
Tak lama Rai dan Nanda pun sampai di rumah sakit, sedangkan Dira segera di tangani petugas medis di sana.
" Bagaimana, keadaan istri saya dok? "tanya Rai saat dokter tersebut baru saja keluar dari ruang IGD.
" Keadaan istri bapak tidak apa-apa, sebentar lagi pasti akan siuman saya akan memindahkan nya ke ruang rawat inap." jelas dokter tersebut.
Rai dan Nanda pun bernafas lega mendengar nya, tak lama handphone nya berbunyi.
" Dari bokap gue lagi, bentar gue angkat dulu. " ucap Rai pada Nanda.
" Halo pah, ada apa? "
" Kamu yang ada apa, kenapa hari ini tidak ke kantor? " ucap papa Rai yang mendapat laporan Putranya hari ini tidak ke masuk dan memberi alasan ke kantor.
" Oia, Dira sakit, Rayyan juga hilang." sahut Rai yang memilih menceritakan hal tersebut pada keluarganya.
" APA?? DIRA SAKIT DAN CUCU PAPA HILANG?? " sentak papa Rai yang begitu terkejut mendengar hal tersebut.
" Maaf pah, ini kesalahan Rai."
" Papa tau itu pasti kesalahan kamu, sekarang kamu di mana? "
" Di rumah sakit, tadi Dira pingsan,"
" Yasudah cepat beritahu alamat rumah sakit nya, papa dan mama segera ke sana."
Rai pun segera memberitahukan alamat rumah sakit tersebut dan mematikan telepon nya.
" Kita tunggu keluarga gue dateng dulu buat jaga Dira baru kita cari anak gue lagi," ucap Rai pada Nanda yang hanya diam mematung.
" Oh yaudah."
" Rai," terdengar suara pria memanggil nya Rai dan Nanda pun menoleh dan melihat Kemal dan Arya yang berjalan menghampiri mereka.
"Loe? kok loe pada di sini? " tanya Rai dengan ekspresi bingung.
" Gue tadi yang kabarin mereka." sahut Nanda.
__ADS_1
" Gimana ceritanya anak loe bisa ilang gitu? " tanya Kemal yang tidak dapat menahan rasa penasaran nya.
" Gitu lah, gue lagi ngobrol sama si Nanda dia langsung ilang aja," sahut Rai dengan keputusannya nya.
" Loe ngobrol pada asik sendiri sih, udah tau tuh anak kaya ulet bulu pergi pergi mulu," cletuk Arya.
" Sialan loe, anak gue ganteng gitu di bilang ulet bulu." dengus Rai kesal.
" Yaudah ayo cari anak loe," ajak kemal.
" Tunggu keluarga gue dateng dulu bentar, buat jaga Dira baru kita cari sama sama." sahut Rai.
Tak lama Dira pun di pindahkan dari ruang IGD ke ruang rawat inap. perlahan Dira mulai membuka matanya.
" Sayang, kamu sudah siuman? " Rai tersenyum lega menatap Dira.
" Rai.. di mana Rayyan, di mana anak ku? " ucap Dira pelan yang langsung kembali teringat putranya.
" Tenang ya sayang, setelah orang tua aku dateng untuk jaga kamu, aku cari Rayyan lagi," Rai berusaha menengkan Dira yang terlihat kembali panik.
" Sayang kita harus menunggu 1x24 jam baru bisa lapor polisi, kamu tenang aku akan berusaha cari Rayyan." Rai kembali menenangkan Dira yang mulai menangis.
" Rainan." terdengar suara papa nya yang masuk ke ruangan tersebut tampak juga mama nya dan keluarga Dira yang datang.
" Sayang, kamu enggak apa-apa sayang? " mama Dira langsung menghampiri Dira dengan wajah panik.
" Rayyan mah, Rayyan hilang." Dira kembali menangis.
" Rainan kenapa Rayyan bisa sampai hilang?! " tanya papa Rai yang sudah mulai emosi.
" Maaf pah, Rai lalai menjaganya." Rai terlihat sangat menyesali perbuatan nya yang selalu lalai menjaga putra semata wayang nya.
"Kamu itu benar-benar orang tua yang tidak becus! " sentak papa Rai yang semakin emosi.
" Sudah pah, ini bukan salah Rai, ini juga salah Dira yang juga lalai menjaga Rayyan." Dira berusaha membela suami nya karena Dira tau ini di luar kendali Rai dan Rai terlihat sangat menyesali nya.
" Rai kamu harus cepat cari Rayyan, biar Dira mama yang jaga," ucap mama Rai.
__ADS_1
" Iya Rai mau langsung cari Rayyan lagi."
Sampai datang seorang dokter dan perawat ke ruangan mereka.
" Ibu Dira kami periksa dulu ya," ucap dokter wanita tersebut seraya menghampiri Dira.
" Dok, kenapa saya harus di rawat, apa tidak bisa langsung pulang? " pinta Dira yang ingin segera pulang dan mencari Rayyan.
" Tidak bu, demam ibu masih tinggi, lagi pula ibu sedang hamil jadi harus di rawat di sini dulu ya untuk beberapa hari." jelas dokter tersebut.
" APA HAMIL?? " ucap mereka serentak saat mendengar ucapan dokter tersebut.
" Saya hamil dok? " tanya Dira yang juga tak kalah kaget nya.
" Iya bu, ibu hamil, usia kandungan nya baru 5 minggu," jelas dokter tersebut seraya tersenyum ramah.
" Rai, serius Dira hamil lagi? " tanya kemal yang langsung menoleh ke arah Rai.
" Doyan banget Rai? " ledek Nanda.
" Iya satu aja enggak becus mau nambah lagi Rai? " sambung Arya.
Astaga.. gue enggak nyangka jebakan gue waktu itu langsung membuahkan hasil. batin Rai yang juga masih tak percaya.
" Sayang, memang nya kamu program hamil lagi? " tanya mama Dira.
" Aku.. " Dira tampak bingung harus mengatakan apa dan tidak menyangka kalau hubungan badan nya dengan Rai waktu itu membuat nya kembali hamil.
" Sanyang, selamat ya, sudah kamu jangan banyak fikiran, masalah Rayyan biar Rai yang urus." mama Rai berusaha menengkan menantu nya.
" Iya sayang, kamu enggak usah banyak fikiran enggak baik untuk kandungan kamu, aku sama teman teman aku mau cari Rayyan lagi ya."
Dira hanya mengangguk lemah saat dokter di samping nya memeriksa tekanan darah nya.
" Yaudah, Rai cari Rayyan dulu." pamit Rai dan juga teman teman nya yang langsung meninggalkan ruangan tersebut.
Hay guys.. jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen dan vote sebanyak banyaknya yak.. 🤗🤗
__ADS_1