
Sore itu rai baru saja selesai berkerja dan bergegas kembali ke rumahnya, Rai mulai memasuki rumah nya dan melihat dira yang sedang sibuk merapihkan pakaian di lemari nya.
"sayang " bisik rai sambil memeluk tubuh dira dari belakang
" sudah pulang? " dira menghentikan aktifitas nya dan memegang tangan rai yang sedang memeluk nya
" sudah, kita makan di luar yuk, kan malam minggu " ajak rai
" oh, yaudah " tersenyum simpul
Rai pun bergegas mandi, dan dira bersiap siap untuk makan malam di luar malam itu. Tak lama mereka pun bergegas pergi ke sebuah restoran malam itu dan memesan makanan di sana.
" Rainan? " sapa seorang wanita dengan tinggi semampai dengan tubuh yang seksi menghampiri mereka
" tania? "
Rai mengetikan makan nya melihat sosok tania di hadapan nya
" siapa? "
tanya dira yang juga menghentikan akfitas makan nya dan fokus memperhatikan wanita di hadapan nya
" oh, ini tania, sekretaris di kantor aku" rai mencoba mengenalkan tania pada dira
" ini istri kamu? " tania memperhatikan dengan seksama wajah dira
" iya, ini dira, istri aku " rai tersenyum
jadi ini istri rainan? apa yang dia sukai dari wanita seperti ini? mungkin rainan lebih cocok sama aku. tania tersenyum dalam hati
" kebetulan banget ya rai kita ketemu di sini, aku lagi tunggu teman aku nih tapi belum datang juga, boleh enggak aku gabung di sini dulu? " pinta tania
Rai hanya terdiam dan melirik ke arah dira yang tampak cemberut dan rasanya tidak enak juga jika tidak mengizinkan tania yang hanya menumpang duduk.
enggak usah aja kali ya, tampang dira udah nekuk gitu. batin rai
__ADS_1
" emm.. maaf.. "
" oh yaudah gabung sini aja " dira memotong ucapan rai tiba-tiba. Rai menatap dira dengan ekspresi heran.
" terima kasih " tania tersenyum
Sampai mereka duduk bersama dan lemon tea pesanan tania datang, tak ada pecakapan di antara mereka.
" Rai, besok kamu masuk kantor kan? " tania memberikan pertanyaan garing pada rai
" iya lah masuk, masa baru di terima aku sudah absen " rai menangkis pertanyaan garing tania
Dira hanya terdiam sambil mencoba fokus pada makanan nya sambil sesekali melirik tania yang tampak curi curi pandang pada rai.
kenapa si lihatin rai terus? suka kali ya? memang nya rai ganteng banget apa kenapa banyak yang ngelirik?. batin dira
Dira pun ikut pula melirik rai yang sedang fokus dengan makanan nya.
emang ganteng sih. huh. dira menjawab pertanyaan hati nya sendiri.
" Rai, aku udah kenyang, mau pulang " pinta dira
aduh kaya nya gambek nih. batin rai
" oh yaudah, ayo pulang "
" tania, sory ya gue tinggal dulu " pamit rai pada tania
" oh, iya enggak apa apa " tania tersenyum ramah pada rai da dira yang hendak meninggalkan meja mereka.
Rai dan dira akhirnya pulang, dan bergegas memasuki mobil mereka.
" kenapa sih? " tanya rai yang melihat dira dengan wajah di tekuk dan tidak berbicara sepanjang perjalanan. sampai akhirnya mereka sampai di rumah.
" sayang, kenapa sih? " rai mencoba menahan lengan dira saat baru memasuki rumah
__ADS_1
" cewek tadi kayaknya suka ya sama kamu, dia liatin kamu terus "
Rai cukup terkejut dengan ucapan dira walaupun dia sudah tau kalau tania memang menyukai semenjak tania selalu memperhatikan nya saat rai sedang makan siang di cafe dekat kantor.
" aku enggak tau, kalau dia suka sama aku " rai mencoba berkilah
" masa enggak tau sih, tampang nya aja centil gitu " dira semakin cemberut dengan ucapan rai
" yaudah, enggak usah di hiraukan ya, yang penting kan aku enggak suka " rai mencoba menenangkan
" aku enggak percaya, pasti nanti juga kamu ke goda " mata dira sudah mulai berkaca kaca
Rai mencoba memegang tangan dira sambil menatap nya dengan tajam.
" kamu sudah kenal aku dari SMA kan? aku sudah banyak dekat dengan wanita seperti itu, sekarang aku sudah bosan, aku lebih menyukai wanita baik-baik seperti kamu, percaya sama aku, aku sama sekali tidak tertarik lagi pada wanita seperti itu, kamu percaya kan? "
Dira hanya terdiam , lagi lagi hati kembali ragu pada mantan Playboy di hadapan nya itu.
" begini saja , kamu boleh meninggalkan dan tidak memaafkan ku kalau aku sampai tergoda pada dia, bagaimana? "
.
"jelas, jelas aku tidak akan memberi mu maaf kalau kamu sampai membuat aku kecewa lagi"
"iya, aku tidak akan melakukan itu, udah jangan cemberut donk " rai mencubit gemas pipi dira. Dira sedikit tersenyum di buat nya.
.
Malam hari dira tidak bisa tidur walau rai sudah tertidur di samping nya. Dira bersandar di ranjang sambil terus melamun malam itu.
kenapa sih rai banyak di sukai wanita cantik, dulu gizza sekarang tania, semua nya juga seksi seksi. gumam dira sambil memperhatikan tubuhnya yang sama sekali tidak ada tonjolan tonjolan menggoda di tubuhnya.
Dira beranjak dari kasur nya dan duduk di meja rias kamarnya, Dira mencoba membuka kaca mata tebal yang selalu menghiasi wajah nya dan melepas ikat rambut yang selalu bertengger di kepala. Tampak rambut hitam panjang nya menghiasi wajah putih pucat nya tanpa hiasan make up atau pelembab di wajah nya.
Dira memegang pelan wajah nya sambil terus memperhatikan nya di cermin meja rias nya.
__ADS_1
aku enggak jelek kok , mungkin penampilan ku yang sedikit kuno, dan tidak bisa make up, aku ingin berubah seperti wanita wanita cantik yang selalu mendekati rai. batin dira
**guys.. jangan lupa vote, vote dan vote yak biar aku semakin semangat menulis nya.. ❤️❤️❤️***