
Hari demi hari pun berlalu sampai tiba saatnya hari pernikahan Rayyan dan Reska. Pernahkahan tersebut di langsungkan di sebuah hotel mewah. Acara berjalan lancar saat akad tampak Reska yang cantik dengan gaun pengantinya, begitu pula Rayyan yang tampak tampak tampak dengan jas pengantin yang memabalutnya. Sampai resepsi malam hari acara semakin meriah dengan banyak tamu dari ke dua keluarga begitu pula para undangan teman teman Rayyan dan Reska.
"Udah siap belom?" tanya Rayka saat Devan dan Elang serta pasangan pengantin tersebut hendak berselfie bersama .
"Ntar dulu gue belum ganteng," Devan merapihkan sedikit rambutnya yang sebenarnya sudah sangat klimis malam itu.
"Dari dulu loe emang enggak ganteng." cibir Elang.
"Sialan loe," umpat Devan.
"Lama banget pengel nih gue pegang handphone." gerutu Rayka yang tangannya mulai merasa pegal menunggu pose terbaik dari teman temannya.
1, 2, 3..
Jepret!!
Beberapa foto pun tercipta malam itu.
"Reska!!" panggil seorang wanita yang hendak menuju pelaminan.
Reska memicingkan matanya, melihat sosok wanita cantik berbalut hijab yang sebenarnya wajahnya tidak asing untuk Reska tapi dia sekaan tidak mengenalinya. Reska mencoba berfikir keras saat wanita tersebut menghampirinya dengan seulas senyum di bibirnya.
FRISKA!!!
"Kamu Friska kan??" tanyanya tidak percaya.
Friska tersenyum."Iya, aku Friska, kamu lupa sama aku?" keluhnya.
"Enggak, kamu beda banget..cantik." puji Reska yang melihat Friska tampak merubah penampilannya menjadi lebih tertutup dan semenjak lulus kuliah Reska memang tidak pernah bertemu dengan gadis itu lagi tapi Reska tidak lupa mengundang ke acara pernikahannya melalui email yang di kirimnya.
"Selamat ya," Friska memeluk pengantin baru tersebut.
"Makasih ya, aku kira kamu enggak akan datang." Reska tersenyum simpul.
"Aku sekarang menetap di Indonesia dengan orang tua ku," jelas Reska.
"Oya? baguslah.. " Reska tersenyum sumringah.
Sedang tiga manusia yang masih berada di pelaminan tampak terpaku dengan gadis cantik yang berdiri di hadapan mereka.
"Bening bener nih cewek, kaya aer kolom renang," batin Rayka kagum.
__ADS_1
"Masyaallah, udah cantik berhijab pula, jodoh gue nih kayaknya," batin Devan kagum.
"Nyokapnya ngidam apa nih waktu hamil? kinclong banget nih cewek," batin Elang kagum.
"Oya kenalin, ini teman teman aku Fris," Reska memperkenalkan tiga manusia itu pada Friska.
Friska tersenyum manis, membuat mereka bertiga luluh lantak di buatnya.
"Woy!! kesambet loe semua? bengong aja??" sentak Rayyan yang melihat aneh ke tiga mahluk tersebut.
Mereka pun terlonjak kaget dan langsung berebut untuk bersalaman dengan Friska. Namun Friska menolak untuk bersalaman dengan senyum sopan di bibirnya.
"Fris, kita makan yuk," Devan langsung tancap gas.
"Fris duduk di sebelah sana aja yuk," ajak Elang tak mau kalah.
"Fris, kita makan di luar aja yuk lebih enak," Rayka melakukan strategi ngebut.
"Maaf, aku makan sama kakak aku aja ya," tolak Friska sopan yang sontak saja membuat tiga mahluk tersebut memasang wajah kecewa.
Friska pun berlalu pergi dan menghampiri kakaknya Sony. Sedang Rayyan dan Reska hanya terkekeh geli melihat wajah mengenaskan tiga Jones tersebut.
"Malang bener nasib loe semua," Rayyan tertawa renyah.
Malam semakin larut dan acara resepsi tersebut pun usai. Rayyan dan Reska segera masuk ke kamar hotel yang telah di persiapkan untuk sepasang pengantin itu.
"Bagus enggak?" tanya Rayyan saat membukakan pintu kamar.
Reska memutar pandangannya tampak ranjang yang di hias cantik untuk mereka berdua.
"Bagus," Reska tersenyum sumringah.
Mereka pun masuk dan duduk di ranjang.
Hening.
Tak ada percakapan di antara mereka dan sangat terlihat canggung.
"Aku mandi dulu ya," ucap Rayyan kemudian.
"Oh.. i.. iya, " sahut Reska gugup.
__ADS_1
Rayyan tersenyum dan bergegas untuk mandi. Tak lama Rayyan keluar dari kamar mandi dengan kaus oblong putih dan celana pendeknya. Reska sedikit melirik Rayyan yang tampak terlihat tampan saat sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Kamu mau mandi?" tanya Rayyan lagi.
"Oh.. i.. iya aku mandi," Reska hendak beranjak dari ranjangya.
"Tunggu sayangnya," Rayyan menahan lengan Reska dan mengambil sesuatu yang sudah di bawanya.
"Pakai ini ya," memberikan kotak cantik pada Reska .
"Apa ini?" Reska bergegas membukanya.
"Ini?" Reska terkejut melihat lingerie yang ada di kotak tersebut.
"Iya, aku membelikannya untuk mu, pakai ya."
Wajah Reska memerah membayangkan dirinya memakai baju kurang bahan tersebut.
"Mau kan memakainya malam ini untuk ku?" pinta Rayyan kembali.
"Oh...i.iya," Reska pun tak kuasa untuk menolaknya dan bergegas masuk ke kamar mandi.
Reska mengela nafas dan berusaha mengatur nafasnya yang merasa sangat gugup malam ini.
"Aduh.. habis ini ngapain ya sama Rayyan?" Reska menutup wajah dengan kedua tangannya dan membayangkan hal yang membuatnya malu sendiri.
Reska pun segera membuka pakaiannya untuk mandi. Dia terdiam sejenak.
"Beberapa hari lalu gue masih mens?" Reska sedikit mengecek apakah dia sampai hari ini masih mens atau tidak.
"Syukurlah udah enggak mens, jadi bisa gituan sama Rayyan," gumamya sambil tersenyum namun seketika dia membungkam mulutnya sendiri.
"Ya ampun, kenapa aku yang ngebet?!!" ucap Reska yang malu pada dirinya sendiri.
Tak lama Reska keluar dari kamar mandi. Pintu kamar mandi terbuka yang membuat Rayyan langsung menoleh dan tertenggun melihat Reska yang sangat mengairahkan dengan lingerie yang di belikannya.
"Sini sayang." Rayyan tersenyum seraya menepuk kasur agar Reska mendekat.
Jantung Reska bedegup semakin kencang seakan perpacu dengan perasaan bahagianya malam itu. Di tempat lain di hotel yang sama Kemal masih tidak bisa memejamkan matanya.
"Anak gue lagi ngapain coba sama si belatung nangka?" batin Kemal yang masih merasa berat melepaskan putri kecilnya pada suaminya saat ini.
__ADS_1
Guys.. semangat menulis ku akhir akhir ini sebenernya lagi menurun bangetππ maaf juga untuk karya karya aku yang menang belum bisa aku lanjutkan.. karena mood ku pun sedang tidak baik, maafkan aurthor receh ini yak terutama yang menunggu kelanjutan novel LIBM.. ππππ jangan lupa votenya buat asupan semangat akuβ€οΈβ€οΈ