
Nanda menaruh gelas wine yang di pegang nya dan berjalan menghampiri seorang pria yang sedang asik berdugem di klub malam tersebut.
BUUUKKKHH.
Dengan sengaja dia menubruk pria itu dari belakang sampai pria itu hampir tersungkur ke lantai.
"Eh loe ngajak ribut ya? mata loe di pasang enggak? umpat nya kesal pada Nanda yang berdiri di hadapan nya.
"Sory." sahut Nanda seraya tersenyum kecut, pandangan mereka saling bertemu untuk sesaat.
"Sayang, udah akh jangan marah marah." tampak seorang wanita sexy yang melerai mereka.
"Sekali lagi loe usik gue, mati loe." ancam nya dan berlalu pergi ke meja bar seraya merangkul wanita sexy tersebut.
Ternyata benar dia. batin Nanda setelah melihat wajah pria tersebut dari dekat.
Nanda tersenyum dan mengambil handphone di sakunya.
Jepret.
Di fotonya pria tersebut yang tengah asik bermesraan dengan wanita di samping nya. Nanda pun kembali ke tempat teman teman nya.
"Habis ngapain loe? " tanya Kemal penasaran.
"Gue balik dulu deh." Nanda bergegas mengambil jaket nya.
"Tumben buru buru banget? " tanya Arya dengan ekspresi heran.
Nanda tidak menjawab dan berlalu pergi keluar dari klub malam tersebut. Tak lama dia sampai di rumahnya dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Di lihat nya kembali foto foto yang tadi sempat dia ambil di klub malam.
Ternyata dia bermuka dua. batin nya kesal.
***
Pagi itu Nanda bangun lebih pagi dan bergegas memakai kemeja kerja nya, dia berencana mengunjungi rumah Sabrina dahulu sebelum pergi ke kantor dan memperlihatkan foto foto yang sudah di ambil nya, Nanda tidak dapat menunggu waktu sore atau bahkan besok, dia ingin cepat cepat memberitahukan bahwa pria yang hendak di nikahi oleh Sabrina bukan lah pria baik. Nanda pun segera melajukan mobil nya ke rumah Sabrina pagi itu.
Tak lama dia sampai.
"Assalamualaikum." ucap nya seraya mengetuk pintu.
__ADS_1
Walaikumsalam." terdengar suara wanita dari dalam.
"Nak Nanda, tumben pagi pagi beratamu ke sini? " tanya ibu Sabrina yang tampak heran.
"Saya ada keperluan sebentar, Sabrina nya ada?"
"Oh, ada tunggu ya ibu panggil sebentar." ibu Sabrina pun bergegas memanggil Sabrina yang masih berada di dalam kamar nya.
Kak Nanda ada apa ke sini pagi pagi? " ucap gadis cantik tersebut saat melihat Nanda sedang duduk di teras rumahnya.
Nanda pun menoleh" Ada yang aku ingin bicarakan."
Sabrina terlihat bingung dan duduk di samping Nanda " Ada apa?"
"Aku tidak suka basa basi, apa kamu yakin dengan calon suami mu? "tanya nya dengan sorot mata tajam.
Sabrina mengerutkan keningnya" Kenapa memang nya? "
"Apa kalian sudah mengenal lama? atau kalian sudah sering bertemu sebelum nya? jangan balik bertanya cukup jawab saja dengan jujur" Nanda memperingatkan Sabrina yang selalu melempar kan pertanyaan kembali untuk nya.
"Tidak, hanya baru satu kali saja bertemu." jawabnya lirih.
"Apa? " Sabrina tampak terkejut dengan ucapan Nanda.
Nanda tersenyum kecut" Seperti nya kamu sudah membeli kucing dalam karung."
"Maksudnya? " Sabrina semakin terlihat bingung.
Nanda mengeluarkan handphone nya dan memperlihatkan foto foto Roby pada nya. Mata Sabrina tampak terkejut dan membulat sempurna.
"Ini bukan editan, aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri." Nanda berusaha meyakinkan.
Sabrina tampak tenang dan tersenyum lirih, tak ada perkataan apapun yang keluar dari bibir gadis itu.
"Kenapa diam saja? " Nanda tampak bingung dengan ekspresi Sabrina yang terlihat biasa saja.
"Memangnya aku harus berkata apa?" gadis itu balik bertanya.
"Kamu tidak sedih atau kecewa?"
__ADS_1
Sabrina menggeleng pelan.
"Tidak, karena aku tidak mencintai nya."
Nanda tampak terkejut dengan ucapan gadis itu "Kalau tidak cinta, kenapa menerima perjodohan itu?"
"Aku hanya menuruti permintaan ayah ku, tapi sekarang hati ku semakin kecewa." raut wajah gadis itu seketika berubah menjadi sedih.
"Kecewa? " Nanda tampak bingung dengan ucapan Sabrina.
"Kenapa kakak bisa memfoto nya? karena satu tempat dengan nya kan? di klub malam itu juga?"
Nanda terdiam perkataan Sabrina begitu menohok untuk nya.
"Kenapa diam saja? " Sabrina menatap tajam dengan sorot mata kecewa.
"Iya aku memang di sana." Nanda akhirnya berkata jujur.
Sabrina tersenyum lirih.
.
"Aku tidak kecewa dengan adanya Roby di sana, tapi aku kecewa karena kakak di sana, karena aku menyukai kakak."
"Apa? " Nanda tampak terkejut tapi dia tidak tau harus merasa senang atau sedih dengan ucapan gadis itu saat ini.
"Kenapa kakak memperlihatkan keburukan nya? lalu apa bedanya kakak dengan dia?"
Lagi lagi Sabrina memberikan perkataan yang menohok untuk Nanda. Sabrina pun bangkit dari kursi nya dan hendak meninggalkan Nanda ke dalam rumah, tapi Nanda dengan sigap menahan lengan nya.
"Aku memang cowok brengsek." sesal Nanda.
"Lalu kenapa ingin melamar ku? "
"Karena aku mencintaimu, dan aku akan berubah, aku janji."
"Berubah karena aku? bukan karena allah?" Sabrina semakin menunjukkan raut wajah kecewa atas ucapan Nanda.
"Berubahlah atas keinginan sendiri, bukan karena orang lain." Sabrina melepaskan tangan Nanda dan berlalu pergi ke dalam rumah, meninggalkan Nanda yang hanya diam mematung.
__ADS_1
Minta vote nya yak cinta, boleh kan? 🤗🤗