
"Rontok deh tulang gue." seru Rayyan saat sudah sampai atas dan melepaskan Reska dari gendongannya dengan nafas yang terengah engah.
"Maaf ya ganteng.. " sesal Reska yang melihat Rayyan duduk terkulai lemas dengan wajah yang sangat kelelahan.
" Loe istirahat aja, gue mau langsung buat tenda sama yang lain." sahutnya santai.
"Yaudah, nanti kalau pulangnya belum bisa jalan juga, gendong lagi ya." ucapnya tak tau diri.
"Loe mending cemplungin aja deh gue ke jurang." sahut gemas Rayyan.
Reska hanya terkekeh geli dan Rayyan bergegas membantu teman temannya membuat tenda sebelum hari gelap. Reska duduk dan melihat teman temannya yang tengah sibuk membuat tenda sore itu sampai dia merasakan tenggorokannya sangat kering.
"Haus..." ucap Reska yang ingin mengambil minum tapi kakinya tak dapat berjalan menjangkau tasnya.
Devan bergegas membawa tas Reska dan mengambilkan minum untuknya.
"Nih," sambil memberikan air mineral pada Reska.
"Makasih.. " tersenyum semanis mungkin.
Devan mengelus dada.
Sesaat kemudian Reska merasakan perutnya keroncongan.
"Laper.." ucapnya sambil memegangi perutnya.
Mereka semua yang sedang sibuk membuat tenda pun menoleh ke arah Reska.
"Mau makan?" tanya Elang.
"Iya lah laper masa mau minum." lirih Reska dengan wajah yang di buat melemas.
"Yaudah gue buatin mie cup." Elang bergegas membuatkan mie cup untuk Reska.
"Nih," sambil memberikan mie cup pada Reska.
"Makasih," kembali tersenyum semanis mungkin.
Elang mengelus dada.
Selesai makan Reska masih memperhatikan teman temannya yang masih sibuk membuat tenda.
__ADS_1
"Pait banget nih mulut gue.. mau makan buah.. " Reska kembali mengoceh.
"Emang loe bawa buah?" tanya Rayka.
Reska menggeleng.
"Terus gue mesti beliin buah buat loe ke supermarket sekarang?" gemas Rayka.
"Tadi gue liat di mobil Devan bawa buah kok." menunjuk tas dan melirik Devan yang seakan pura-pura tuli.
"Mata loe ada seribu ya." cletuk Devan yang langsung mengambil buah di tasnya dan memberikannya pada Reska.
"Makasih.. " kembali tersenyum manis untuk kesekian kalinya.
Devan kembali mengelus dada.
Selesai makan buah Reska kembali duduk santai dan memperhatikan teman temannya yang masih membuat tenda.
"Gue.." Reska hendak kembali mengoceh.
"Res kalau minta sesuatu lagi gue gelindingin loe ke bawah nih." Elang memotong gemas ucapan Reska.
"Apaan sih.. kaki gue sakit lagi nih." Rintihnya.
Rayyan menghampiri Reska dan mengambil perlengkapan p3k di tasnya.
"Belum gue kasih obat tadi." ucap Rayyan mengingat tadi dia hanya membersihkan dan membalut luka Reska.
Reska terdiam memperhatikan Rayyan yang dengan sangat hati hati kembali membersihkan luka Reska dan mengobati lukanya. Matanya seakan terpaku melihat wajah Rayyan yang membuat jantungnya kembali berdegup tak beraturan.
"Geu emang ganteng, pandangin aja sepuas loe." godanya yang merasa Reska memperhatikan wajahnya.
Sontak saja ucapan Rayyan membuat Reska malu bukan main.
"Apaan sih." membuang membuang pandangannya dari Rayyan dengan wajah yang memerah.
Rayyan terkekeh geli melihat ekspresi Reska.
"Capek, mau istirahat." ucap Reska mengalihkan pembicaraan setelah Rayyan selesai mengobati kakinya.
"Tendanya sudah siap nyonya... " sahut Rayka, Devan dan Elang yang merasa gemas setelah selesai membuat dua tenda, satu untuk mereka ber empat dan satu untuk Reska.
__ADS_1
"Terima kasih pengawal ku.." tersenyum manis dan masuk ke tenda.
Mereka bertempat pun kembali mengelus dada melihat wanita satu itu. Reska merebahkan tubuhnya di tenda.
"Aduh.. enak juga berasa jadi ratu gue." batinya yang tersenyum jahil dan perlahan memejamkan matanya.
Tengah malam Reska terbangun dan merasa tidak dapat memejamkan matanya kembali. Reska pun keluar tenda dan melihat Rayyan yang sedang duduk sendiri di temani api unggun.
"Belom tidur?" tanya Rayyan yang menoleh dan melihat Reska yang baru keluar tenda.
"Belum," Reska menghampiri Rayyan dan duduk di sampingnya.
"Yang lain udah pada tidur?" tanya Reska.
"Udah."
Mereka hanya terdiam untuk beberapa saat.
"Ganteng, loe mau kuliah di mana nanti?" tanya Reska penasaran karena Rayyan belum memberitahukan di mana dia akan kuliah.
"Singapura,"
Reska mendengar kaget mendengarnya."Singapura? serius?" tanyanya tidak percaya.
Rayyan mengangguk.
"Enggak loe enggak boleh kuliah di sana." ucap refleks Reska yang langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan Rayyan hanya memandangnya dengan ekspresi heran.
"Maksud gue kenapa mesti ke Singapura kan di sini juga banyak universitas yang bagus." mencoba meralat kembali ucapannya.
"Gue mau coba pengalaman baru." jelas Rayyan.
"Cuma itu aja alasannya? apa karena di sana banyak cewek cantik?" tanya polos Reska.
"Iya, karena banyak cewek cantik dan seksi." Rayyan tersenyum jahil.
"Oh begitu." wajah Reska menjadi sendu.
Rayyan tertawa.
"Enggak lah.. gue beneran mau cari pengalaman baru, belajar mandiri juga." jelas Rayyan.
__ADS_1
"Oh, baguslah kalau itu keputusan loe." ucap Reska yang berpura-pura tersenyum padahal hatinya merasa sangat sedih mendengar ucapan Rayyan.
Jangan lupa bantu vote yak cinta... ❤️❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗