Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Sadar


__ADS_3

Rai memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah mereka.


"Kenapa berhenti di sini? kenapa tidak masuk? tanya Dira dengan ekspresi bingung.


"Aku akan pergi lagi, turunlah, " jawab Rai dengan nada dingin.


"Mau ke mana Rai? aku minta maaf, aku bisa jelaskan."


"Cepat turunlah! " sentak Rai yang langsung membuat Dira mengunci mulutnya dan segera turun dari mobil Rai, sampai Rai kembali melajukan mobilnya dan meninggalkan Dira begitu saja.


Dira segera masuk ke rumah menaruh beberapa kantong plastik berisi belanjaan nya begitu saja di sofa dan duduk dengan menghapus sedikit air matanya yang terjatuh.


kenpa sih jadi begini? kenapa selalu cepat marah tanpa mendengar penjelasan ku dulu?


Dira hanya terus menangis malam itu, dan merasa lelah menghadapi sifat Rai yang selalu mudah marah dan terkesan tidak percaya padanya


***


Rai melangkah kan kakinya sambil memutar bola matanya di bawah lampu yang tidak begitu terang dan hanya ada lampu sorot yang berwarna warni dengan hentakan musik yang keras.


"Rai." terdengar suara Nanda dan dua teman Rai yang sedang duduk menunggu kedatangan nya di klub malam tersebut.


"Gue kira enggak jadi datang loe, " ucap Arya begitu Rai menghampiri mereka, Rai hanya tersenyum dan duduk bersama mereka dan menyalahkan sepuntung rokok yang tergeletak di hadapan nya.

__ADS_1


"Lah, tumben ngerokok, biasa langsung minum? " tanya Kemal yang merasa aneh melihat Rai mengabaikan wine di hadapan nya.


" Takut dosa gue. " cletuk Rai.


"Mau kiamat kali ya, udah banyak orang tobat, " sahut Nanda di iringi tawa Kemal dan Arya.


"Pusing nih gue," ucap Rai yang mencoba meluapkan perasaan nya pada teman teman nya malam itu.


"Pusing kenapa loe? pengen nikah lagi? " tanya Arya sambil tertawa.


"Boro boro nikah lagi punya istri satu aja pusing, udah gitu ada cowok yang suka lagi sama dia, "


"Suka? suka sama Dira? " tanya Nanda .


"iyalah suka sama Dira masa cowok suka sama gue, " sahut Rai yang mulai gemas dengan pertanyaan Nanda.


"Gue denger sendiri waktu mereka ngobrol, gila enggak tuh cowok, kalau bukan di lingkungan kantor udah gue abisin tuh, berani banget coba bilang suka sama bini orang, " ucap Rai yang mulai curhat dengan penuh emosi sementara ke tiga teman nya hanya cengar cengir tak jelas di hadapan nya.


"Kaya enggak pernah suka sama bini orang aja loe, " sahut Nanda sambil tertawa.


"Kapan gue suka sama bini orang? paling gue ngelirik aja," sahut Rai.


"Sama aja, " timpal Kemal.

__ADS_1


"Beda lah, "


"Yaudah lah, yang penting kan Dira nya enggak suka," ucap Aya sambil terus menengguk wine di hadapan nya.


Rai pun mengerutkan kening nya mendengar ucapan arya" bener juga loe," ucap Rai.


"Benar lah, otak loe aja yang cetek, " cletuk Arya di iringi tawa Kemal dan Nanda.


Rai pun hanya terdiam sambil mencoba mengkoreksi dirinya kembali yang terlalu cepat terbawa emosi tanpa mendengar kan atau bertanya perasaan Dira. Tak lama Rai memutuskan untuk pulang, Rai segera membuka pintu dengan kunci cadangan yang di bawanya dan melihat Dira yang sudah tertidur di kamar.


Rai bergegas mandi merebahkan dirinya di ranjang sambil menatap wajah Dira yang sedang tertidur, dan mencoba menyingkap rambut Dira yang sedikit menutupi wajahnya.Dira mulai membuka matanya karena merasa ada tangan yang sedang mengusap wajah nya.


"Rai? " ucap Dira saat membuaka matanya dan melihat Rai yang sudah ada di samping nya


"Kok bangun? " tanya Rai sambil menatap Dira.


"Sudah pulang? " Dira langsung mencoba duduk dan merapihkan rambutnya yang sedang terurai.


"Sudah, "


"Maaf, soal yang tadi, " ucap Dira sambil sedikit menundukkan kepala nya.


"Kamu suka dia? "

__ADS_1


"Tidak,"


"Baguslah, yang penting kamu tidak menyukai nya, aku saja yang terbawa emosi. " ucap Rai sambil tersenyum dan mencium bibir Dira.


__ADS_2