Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Meyakinkan


__ADS_3

Malam itu Kemal mengambil handphonenya dan bergegas menghubungi Rai.


"Hallo, kenapa?" terdengar suara Rai dari balik telepon.


"Gue mau minta bantuan loe." jawabnya tanpa basa basi.


Rai mengerutkan keningnya" Bantuan apa?"


"Bisa enggak besok malam loe ajak Shanum ke taman kota, gue mau ngomong sama dia, sekarang dia menghidar terus sama gue." jelas Kemal.


"Enggak deh, dia adik gue, ntar loe mainin dia lagi." tolak Rai yang tidak percaya dengan mahluk satu itu.


"Gue serius, gue juga udah bilang suka kok sama dia."


Rai tersentak" Udah bilang? kapan? terus dia jawab apa?" tanya Rai penasaran.


"Waktu di villa, gue di tolak."


Rai terkekeh geli mendengar ucapan Kemal.


"Sukurin emang enak." cibir Rai.


Kemal mengelus pelan dadanya yang mencoba bersabar dengan dengan cibiran Rai.


"Gini nih kalau konsultasi sama loe emang enggak guna pasti ngeledek ujung ujungnya." geram Kemal yang masih mendengar Rai tertawa.


"Ngambek, enggak gue bantuin nih." ancam Rai.


"Bantuinlah." Kemal memelas.


"Yaudah, besok malam gue ajak Shanum ke taman kota, tapi inget yang serius loe sama dia." ancam Rai kembali.


"Iya, pilih tempatnya yang sepi jangan yang rame, enggak fokus gue ntar." tawar Kemal.


"Iya, gue pilihin tempat yang paling pojok, tapi jangan mesum loe."


"Loe itu sih yang mesum." umpat Kemal yang di respon tawa dari Rai dan bergegas menutup teleponnya.


"Siapa yank?" tanya Dira yang baru saja menidurkan Rayyan dan duduk di sebelah Rai.


"Si Kemal, minta tolong katanya besok suruh ajak Shanum ke taman kota, ada yang mau di omongin katanya.

__ADS_1


Dira mengerutkan keningnya" Ngomong apa? mau ngerayu lagi?" tanya Dira yang tampak jengkel.


"Katanya si serius."


"Yakin serius? memang dia pernah serius sama cewek?" Dira tidak percaya.


"Enggak sih, tapi kayaknya sama Shanum beneran serius."


"Yaudah deh, yang penting jangan nyakitin Shanum aja." Dira memperingatkan.


"Iya tenang aja, aku yakin sekarang dia serius. " ucap Rai yang merasa Kemal benar-benar menyukai Shanum.


***


Sore itu setelah pulang dari kantor Rai menghampiri Dira dan Shanum yang tengah bermain bersama Rayyan di ruang keluarga.


"Aduh, anak papa kayaknya bosan nih." ucap Rai seraya mengendong dan mencium gemas pipi putranya.


"Shanum, kita ajak Rayyan jalan jalan ke taman kota yuk." ajak Rai.


Shanum tampak bingung kenapa Rai mengajaknya bukan mengajak Dira istrinya.


"Sama mbak Dira?" tanya Shanum sambil melirik Dira yang tengah duduk santai di sofa.


"Iya yuk pergi sekarang, kasian nih Rayyan bosan." ajak Rai kembali.


"Oh, i.. iya pak." sahut Shanum ragu yang sebenarnya masih merasa bingung.


Rai dan Shanum pun bergegas keluar rumah dan menuju taman kota malam itu.


"Shanum di sini saja." ucap Rai menunjuk bangku kosong yang berada di pojok taman.


"Kok di sini pak?" tanya Shanum yang melihat suasana sekitar cukup sepi dan membuatnya bergidik ngeri.


"Iya, kamu tunggu sini dulu ya, aku sama Rayyan mau beli minum sebentar." ucap Rai.


Shanum pun mengangguk dan meninggalkan Shanum sendiri.


Kok aku di tinggal sendiri? pak Rainan aneh banget. gumam Shanum.


"Shanum." terdengar suara pria memanggilnya.

__ADS_1


Gadis itu menoleh dan melihat Kemal yang sudah ada di belakangnya seraya berjalan perlahan menghampirinya.


"Kak Kemal?" ucapnya yang tampak terkejut.


"Aku mau bicara." Kemal menatap serius Shanum yang berdiri di hadapannya.


"Aku harus ke Rayyan." kilah Shanum yang hendak beranjak pergi tapi dengan sigap Kemal menahan lengannya.


"Rayyan sudah pulang sama Rai, nanti aku yang mengantarmu pulang."


"Apa?" Shanum tampak terkejut dan merasa dirinya sedang di kerjai majikannya itu.


"Aku suka kamu, berhentilah mengindari ku."ucap Kemal yang menatap tajam wajah gadis itu.


"Maaf, aku.."


"Kenapa menolak ku? karena Tania? dia bukan siapa siapa untuk ku." Kemal memotong


ucapan Shanum.


"Aku tidak bisa, maafkan aku." Shanum mencoba melepaskan tangannya tapi Kemal menahanya erat.


"Lepaskan!" pekik Shanum.


"Enggak akan aku lepaskan sebelum kamu beri tau alasan yang sebenarnya, kenapa menolak aku?" Kemal sedikit meninggikan suaranya yang membuat gadis itu tampak sedikit takut.


"Karena aku gadis miskin, aku enggak pantas sama kakak." jawabnya lirih.


Kemal tersentak dengan ucapan gadis di hadapannya, bagaimana bisa Shanum berfikir sesempit itu.


"Apa fikiran mu sesempit itu?" tanyanya pada Shanum yang sedikit menunduk.


"Ini kenyataan, kalau pun kakak menyukai aku belum tentu orang tua kakak menyukai aku? semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, mana mungkin orang tua kakak membiarkan putra kesayangannya berhubungan dengan gadis seperti aku. ucapnya lirih.


Kemal tersenyum kecut mendengar ucapan konyol Shanum.


"Orang tua ku tidak seperti itu." bantah Kemal.


"Sudah malam, aku harus pulang." Shanum melepaskan paksa tangan Kemal namun Kemal menarik kembali tangan gadis itu dan memeluknya membuat jarak wajah mereka sangat dekat.


"Orang tua ku lusa akan pulang dari luar kota, kamu mau menemuinya?"

__ADS_1


"Apa?" ucap Shanum yang tampak terkejut dan gugup.


Guys..minta votenya donk ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2