
" Sabri, kamu ada acara enggak malam ini?" tulis Nanda di pesan nya sore itu.
" Enggak sih, tapi sehabis magrib aku ada pengajian di masjid, kenapa memang nya? " balas Sabrina.
Mata Nanda medelik kaget mendapat balasan Sabrina, dia meletakkan handphone nya di kasur dan merebahkan tubuhnya dengan raut wajah yang risau.
Derrttt.. Derrt..
Handphone nya kembali bergetar di lihatlah pesan Sabri kembali masuk.
" Kak Nanda mau ikut ke pengajian sama aku enggak? " tanya nya dalam pesan tersebut
Hah? ke pengajian? selama hidup gue enggak pernah gue ke tempat kaya gitu, enggak bisa ngaji juga, kalau Sabrina tau malu deh gue. batin Nanda risau.
Sampai pesan Sabri kembali masuk.
" Enggak mau ya kak?? " gadis itu kembali bertanya.
Mungkin cuma dengerin ceramah aja kali ya, kesempatan langka juga. batin nya semakin bingung.
" Iya, aku mau, nanti aku jemput ya." balas Nanda yang akhirnya menerima ajakan Sabrina.
***
Pukul setengah 7 malam Nanda sudah bersiap siap dengan baju koko yang di kenakakan nya, dia terus memandangi wajah nya di cermin.
" Aduh, ganteng juga gue." puji nya pada diri nya sendiri.
Nanda pun keluar dari kamar dan menghampiri orang tuanya yang tengah menikmati teh di ruang keluarga.
" Mah, pah, Nanda keluar dulu ya." ucap nya yang membuat orang tua dan adik nya menoleh ke arah nya.
" Mau ke mana kamu? " tanya papa sambil meminum teh dan melirik penampilan putranya yang tampak berbeda malam ini.
" Ke pengajian. "
Uhuk.. uhuk..
Papa pun seketika merasa tersendak mendengar ucapan putranya.
" Kak Nanda sakit? " adik perempuan nya bergegas memegang kening Nanda yang tidak terasa panas.
" Apaan sih, orang sehat di bilang sakit." dengusnya kesal.
" Tumben kamu ke pengajian, jangan bohong kamu." sahut papa yang masih tidak percaya.
" Nanda, apa ada udang di balik batu? " tanya mama yang juga tak merasa percaya pada putranya.
" Apaan sih kalian ini, udah lah aku pergi dulu." pamit Nanda seraya mencium tangan orang tua nya dan berlalu pergi meninggalkan keluarga nya yang masih memasang ekspresi heran.
__ADS_1
Aneh emang keluarga gue, gue berubah bukan nya sujud syukur malah gitu respon nya. batin nya kesal.
Nanda pun bergegas melajukan mobil nya ke rumah Sabrina.
" Assalamualaikum." ucap nya saat sampai di rumah pujaan hatinya tersebut.
" Walaikumsalam." sahut Sabrina seraya membuka pintu.
Nanda sejenak terdiam dan cukup terkesima dengan wanita cantik yang sudah berpakaian rapih dengan hijab yang di kenakakan nya.
Cantik banget, sejuk banget lihat nya. batin nya kagum.
" Kak Nanda sudah siap? " tanya Sabri yang membuyarkan lamunan nya.
" Oh iya, mau berangkat sekarang? "
" Iya."
" Yaudah pamit sama orang tua kamu dulu ya."
Nanda pun masuk ke dalam dan meminta ijin untuk pergi dengan Sabrina pada orang tuanya malam itu. Mereka segera pergi menuju ke sebuah masjid, sudah banyak orang yang berkumpul di sana.
Nanda pun duduk di antara barisan jamaah pria sedangkan Sabrina duduk di antara barisan jamaah wanita sampai pengajian itu di mulai tampak seorang ustad yang menyampaikan ceramah nya, awalnya Nanda merasa sangat mengantuk karena dia tidak pernah ada dalam suasana seperti ini. Setelah cukup lama pengajian itu pun selesai.
" Sudah selesai kan? " Nanda menghampiri Sabri yang hendak keluar masjid.
Gadis itu tersenyum" Sudah. "
Gadis itu tampak terdiam seperti sedang berfikir.
" Enggak lama kok, habis makan kita pulang." Nanda berusaha meyakinkan.
" Oh yaudah." jawab nya seraya mengangguk pelan.
Nanda tersenyum lega dan bergegas masuk ke mobil menuju sebuah cafe malam itu.
" Di makan ya." ucap nya saat pesanan mereka datang.
" Makasih ya."
Nanda tersenyum dan memperhatikan Sabri yang tengah melahap makanannya nya.
Hubungan gue kayak nya garing banget deh, apa gue tembak aja ya sekarang? kalau gini terus engga ada kemajuan bisa bisa ke buru di rebut orang lagi. batin nya risau.
" Sabri, aku boleh tanya sesuatu enggak? "
Sabrina mengerutkan kening nya melihat wajah Nanda yang tampak serius di hadapan nya" Bertanya apa? "
" Kamu sudah punya pacar? "
__ADS_1
Uhuk.. uhuk..
Sabri sedikit terkejut mendengar ucapan Nanda dia pun meminum air di hadapan nya.
" Memang nya kenapa? "
" Cukup jawab saja."
.
" Aku tidak ingin menjawab nya."
" Aku suka kamu." ucap Nanda yang tidak bisa bersa basi lagi.
Gadis itu tampak terkejut lalu menghentikan aktifitas makanya.
" Kamu mau jadi pacar aku? "
" Maaf, aku tidak ingin berpacaran,sudah malam lebih baik kita pulang." Sabri beranjak dari kursi nya dan bergegas ke luar cafe.
Nanda mencoba mengejar nya dan menahan lengan nya.
" Baiklah kalau tidak ingin berpacaran, aku akan melamar mu." tegas Nanda.
" Apa? " Sabri semakin terkejut dengan ucapan pria di hadapan nya.
" Iya, sudah sejak SMA aku menyukai mu, aku serius, aku mau kamu jadi istri aku."
Sabrina terdiam dengan raut wajah yang sedih.
" Maaf, aku tidak bisa." jawab nya lirih.
Nanda sejenak memalingkan wajah nya " Kamu bilang tidak mau pacaran, aku melamar mu juga tidak mau, apa kamu tidak menyukai ku?" tanya nya dengan nada kecewa.
" Aku sudah di jodohkan."
Nanda tersentak kaget dengan ucapan Sabri.
" Apa? "
" Sudah lebih baik kita pulang." Sabri mencoba melepaskan tangan Nanda dari lengan nya tapi Nanda menahan nya.
" Dengan siapa? " tanya nya dengan sorot mata yang tajam.
" Apa aku perlu menjawab nya."
" Sangat perlu! "
" Dengan pilihan ayah ku, pria itu sedang melanjutkan kuliah nya di mesir tapi bulan ini sudah selesai, sebentar lagi dia pulang, dan kami akan menikah."
__ADS_1
Nanda pelahan melepaskan tangan nya dari lengan Sabri hanti nya terasa sangat pilu mendengar ucapan gadis yang telah lama di sukai nya.
Guys jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen dan vote yak ❤️❤️