Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Sentilan kecil


__ADS_3

Minggu siang ini Rai bersama keluarga kecilnya bersiap siap untuk segera pergi menuju cafe baru mereka. Tak lama mereka pun segera menaiki mobil menuju lokasi tersebut. Setelah sampai terlihat ke tiga temannya yang sudah menunggu di luar cafe.


"Lama loe." seru Arya saat Rai baru keluar dari mobilnya.


"Iya kebiasan ngaret mulu, untung gue masih ganteng nunggu lama gini." timpal Kemal.


Rai hanya menunjukkan cengiran kudanya. Rai pun segera membuka cafe yang tampak besar dan masih terkunci tersebut. Dan mereka pun masuk ke dalam cafe yang masih kosong tapi sudah tampak rapih.


"Gimana, bagus enggak? desain gue nih?" tanya Rai sambil melirik teman temannya yang tampak memutar pandangannya pada seluruh bagian cafe.


"Norak akh." cletuk Arya.


"Iya, walpaper dindingnya kenapa warna abu abu gini? kaya warna semen." timpal Nanda.


"Iya, ini kursinya juga jangan gini modelnya biasa banget yang unik donk." ledek Kemal.


Rai mengeratkan giginya yang tampak gemas dengan ucapan tiga mahluk menyebalkan di hadapannya.


"Loe ya waktu itu kan  udah gue kasih lihat sketsanya loe semua pada angguk angguk aja." dengus Rai kesal.


"Di sketsa si bagus." sahut Nanda.


"Berisik akh, udah loe terima aja." omel Rai.


"Bagus kok sayang desainnya, aku suka." ucap Dira seraya mengelus punggung Rai yang tampak kepalanyq seperti sudah mengeluarkan asap.


"Kamu memang istri terbaik." puji Rai sambil mengelus kepala Dira.


"Yaudah mau gimana lagi, kalau di ubah butuh modal lagi." sahut Kemal pasrah.


"Enggak tau terima kasih emang ya, gue yang urus semua nih loe cuma pada angguk angguk aja." omel Rai kembali.

__ADS_1


Ketiga mahluk di depannya pun hanya cengengesan dengan wajah tanpa dosa.


"Yaudah nanti gue bamtu cari karyawan deh." ucap Arya.


Rai pun mengangguk.


"Makan yuk, laper gue ada cafe tuh di sebrang." ajak Nanda.


Mereka semua pun bergegas keluar dari cafe baru tersebut.


"Kemal." terdengar suara wanita memanggil kemal.


.


Mereka semua menoleh tampak wanita cantik dengan tubuh seksi berjalan menghampiri mereka.


"Tania?" Kemal tampak terkejut dengan kedatangan Tania siang itu.


"Oh, ini kita baru buat projeck cafe." jelas Rai.


"Oh kaliam bagun cafe, wah hebat."sahut Tania antusias.


"Oia Tania kita mau pada makan siang nih, kamu mau ikut?" ajak Dira ramah.


"Oh boleh aku juga belum makan siang, yuk kita makan." sahut Tania seraya memegang mesra lengan Kemal yang berdiri di sampingnya.


Kemal tampak sedikit kaget Tania bersikap seperti itu, walaupun dia dan Tania sering saling memperhatikan tapi sejauh ini hubungannya dengan Tania hanya hubungan tanpa ikatan.


Di sisi lain mata Kemal melirik Shanum yang berdiri di samping Dira, wajah gadis itu seketika tampak terlihat sendu seraya menundukkan sedikit kepalanya. Dira dan Rai pun melirik wajah Shanum yang tampak berubah ekspresinya.


"Ayo, katanya makan?" ajak Tania.

__ADS_1


"Oh iya, ayo." sahut Rai.


Mereka pun bergegas berjalan menuju cafe yang tak jauh dari lokasi tersebut. Sepanjang jalan tampak Tania mengandeng Kemal dengan senyum di bibirnya.


"Shanum, kamu enggak apa-apa?" tanya Dira saat mereka berjalan menuju cafe ketika melihat wajah gadis itu tampak murung.


"Enggak apa-apa kok mbak." Shanum berusaha tersenyum.


Tak lama mereka sampai di cafe tersebut dan memesan makanan di sana.


"Ini teman teman kamu juga Kemal?" tanya Tania seraya melirik Nanda dan istrinya serta Arya.


"Oh iya, ini teman SMA aku semua." sahut Kemal singkat.


"Kalau ini penganten baru nih." ucap Rai seraya menujuk Nanda dan Sabrina yang sedang menyantap makanannya.


"Oh penganten baru ya, wah selamat ya." ucap Tania dengan senyum manisnya, Nanda dan Sabrina pun tersenyum simpul.


"Kalau kamu kapan melamar aku?" goda Tania pada Kemal.


Uhuk uhuk.


Wajah Kemal memerah tersendak potongan daging yang cukup besar mendengar ucapan Tania.


"Kapan tuh? jangan janji muiu?" ledek Arya sambil menahan tawa.


"Jangan bilang kapan kapan?" timpal Nanda sambil tertawa.


Kemal hanya tersenyum canggung dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal, seraya mellirik wajah Shanum yang tampak fokus dengan makanannya tanpa melihat ke arahnya sedikit pun.


Guys jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan vote yak. ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2