melapor pada polisi untuk membantu mencari nya, teman teman nya pun tetap mencari setelah pulang dari kantor nya masing, sedangkan kondisi Dira masih lemah dan kerap mengalami mual hebat membuat nya harus tetap di rawat di rumah sakit.


***


Di tempat lain Sabrina sedang berada di sebuah mall seorang diri siang itu untuk ke supermarket membeli bahan makanan. Saat sedang mencari cari bahan makanan matanya terfokus pada balita mungil yang terus saja menangis di gendongan seorang wanita.


Kenapa anak itu menagis terus ya? batin nya bingung melihat wanita yang sedang menggendong  nya pun tampak tak bisa menenangkan nya.


Sabrina pun mencoba menghampiri balita tersebut.


" Ibu, apa anak nya sedang sakit? " tanya Sabrina yang tidak tega melihat balita tersebut terus menangis.


" Enggak, sudah jangan ikut campur mbak." wajab ketus wanita tersebut dan langsung meninggalkan sabrina.


" Gitu banget jawab nya, tapi kok wajah anak itu kayak nya aku pernah lihat deh, dimana ya? " gumam nya sambil terus memperhatikan balita mungil itu masih saja menangis dan wanita yang menggendong nya tetap memilih milih makanan.


" Aku ingat, anak itu mirip anak kak Rainan yang aku lihat di acara reuni." gumam sabrina yang mengingat balita tersebut sempat di lihat nya di gendong Nanda saat acara reuni sekolah nya.


" Lalu siapa wanita itu, kelihatannya anak itu sangat tidak nyaman di gendongan wanita itu, apa aku hubungin kak Nanda saja ya? biar kak Nanda yang hbungin kak Rainan."


Sabrina segera mengeluarkan handphone nya.


Sabrina kembali menekan nomer di handphone nya.


" Assalamualaikum abi," ucap sabrina saat menghubungi ayahnya.


" Walaikumsalam nak, ada apa? "


" Abi, apa abi punya nomer telpon kak Nanda? "


" Nak Nanda putranya pak wahyu? abi enggak punya kalau nomor pak wahyu ada."


" Oh begitu, abi bisa tolong tanyakan nomer Kak Nanda enggak sama pak Wahyu, ada hal penting yang mau sabri tanyakan." ucap Sabrina seraya tetap mengikuti balita yang sedang di gendong dan tetap menangis kencang.


" Oh yaudah, abi coba tanyakan nomor nya."


" Yaudah bie, cepat ya, Assalamualaikum," sabrina segera menutup telepon nya.


Tak lama ayahnya memberitahukan nomor Nanda padanya.

__ADS_1


Siang itu Nanda sedang sibuk dengan perkerjaan nya di kantor, sampai handphone nya berbunyi.


" Nomor siapa nih? " gumam nya bingung saat melihat nomor tak di kenal di layar handphone nya, Nanda segera mengangkat nya.


" Assalamualaikum, kak Namda, ini sabrina." ucap sabrina dari balik telepon.


Sabrina? serius ini sabrina, ngapain ya bidadari telepon gue?. batin Nanda.


" Walaikumsalam, iya Sabri, ada apa ya? "


" Itu kak, aku cuma mau tanya, aku lihat anak yang mirip anak kak Rainan di supermarket, tapi anak itu nangis terus, apa itu saudara kak Rainan ya yang gendong? tolong kasih tau kak Rainan ya."


" Apa? kamu lihat anak nya Rainan?!! " seru Nanda yang langsung bangkit dari kursi kerja nya.


" i.. iya kak." jawab Sabri gugup karena mendengar respon Nanda yang tampak sangat terkejut.


" Anak Rainan memang sedang hilang, kamu masih melihat anak itu?" tanya Nanda panik.


" Apa hilang? iya ini Sabri masih memperhatikan nya." jawab Sabri yang juga terkejut.


" Ok, ok gini aja, kamu minta bantuan satpam di situ untuk tahan orang itu, aku sama Rai akan bawa polisi ke sana, kebetulan kami memang sudah melapor." ucap Nanda yang berusaha tenang.


" Baik kak, assalamualaikum," balas sabri.


" Walaikumsalam." sahut Nanda yang langsung mematikan telepon nya.


Sabrina mencoba memotret balita yang masih menangis tersebut dan mengirimkan nya pada Nanda.


" Ini foto anaknya, benar kan ini anak kak Rainan? " tanya Sabri seraya memastikan kalau yang di lihat nya itu tidak lah salah.


Nanda semakin terkejut melihat balita tersebut memang benar anak sahabat nya


Ya ampun, kasihan banget nih bocah nakal, sabar ya tong. batin nya yang tidak tega melihat foto Rayyan yang sedang menangis di gendongan wanita yang tak di kenal nya.


" iya itu anak Rainan,jangan sampai kamu kehilangan wanita itu." balas Nanda.


Sabrina pun membaca balasan Nanda dan kembali memperhatikan Rayyan tapi Rayyan dan wanita itu sudah tak nampak di pandangan nya.


" Ya ampun, kemana mereka? " gumam Sabrina panik.


Guys aku punya visual Rayyan si nackal nih..anggaplah mirip Rai ya..  😂😂 jangan lupa vote yak ❤️❤️

__ADS_1



__ADS_2