
Pagi itu Rai sudah pergi ke kantor dan Dira kembali melakukan aktifitas seperti biasanya di rumah. Setelah perkerjaan rumah nya selesai Dira hanya memainkan handphone nya, sampai dia melihat beberapa iklan makanan di sosial media di handphone nya.
Aduh kok ini Ramen enak banget ya. gumam Dira sambil mengelus lembut perutnya.
Dira bergegas menekan nomor Rai di handphone nya.
"Iya sayang, kenapa? " terdengar suara Rai saat mengangkat telepon.
" Sayang, aku mau ramen, " Rengek Dira
" Astaga kirain kenapa, yaudah nanti pulangnya aku beliin, "
" Sekarang masih jam 11 masih lama nunggu kamu pulang, " keluh Dira
" Yaudah pesan online aja ya, " bujuk Rai
" Enggak mau, aku mau ramen yang deket SMA dulu, "
" Sayang, aku lagi banyak banget kerjaan nih, nanti pulangnya pasti aku beliin kalau perlu sama abang yang jual nya juga, ok, "
tut.. tut.. tut..
Terdengar Dira langsung menutup telepon nya" Astaga.. ngambek lagi aja, bikin gemes aja pengen cubit jantung nya, " gerutu Rai sambil mengusap kasar wajah nya.
Dira terdiam dengan wajah yang di tekuk" Enggak ngertiin banget orang hamil sih, " gerutu Dira.
Dira kembali mengambil handphone nya dan mencoba memesan taxy online untuk pergi ke kedai ramen tersebut, setelah cukup lama menunggu Dira mengecek kembali handphone nya.
Lho kok di cancel sih? ban nya kata nya bocor? ya ampun, aku coba pesan lagi.
Dira kembali memesan taxy online, setelah menunggu Dira kembali mengecak handphone nya.
Ya ampun kok di cancel lagi sih? ngeselin banget.. uh.. mau ramen udah enggak tahan!! yaudah aku naik taxy biasa aja! gerutu Dira yang akhirnya mengambil tas nya dan menunggu taxy yang melintas di depan rumahnya.
Cukup lama Dira menunggu tapi tak kunjung ada taxy yang melintas di depan rumahnya.
__ADS_1
Ampun deh!! keburu garing deh kulit aku nunggu lama gini, mana panas banget lagi. umpat nya kesal sambil mengibas ngibaskan tangan nya.
Dira kembali masuk ke halaman rumahnya karena tidak sanggup menghadapi sinar matahari yang seperti memanggang kulitnya bak daging asap siang itu. Tiba tiba saja langkah nya terhenti melihat sepeda motor matic yang terparkir di garasi rumahnya. Dira pun melangkah kan kaki nya ke arah sepeda motor tersebut.
"ini motor Rai ya? Jarang di pake, Rai lebih suka pakai motor ninja nya, sayang banget.. kunci nya juga gegantung gini. gumam nya sambil mengelus motor matic tersebut.
Aku juga bisa kok cuma ngendarain motor matic gini, lebih baik aku beli ramen pake motor aja, lebih cepat sampai juga. gumam nya lagi sambil tersenyum.
Dira bergegas mengambil helm dan membawa sepeda motor tersebut menuju kedai ramen yang di inginkan nya. Sepanjang perjalanan Dira cukuo gugup karena sudah lama sekali dia tidak mengendarai motor tapi Dira berusaha terus mengendarai nya dengan tenang.
Sampai pada jalan raya yang cukup ramai Dira merasa ada motor yang berusaha menyalip nya dan menyongel motor nya sampai dia hilang keseimbangan.
BUUKH.
Dira terjatuh ke trotoar jalan.
Aaaakkkhhh!! pekik nya saat tubuhnya jatuh ke samping dan kakinya terjepit sepeda motor tersebut.
" Sakit, perut ku sakit!! " Pekik nya lagi sambil meringis memegangi perut nya, orang orang di sekitar jalan pun berlarian membantu nya dan bergegas membwanya ke rumah sakit.
kring.. kring.. kring.
Terdengar suara handphone Rai saat Rai sedang fokus dengan perkerjaan nya Rai bergegas mengangkat nya.
" Halo, apa benar ini bapak Rainan adnan wijaya? " terdengar suara perempuan dari balik telepon.
" Iya benar, inj siapa ya? " tanya nya bingung.
" Saya perawat dari Rs harapan bunda, saya di minta istri atas nama Nandira Adara untuk menghubungi bapak, sekarang istri bapak sedang ada di RS karena tadi mengalami kecelakaan motor,"
" Apa? kecelakaan motor? " Seru Rai yang langsung bangkit dari kursi kerja nya dengan tangan yang gemetar memegang handphone nya.
" Iya pak, saya harap bapak bisa langsung ke sini, "
" Baik saya akan langsung ke sana, " Rai bergegas menutup telepon nya dengan perasaan yang tak menentu, dan bergegas ke mobil nya untuk menuju RS. Rai mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, fikiran buruknya sudah berkeliaran ke mana mana tentang hal terburuk yang mungkin terjadi pada istri dan janin nya.
__ADS_1
Setelah sampai RS Rai bergegas menanyakan ruangan atas nama istrinya, Rai dengan langkah setengah berlari menuju ruangan tersebut. Sampai dia tiba di ruang IGD ternyata istrinya sedang bersandar pada ranjang di ruangan tersebut.
" Dira, " ucap nya yang langsung menghampiri Dira.
Dira menoleh dan tersenyum" Rai, "
Rai bergegas memeluk nya," kamu enggak apa apa,? " tanya nya panik dan menatap Dira dengan penuh khawatir.
Dira menggeleng" Enggak, aku cuma luka luka aja, " Dira memperlihatkan luka memar di lengan dan kakinya akibat jatuh dari motor.
" Lalu bagaimana dengan janin kita,?? " tanya Rai yang masih panik sambil memegang perut Dira.
Dira kembali menggeleng" Alhamdulillah enggak apa apa, tadi sudah di periksa dokter, aku enggak apa apa, sudah boleh langsung pulang kok, " jelas Dira tersenyum.
Rai menarik nafas lega mendengar nya" Kenapa bisa seperti ini? " tanya nya dengan ekspresi dingin.
" Maaf tadi aku mau beli ramen, terus aku pakai motor metic kamu yang ada di garasi, "
" Apa? kamu pakai motor itu? " sentak Rai dengan ekspresi marah.
" i.. iya, maaf ya motor kamu jadi lecet lecet aku enggak sengaja " sahut Dira yang takut melihat eksplorasi Rai yang tampak menakutkan.
" Astaga.. bukan masalah lecet, kamu tau kenapa motor itu aku biarin jadi penghuni garasi, motor itu rem depan nya rusak dan aku belum memperbaiki nya!!! " Sentak Rai yang semakin kesal.
" Apa? Rem nya rusak? " sahut Dira yang juga terbelalak kaget mendengar nya.
" Iya, kamu bisa bayangin, kalau kamu tadi harus berhenti tapi kamu enggak bisa berhenti!! kamu itu benar-benar ceroboh!!!! " Sentak Rai yang tampak geram dengan Dira.
Dira tersentak mendengar nya, dia tidak bisa membayangkan jika tadi dia hendak berhenti atau mengerem motor tersebut tapi motif nya tidak bisa di berhentikan, kalau tadi tidak ada pria yang menyenggol motornya ke trotoar pasti dia bisa mengalami kecelakaan yang lebih fatal.
" Maaf, aku enggak tau, " ucap Dira lirih.
" kenapa sih kamu engga pernah dengar kata kata aku, aku ini suami mu!! aku benar-benar kecewa padamu!! " Rai kembali membentak Dira yang hanya diam dan tertunduk tidak berani melihat wajah Rai yang begitu marah pada nya.
Guys.. semoga enggak bosen yak bacanya, oia konflik nya engga menyeramkan seperti yang kalian kira kok.. tenang aja, tolong bantu vote juga ya ❤️❤️❤️
__ADS_1