Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Frustrasi


__ADS_3

Rai sampai di rumah nya larut malam dan langsung membuka jas nya yang sedari pagi dia kenakan di kantor dan melempar nya ke sembarang tempat. Rai duduk di ranjang seraya mengusap kasar wajah nya.


Praannkkk


Rai melempar kencang handphone nya ke dinding berusaha meluapkan emosi nya yang sudah tak tertahan.


Shiiit!! kenapa sih saat gue udah benar-benar sayang sama cewek pasti tuh cewek ninggalin gue, dulu gizza sekarang dira, sama aja emang semuanya. batin Rai. 


Rai menghela nafasnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang dan perlahan mulai memejamkan matanya.


***


Pagi hari Rai pergi ke kantor dan berusaha melakukan aktifitas nya seperti biasa seraya melupakan rasa sakit hatinya pada Dira. Malam hari Rai bergegas pergi ke klub malamuntuk bertemu dengan teman-teman nya.


"Rai," panggil Kemal dan ke dua temannya yang sudah menunggu Rai di sana .


Rai menghampiri mereka dan langsung duduk di tempat tersebut.


"Kusut bener." ledek Arya.


Tapi Rai tidak menjawab dan memilih meminum wine di hadapannya.


"Tumben kalem?" cletuk Kemal.


"Eh, loe udah ketemu Dira? " tanya Nanda.


"Udah," jawab Rai singkat.


"Terus? " Nanda kembali bertanya.


"Dia minta pisah." ucap Rai sambil kembali meminum wine yang di pegangnya.


"Serius loe? " tanya Arya dan juga ekspresi kaget dari ke tiga teman nya dan Rai hanya mengangguk.


"Terus loe mau pisah sama Dira? " tanya Kemal.

__ADS_1


Tapi Rai hanya terdiam dengan wajah yang terlihat sedih.


"Pantes kalem, " cletuk Arya yang seolah mengerti sifat sahabat nya tersebut jika sudah beringkah banyak diam berarti tingkat frustrasi nya sudah tinggi.


"Nan loe temenin Rai lah, gue mau ke sana dulu." ucap Arya dan Kemal yang lebih memilih menghampiri gadis di klub tersebut.


Rai pun hanya terdiam sambil terus menengguk wine di hadapan nya berulang kali. Nanda melirik ke arah rai yang sudah seperti kehilangan kesadaran.


"Udah Rai bisa mati loe kebanyakan minum gini," Nanda mengambil gelas wine yang di pegang Rai.


"Mending loe sanah gih, loe deketin tuh cewek di sana, tapi jangan loe nikahin ntar loe di tinggal kaya gue," ucap Rai dengan keadaan setengah sadar.


udah ngaco nih anak. batin nanda


"Rai, loe di tinggal cewek malah minum harusnya loe sholat, minta supaya dira mau sama loe lagi, " ucap Nanda dengan kata-kata bijak nya seolah lupa kalau dia sedang bicara dengan orang yang sedang mabuk.


"Loe tau enggak kenapa Dira ninggalin gue? karena menurutnya gue itu cowok brengsek , sama kaya loe, " ucap rai sambil tersenyum lirih.


"Loe tau nan, gue itu udah cinta sama Dira, tapi dia enggak percaya karena menurut dia gue itu cowok brengsek, dia enggak percaya." sambung Rai dengan nads yang semakin tidak jelas dan sedikit memejamkan matanya.


Nanda pun memilih menghampiri Arya dan Kemal.


"Rai mabuk, udah enggak sadar." bisik Nanda


pada Arya dan Kemal.


Mereka pun langsung menghampiri Rai yang sudah tak sadar di kursi klub malam tersebut.


"Ampun deh, patah hati gini banget, " keluh Arya.


"Loe anter sana nan, si Rai pulang," perintah Arya.


"Lah, gue enggak bawa mobil tadi kan ke sini sama loe," protes Nanda.


"Yaudah gue aja yang anter dia pulang," ucap Kemal yang langsung memapah Rai keluar dari klub tersebut dan memasukkan nya ke mobil.

__ADS_1


Kemal pun bergegas melajukan mobil nya dan sesekali melirik ke arah Rai yang terus memanggil nama Dira sambil masih memejamkan matanya.


Rai, rai, paling bisa nyakitin cewek, sekarang di sakitin cewek langsung begini , payah banget loe. batin kemal sambil menggeleng kan kepala nya.


Aduh, gue bawa pulang rai ke mana ya? kalau gue bawa ke rumah nya kasian juga dia sendirian istrinya enggak ada, kalau gue bawa ke rumah nya pasti bokap nya yang galak itu emosi nih lihat rai begini.


Gumam Kemal yang bergulat dengan fikiran nya sendiri untuk beberapa saat.


Gue bawa ke rumah orang tua nya aja lah biar ada yang urus.


Kemal pun langsung melajukan mobil nya ke arah rumah orang tua Rai. Setelah sampai Kemal memapah Rai keluar dari mobil.


"Assalamualaikum, " ucap Kemal sambil mengetuk pintu.


"Walaikumsalam," terdengar suara wanita dari dalam rumah yang langsung membuka pintu.


"Rainan? " ucap mama Rai yang melihat Rai sudah tak sadar.


"Rai mabuk tante, saya anter dia pulang,"


"Yaudah ayo masuk, " mama Rai  langsung membantu  Kemal memapah Rai ke kamarnya.


"Ya ampun Rai, kamu kok jadi gini," ucap mama Rai sambil menatap Rai yang terbaring dengan wajah yang sedih.


"Kenapa dia? " tanya papa Rai yang baru masuk kamar putranya .


Mama Rai dan Kemal hanya terdiam seolah takut melihat ekspresi papa Rai yang sudah emosi.


"Mabuk lagi? dasar anak bodoh! " umpatnya.


"Eem, tante, om saya permisi pulang dulu ya, " pamit Kemal yang memilih menghindari situasi di sekitarnya yang sudah memanas.


"Anak ini tidak pernah berubah, bukannya berfikir jalan keluar untuk rumah tangga nya tapi malah mabuk mabukan, biarkan saja dia, biarkan dia mati karena alkohol sekalian!! " tegas papa Rai yang sudah terlihat sangat emosi dan meninggalkan kamar putranya .


Mama Rai hanya mengusap lembut rambut putranya dengan wajah yang sedih.

__ADS_1


__ADS_2