Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Merajuk


__ADS_3

Rai dan dira bergegas meninggalkan mall tersebut dan masuk ke dalam mobil.


Aiiissshh menyebalkan sekali cowok tengik itu!! gumam rai seraya menahan emosi nya


" Rai " panggil dira pelan dengan sedikit perasaan takut melihat ekspresi rai yang sudah sangat emosi


" Jangan bicara apa pun " sahut rai yang langsung melajukan mobil nya meninggalkan mall tersebut. Dira hanya terdiam sepanjang perjalanan.


Tak lama mereka sampai di rumah.


" Turunlah " ucap rai begitu memarkirkan mobil nya di depan rumah mereka.


" Turun? kamu enggak turun? " dira mengerutkan kening nya


" Tidak, aku ingin ke tempat teman teman ku "


" Tidak, aku enggak ijinin kamu pergi " dira memegang erat lengan rai


" Dira, aku sedang tidak ingin bicara dengan mu, jadi sekarang cepat turun lah!! " sentak rai


" Kenapa kamu marah sama aku? yang bicara seperti itu kan dimas bukan aku? " ucap dira yang merasa rai seperti menyalahkan nya.


" Aku muak dengan kisah cinta kalian " jawab rai ketus dan tetap melihat lurus ke depan tanpa menoleh ke arah dira yang sedang menatap nya


" Kisah cinta? apa maksudnya? " dira semakin tidak mengerti ucapan rai


" Aku bosan melihat kalian saling memuji, saling mengatakan cinta di depan mata ku, sudah berapa kali ini terjadi, aku sangat muak "


" Kamu ini bicara apa? aku bahkan tidak pernah merespon sikap dimas? " ucap dira dengan mata yang sudah berkaca kaca


" Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api, sudahlah dira turun, aku benar-benar ingin pergi !! " sentak rai


Dira akhirnya melepaskan tangan nya dari lengan rai dan berusaha menghapus air matanya yang sedikit terjatuh lalu turun dari mobil. Rai langsung melajukan mobil nya meninggalkan rumah nya.


Rai merogoh sakunya dan mengeluarkan handphone nya sambil terus fokus menyetir.


" Di mana loe " tanya rai pada nanda di balik telepon


" Di rumah kemal, sama arya, kenapa emang? "

__ADS_1


" Oh, yaudah gue ke situ deh "


" Tumben, enggak ngelonin bini? kan bucin biasanya kerjaan nya gitu? " ledek nanda sambil tertawa


" Berisik loe " sahut rai yang langsung menutup telepon nya


Tak lama rai sampai di rumah kemal dan bergegas masuk ke dalam, tampak dari kejauhan teman teman nya sedang asik bersantai di ruang keluarga.


" Eh, boss dateng " ucap arya yang melihat rai sedang berjalan menghampiri mereka


" Enak loe ya pada party " ledek rai yang langsung duduk di sofa


" Party apaan gue cuma di sedian soft drink sama kacang kacangan begini " sahut nanda sambil memperhatikan beberapa bungkus kacang pada rai


Kemal terkekeh geli mendengar ucapan nanda" ya loe ke rumah gue tanggal tua gini, masih untung gue sedian kacang dari pada gue suruh beli sendiri " sahut kemal sambil tertawa


" Eh, bokap, nyokap loe kemana? " tanya rai yang melihat rumah kemal tampak sepi


" Lagi ke luar kota, cari duit, buat calon cucu " sahut kemal


" Calon cucu pala loe, calon istri aja belom punya " ledek rai sambil tetawa


" Tau aja, mantan dukun loe ya " jawab rai sambil meminum soft drink di hadapan nya


" Loe rai, kalo pusing aja ke kita, seneng aja lupa loe" ledek arya


Rai hanya terkekeh geli mendengar ucapan arya sambil terus meminum doft drink nya


" Ribut lagi loe? ribut kenapa lagi sih? " tanya nanda


" Tau engga loe temen kantor dira yang pernah gue ceritain tadi gue ketemu lagi di mall, terus dia bilang ke gue dia yakin gue bakal ninggalin dira terus dia bakal gantiin posisi gue, gila enggak tuh, gue baru juga nikah sama dira masa udah ada yang nunggu janda nya " ucap rai dengan ber api api yang di respon cengiran tak jelas dari ke tiga teman nya


" Waduh, repot juga ya , cinta mati tuh kayak nya dia sama dira " ledek nanda


" Iya rai, saingan berat tuh " timpal arya


Kemal hanya terkekeh geli melihat dua teman nya yang sedang memperpanas rai dan tampak jelas wajah rai yang sudah memerah seperti kepiting rebus karena menahan emosi nya.


Setelah cukup lama di rumah kemal akhirnya rai pulang dan kembali ke rumahnya. Rai melihat dira yang sedang membereskan pakaian yang akan di masukan nya ke lemari.

__ADS_1


Dira menoleh melihat rai yang baru masuk ke kamar nya, tapi tidak mengatakan apapun. Rai membuka jaketnya dan bersandar di ranjang, tak ada percakapan di antara mereka.


" Kenapa mendiami ku? " tanya rai memecah keheningan


Dira tidak menjawab dan lebih memilih melangkah kan kaki nya meninggalkan kamar, tapi dengan cepat rai menghadang langkah kaki nya.


" Kenapa sih kok jadi kamu yang marah? harusnya kan aku? " ucap rai


" Kamu sendiri kenapa marah sama aku? yang bikin ulah kan dimas kenapa jadi marah sama aku? " balas dira


" Aku tau dira kamu berubah ingin jd cantik, seksi lah, itu untuk dimas kan? "


Dira mengerutkan kening nya dia semakin tidak mengerti dengan jalan fikiran rai.


" Untuk dimas? " dira bertanya dengan heran sekaligus marah mendengar ucapan rai


" Iya untuk dimas, kamu tuh lagi puber ke dua kan, serasa jatuh cinta lagi sama cowok lain, ya kan? "


" Puber ke dua? " dira semakin terheran heran dengan ucapan rai


" Iya, begitu kan? "


" Kamu benar-benar, suami yang engga peka rai" sahut dira yang langsung bergegas meninggalkan rai tapi rai menahan lengan nya.


" Aku kecewa sama kamu dira"


Dira semakin tidak bisa menahan perasaan sedih nya, dan mata nya mulai berkaca kaca "Aku yang kecewa sama kamu rai!! aku ini berubah untuk kamu, aku ingin cantik seperti mantan kamu gizza aku ingin cantik seperti tania yang centil itu kenapa sih kamu jadi nuduh aku yang aneh aneh" pekik dira yang sudah tidak bisa menahan air matanya


Rai tersentak dan terkejut dengan ucapan dira, dia tidak pernah berfikir kalau dira berubah untuk nya. Rai hanya berfikir tingkah dira aneh dan mungkin sedang jatuh cinta lagi dengan pria lain.


Rai meninggalkan dira yang masih menangis ke dalam kamar dan mengambil tissu basah di kamarnya, Rai menghapus sisa pelembab dan lipstik di wajah dira dengan tissu tersebut.


" Maafkan aku, aku benar-benar tidak peka. Kamu tidak usah merubah penampilan mu untuk meniru wanita wanita itu, aku lebih suka kamu yang seperti ini, percaya pada ku aku enggak akan ninggalin kamu untuk wanita wanita seperti itu " ucap rai sambil tersenyum dan mengangkat dagu dira yang agar menatap nya.


" Maafkan aku ya "


Dira tersenyum simpul mendengar ucapan rai.


Guys.. aku up lg nih.. kalian juga vote donk.. vote nya makin sepi nih, jadi syediih aku tuh 😢😢

__ADS_1


__ADS_2