Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Kehamilan


__ADS_3

Sore itu Rai bergegas pulang ke rumahnya.


" Dir.. " panggil Rai saat baru memasuki rumahnya, tapi tak ada sahutan sama sekali.


Rai melangkahkan kakinya ke dalam kamar, di lihat nya Dira yang sedang duduk di kasur sambil memperhatikan wajah nya di cermin kecil yang di pegang nya.


" Sedang apa kamu? " tanya Rai yang sontak saja membuat Dira terkejut.


" Ya ampun Rai, ngagetin aja sih. " dengus kesal Dira yang merasa cukup kaget dengan kedatangan Rai di belakang nya.


" Lagian dari tadi di panggil enggak nyaut nyaut." Rai tertawa geli melihat ekspresi Dira yang seperti habis melihat hantu.


" Enggak apa apa. " jawab Dira yang langsung menutup cermin kecil yang di pegang nya.


" apa ni? cermin? "


Rai mengambil cermin tersebut sambil tertawa.


" Apa sih, nyebelin banget, ketawa terus." umpat Dira yang hendak beranjak dari kasur nya.


" Ya ampun, sensi banget ibu hamil. " ledek Rai sambil menahan lengan Dira.


Dira mengerutkan kening nya dan sedikit terkejut dengan ucapan suaminya, Rai menarik tangan nya sampai Dira duduk di pangkuan nya da memeluk tubuh mungilnya.


" Kamu sedang hamil ya? " bisik Rai sambil memeluk Dira di pangkuan nya.


" Kok kamu tau? " tanya Dira dengan ekspresi bingung.


" Jadi benar? kok enggak kasih tau aku? " Rai balik bertanya dengan nada aneh.


" Iya maaf, habis aku masih kesel sama kamu tadi pagi, aku juga baru tau tadi pagi kalau aku hamil." jawab nya pelan.


" Oh, gitu.. yaudah engga apa-apa, aku senang dengar nya." Rai menyenderkan dagu nya di bahu Dira.


" Serius senang? " Dira menoleh ke arah Rai dengan ekspresi tidak percaya.

__ADS_1


" Ya senang lah , memang aku harus gimana? atau aku harus bilang, Dira aku enggak siap jadi orang tua karena wajah ku masih terlalu imut dan tampan, kamu gugurin aja ya kandungan kamu, aku harus bilang gitu? " goda Rai sambil tersenyum.


" iiisshhh.. kamu tuh nyebelin banget sih."  Dira mencubit gemas paha Rai dan beranjak dari pangkuan nya.


" Aduh, sakit tau. " desis Rai sambil mengelus paha nya yang terasa sedikit perih


" Lagian nyebelin sih. " Dira tersenyum puas melihat Rai kesakitan.


Rai kembali menarik tangan Dira dan menjatuhkan nya ke kasur dan mengambil posisi di atas tubuhnya.


" Harus tanggung jawab ya. " Rai perlahan membuka kancing piyama Dira.


" Rai, jangan." dengan sigap Dira menahan tangan nakal Rai mulai menjalar di tubuhnya .


" Bentar aja yank. " rengek Rai.


" Jangan Rai, dd nya masih lemah, enggak boleh gituan dulu." jelas Dira.


Rai mengerutkan kening nya dan menghentikan aksinya.


" Iya."


" Tau dari mana? " tanya Rai menyelidik.


" Dari Google. " jawab Dira dengan wajah polos.


" Google suka engga akurat, banyak berita hoax" bantah Rai.


" Benar Rai, gimana kalau malam ini kita ke dokter aja, biar lebih jelas." pinta Dira.


" Gitu ya, yaudah kita ke dokter ya, aku mandi dulu.  " Rai melepaskan pelukan nya dan bergegas ke kamar mandi.


Selesai mandi Rai melihat Dira yang sedang duduk bercermin dan mengenakan sedikit make up, Rai mengerutkan kening nya sambil mengerikan rambut nya dengan handuk, sambil terus memperhatikan Dira karena merasa aneh dengan tingkah Dira yang biasanya tidak suka ber make up.


" Centil banget kamu? " ledek Rai yang melihat Dira masih asik di depan cermin.

__ADS_1


" Enggak suka ya? aneh ya? " Dira menoleh ke arah Rai dan sedikit tidak percaya diri dengan make up nya.


Rai pun tersenyum dan tidak memungkiri kalau dira terlihat lebih cantik, dengan sedikit make up dengan rambut terurai dan tidak selalu di ikat seperti biasanya.


" Cantik kok, tapi aneh aja biasanya kamu kan enggak suka gitu. "


" Enggak tau, pengen gini aja bawaannya, mungkin bawaaan bayi kali ya." tutur Dira.


" Bawaan bayi? tau dari mana itu bawaan bayi? "


" Dari Google." Dira kembali menunjukkan wajah polosnya.


" Google lagi, Google lagi, udah ayo pergi sekarang aja yuk, sekalian kita makan di luar. " ajak Rai yang sudah gemas dengan jawaban Dira.


Rai bergegas melajukan mobil nya ke sebuah rumah sakit malam itu. sampai mereka menemui dokter kandungan di sana.


" Selamat ya pak, istri bapak memang sedang mengandung dan usia kandungan nya baru  5 minggu." jelas dokter wanita tersebut setelah memeriksakan keadaan Dira.


Rai dan Dira pun tersenyum bahagia mendengar nya.


" Di jaga baik-baik ya bu kandungan nya, jangan terlalu capek di perhatkan juga pola makan nya ya saya akan memberikan obat dan sedikit vitamin ya." jelas dokter itu kembali sambil menulis kan resep obat di meja nya.


" Emm, kalau masalah hubungan badan gimana ya, memang benar kalau usia kandungan segini tidak boleh melakukan itu dulu? " tanya Rai yang tidak bisa menahan rasa penasaran nya.


ya ampun, dia masih aja mikirin hubungan badan, rai itu benar-benar otak mesum deh. gumam dira sambil menatap rai yang duduk di samping nya dengan tatapan geli.


" Oh itu, masalah itu boleh saja kok pak asal jangan terlalu sering ya, karena kondisi janin nya juga masih lemah berbeda dengan usia kandungan yang sudah mendekati melahirkan, justru di anjurkan untuk sering melakukan hal itu." jelas dokter tersebut sambil tersenyum.


Rai dan Dira pun tersenyum mendengar penjelasan dokter tersebut. Sampai  mereka duduk dan menunggu obat serta vitamin dira di sana.


" Dengar kan tadi, engga boleh sering sering."  Dira mengulang perkataan dokter tadi pada Rai yang duduk di samping nya.


" Ya enggak sering, kalau semalam tiga kali, sekarang semalam satu kali aja ya yank? " goda Rai sambil tersenyum


" Bukan gitu, maksudnya itu ya seminggu sekali gitu." bantah Dira.

__ADS_1


" Itu sih kelamaan." keluh Rai dengan wajah yang di tekuk, Fira hanya sedikit tertawa melihat Rai yang tampak gusar karena harus menahan hasrat nya yang selalu menggebu.


__ADS_2