Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Rindu


__ADS_3

Pagi itu dira masih duduk termenung di tepi ranjang sambil terus menghidupkan handphone nya, tapi tetap saja hasil nya nihil.


Aku servis atau beli handphone baru saja ya? kalau di servis pasti lama yang ada rai pasti marah marah, aku juga belum kasih kabar dari kemarin, lebih baik aku beli handphone baru saja. gumam nya


Dira bergegas beranjak dari ranjang nya untuk mandi, sarapan lalu pergi ke mall untuk membeli handphone baru.


***


Siang itu rai masih mengerjakan pekerjaan nya di kantor, sesekali rai mengecek handphone nya berharap ada pesan atau telepon dari dira.


Astaga.. kenapa belum juga kasih kabar sih? apa terjadi sesuatu pada nya?


" Kerja yang bener, jangan liatin handphone terus " ucap kemal yang sudah berada di depan meja kerja rai dan melihat rai yang sedang sibuk menatap layar handphone nya.


" Ngagetin aja loe, dira belum juga kasih kabar nih " keluh rai


" Ud dapet pengganti loe kali " ledek kemal yang langsung di respon lemparan buku dari rai.. kemal hanya terkekeh geli melihat wajah rai yang semakin cemas.


" Udah, makan siang dulu yuk, mikirin cinta mulu loe kaya abg aja " cletuk kemal


" Gue mikirin istri gue , susah emang kalo ngomong sama jomblo akut " tangkis rai yang langsung membuat kemal semakin terkekeh geli, lalu pergi meninggalkan kantor untuk makan siang.


Tak lama mereka pun memesan makan di sebuah cafe tak jauh dari kantor.


" Hay, aku boleh gabung enggak? " ucap gizza yang sudah berdiri di depan meja mereka.


" Boleh, " sahut kemal


Gizza tersenyum sumringah dan duduk bersama rai dan kemal.

__ADS_1


Mereka sedikit mengobrol, tiba-tiba saja handphone rai berbunyi. Rai segera melihat layar handphone nya.


" Dira? " gumam rai yang langsung bangun dari kursi nya.


" Mau kemana loe? " tanya kemal


" Ke depan " rai bergegas keluar dari cafe dan memilih mengangkat telepon di taman dekat cafe tersebut dan segera mengangkat video call dari dira.


" Masih inget punya suami? " ucap nya begitu melihat wajah dira di telepon sedang bersandar di ranjang.


" Maaf, handphone ku rusak, ini aku beli handphone lagi " jelas dira dengan wajah bersalah


" Serius? " rai mengerutkan kening nya


" Iya, maaf ya " ucap nya dengan wajah memelas


" Oh, gitu " rai seolah memasang wajah cuek


" Enggak, aku sama sekali enggak kangen kamu walaupun sudah 24 jam lebih kamu enggak hubungin aku"


" Oh begitu, aku menyesal bertanya seperti itu" dira menekuk wajah nya


" Aku juga menyesal berbohong, aku merindukanmu " goda rai sambil tersenyum


Dira berdecih" iiisssh dasar "


Rai melirik jam tangan yang di kenakan nya" udah dulu ya, sebentar lagi masuk, nanti aku hubungin lagi " ucap nya


" Oh, yaudah " Dira tersenyum

__ADS_1


" Love you, aku rindu kamu, rindu bercumbu dengan mu " goda rai


Pipi dira memerah mendengar nya" iiss.. dasar mesum " sahut nya sambil menutup telepon, rai terkekeh geli melihat ekspresi wajah istri nya itu, dan beranjak dari taman tersebut ke dalam kantor nya.


Sebelum kembali ke ruangan nya rai ke toilet sebentar, setelah selesai rai berjalan  perlahan menuju kembali ke ruang kerjanya, sampai di sebuah lorong kantor rai melihat gizza yang telah berdiri di sana. Rai berusaha tidak memperdulikan nya dan tetap fokus berjalan.


" Rai " gizza menahan lengan nya tepat saat rai berjalan di samping nya


Rai menoleh" Ada apa? " tanya nya dengan ekspresi datar


" Kenapa berubah seperti ini? "


Rai mengerutkan kening nya" Berubah apa nya? "


" Iya, kamu enggak usah bersikap ber pura pura dingin seperti ini pada ku rai " keluh gizza yang menatap rai dengan lekat


Rai tersenyum kecut mendengar ucapan gizza" aku tidak berpura pura, memang harus seperti ini kan aku bersikap pada mu "


Gizza melepaskan tangan nya dari lengan rai dan merogoh saku di blazer yang di karnakan nya" Lihat lah ini, aku masih menyimpan nya, saat kamu berkata kamu ingin menikah dengan ku , apa kamu pernah memberikan barang seperti ini pada wanita lain? bahkan pada istrinya mu sendiri? enggak kan rai? " gizza memperlihatkan cincin cantik di tangan nya.


Rai tertenggun, benar memang rai tidak pernah memberikan barang seperti itu pada wanita lain selain gizza, bahkan dira istrinya sendiri pun rai tidak pernah memberikan nya, yang ada hanya cincin nikah itu pun mama nya yang memberikan nya karena waktu itu rai sangat acuh dan tidak memperdulikan pernikahan nya.


Rai mengambil cincin tersebut dari tangan gizza, dan melempar nya ke sembarangan arah " itu hanya masa lalu , berhenti lah hidup di masa lalu" ucap nya sambil beranjak pergi meninggalkan gizza tapi gizza menahan kembali lengan nya.


" Aku tau hanya aku yang sangat kamu cintai rai"


Rai kembali tersenyum kecut mendengar ucapan gizza yang sangat konyol bagi nya " iya, itu dulu sebelum aku menikah dan sebelum istri ku mengandung anak ku"


Gizza tertenggun dan cukup terkejut mendengar dira tengah hamil, tapi senyum tipis tergurat lagi di wajah nya " jadi istri mu sedang hamil?? aku jadi teringat saat dulu kita berhubungan badan, kamu sering kali mengucapkan jika aku hamil kamu akan sangat senang dan pasti bertanggung jawab, aku menyesal itu tidak terwujud, aku juga tidak bisa membayangkan wajah dira mu itu kalau aku bercerita seperti itu padanya "

__ADS_1


Seketika wajah rai memerah rahang nya mengeras, rai menoleh ke arah gizza yang sedari tadi menatap nya, mendorong tubuh gizza ke dinding dan mencengkram erat lengan nya " Jangan katakan yang tidak tidak lagi pada dira, atau aku akan berbuat kasar pada mu!! " ancam rai yang langsung beranjak pergi meninggalkan gizza.


Gizza terdiam,. memeganggi lengan nya yang terasa perih karena cengkraman rai " aku pasti bisa membuat mu kembali pada ku rai " gumam nya seraya tersenyum kecut


__ADS_2