
"Apa yang sudah kamu katakan pada putri kita?" tanya Kemal yang menghampiri Shanum di kamarnya malam itu.
"Aku hanya mengakan yang sebenarnya terjadi," sahutnya pelan.
"Kamu tetap memaksa Reska untuk menikah dengan orang lain?!!" Kemal menekan suaranya.
"Aku terpaksa melakukan ini, aku sudah berjanji untuk menuruti wasiat itu pada ibu." Shanum sedikit menundukan kepalanya.
"Berhenti melakukan hal bodoh seperti itu!!" sentak Kemal yang sudah hilang kesabarannya.
Shanum tersentak kaget. Sepanjang pernikahan mereka tidak pernah Shanum melihat suaminya semarah itu padanya. Air mata sedikit jatuh di pelupuk matanya.
"Dengar kan aku. Di rumah ini aku lah kepala keluarganya semua harus berdasarkan keputusan ku, dan aku akan menikahkan Reska dengan Rayyan bukan pria yang tidak jelas itu!!" sentak Kemal kembali.
"Pah, mah." ucap Reska yang mendengar keributan orang tuanya dari dalam kamar.
"Sayang?" menoleh bersamaan melihat sang putri yang sudah berdiri di samping pintu kamar mereka.
"Jangan bertengkar lagi." Reska berjalan mendekati orang tuanya dengan mata yang berkaca kaca.
"Sayang, menikahlah dengan Rayyan, papa sangat menyetujuinya." ucap lembut Kemal.
Reska menggeleng."Aku tidak ingin menikah," lirih Reska.
Mereka berdua tercengang mendengar ucapan sang putri.
"Sayang, apa maksud mu?"
"Maafkan aku, tapi aku punya pilihan sendiri,aku tidak bisa menikah dengan pria pilihan mama dan aku pun memutuskan untuk tidak menikah dengan Rayyan." jelasnya.
"Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu?" Shanum tampak kecewa dengan ucapan sang putri.
__ADS_1
"Aku ingin fokus untuk kuliah saja, aku ingin melanjutkan kuliah ku di Australia," sambung Reska dengan bulir air mata di pipinya.
"Sayang, kamu tidak perlu melakukan itu!! papa akan melakukan apa pun untuk kebahagiaan mu!!" tegas sang ayah.
"Maafkan aku, hargai permintaan aku dan jangan katakan hal ini pada Rayyan, aku mohon."
Shanum memeluk putrinya." Sayang, kenapa kamu membuat keputusan seperti itu?"
"Ini keputusan terbaik untuk ku." Reska menangis terisak di pelukan sang ibu.
***
Saat aku tidak bisa memilih salah satu di antara dua pilihan, lebih baik aku tidak memilih keduanya.
Tulis Reska di buku catatannya. Reska meraih handphone nya dan mencoba menghubungi Rayyan siang itu.
"Halo sayang? kenapa?" terdengar suara Rayyan di balik telepon.
"Oh, setiap saat aku pun rindu." goda Rayyan.
"Kita bertemu di danau kemarin, bisa?" pinta Reska.
"Yasudah, kita bertemu sekarang, aku jemput." Rayyan menutup teleponnya.
Rayyan bergegas mengganti pakaiannya, mengambil kunci mobilnya dan melajukannya menuju rumah Reska sore itu. Tak lama Rayyan sampai mereka pun pergi ke tempat tersebut.
"Ada apa tiba tiba ingin ke sini?" tanya Rayyan dengan sedikit nada curiga.
"Mamangnya enggak boleh bertemu pacar sendiri?" Reska menekuk wajahnya.
"Boleh lah.. boleh banget." Rayyan membelai lembut rambut Reska.
__ADS_1
"Aku cinta kamu," ucap Reska yang mendanyandarkan kepalanya di bahu Rayyan.
"Tidak usah di katakan aku juga tau." sahut Rayyan sambil tersenyum usil.
"Apa enggak bosan sama aku?" tanyanya kembali.
Rayyan mengerutkan keningnya." Kenapa harus bosan?"
"Ya sejak kecil kita selalu bersama, sekarang pun pacaran, apa enggak bosan selalu bersama dengan aku?"
Rayyan tersenyum."Kerena selalu bersama sepertinya aku tidak bisa hidup kalau enggak bersama sama kamu."
"Gombal.."
"Serius.. "
Reska beranjak dari sandaran kekasihnya dan menatap lekat Rayyan. Menangkup wajah kekasihnya dan mencium lembut bibirnya. Rayyan sedikit terkejut, namum perlahan merespon ciuman Reska ********** lembut untuk beberapa saat sampai Reska melepaskan ciumannya .
"Tumben agresif?" tanya Rayyan dengan raut wajah heran.
"Mamangnya enggak boleh?" wajah Reska merona karena ini pertama kali dalam hidupnya dia mencium pria lebih dulu.
"Boleh banget.. minta lebih pun boleh,"
"Iiiiissshh.. mesum." Reska mencubit gemas lengan Rayyan dan kembali menyandarkan kepalanya di bahu Rayyan.
"Aku tidak sabar ingin cepat menikah dengan mu." ucapnya sambil membelai rambut Reska.
Reska hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Rayyan.
"Maafkan aku." batin Reska.
__ADS_1