
Rai kembali masuk ke dalam rumah nya, menuju kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang, memejamkan matanya memcoba menerima mimpi buruk yang kembali menghampiri rumah tangga nya.
Mungkin lebih baik aku terima tawaran papa, kalau aku berkerja di kantor itu terus gizza akan terus menunggu, dia sudah terobsesi dengan ku. gumam nya.
Rai terus berfikir langkah yang akan di ambil nya malam itu, sampai dia memejamkan matanya dan tertidur.
Kring.. kring.. terdengar suara handphone rai pagi itu.
Rai perlahan membuka matanya dan meraih handphone yang berada di samping nya.
" Halo rai " terdengar suara kemal di balik telepon
" Iya, kenapa ? " tanya rai dengan suara serak khas bangun tidur
" Kenapa? loe yang kenapa, udah siang nih, loe enggak masuk kerja? " tanya kemal yang belum melihat rai di kantor pagi itu.
" Oh iya gue enggak masuk dulu "
kemal mengerutkan kening nya" Kenapa loe? "
" Enggak apa apa, udah ah bawel loe " sahut rai yang langsung menutup telepon nya dan melihat suasana kamar yang tampak sepi, tidak seperti biasanya ada dira yang selalu membangun kan nya.
Dira , aku merindukanmu.. aku bahkan tidak tau kamu sekarang tinggal di mana, kenapa selalu membuat ku hampir gila, dira. gumam rai.
Siang hari rai bergegas mandi, dan melajukan mobil nya menuju kantor papa nya. Tak lama rai sampai dan berjalan menuju ruangan papa nya.
Tok, tok, tok..
" Masuk " terdengar suara dari dalam.
" Pah " ucap nya begitu memperlihatkan wajah nya di balik pintu.
" Kamu, ada apa kamu ke sini? "
Rai berjalan perlahan dan mulai duduk di depan meja kerjanya papa nya" aku mau bicara " ucap nya.
Papa rai meletakkan berkas yang sedang di lihat nya dan menatap wajah rai yang tampak serius di hadapan nya.
__ADS_1
" Mau bicara apa? "
" Tenang tawaran papa waktu itu, aku sudah memikirkan nya kembali, aku mau berkerja di sini lagi " jelas rai
Tergurat senyum tipis di wajah papa nya" Kenapa tiba-tiba berubah fikiran? kamu sedang bertengkar dengan istri mu? " tanya nya dengan nada curiga.
" Tidak "
" Lalu? "
" Aku hanya merasa sudah tidak nyaman berkerja di sana "
" Oh begitu, Yasudah kamu urus dulu surat pengunduran diri mu di sana dan kamu kembali bantu papa di sini "
Rai tersenyum lega mendengar ucapan papa nya, tak lama rai ke luar dari kantor menuju mobil nya. Rai mengeluarkan handphone nya dan mencoba menghubungi nomer dira.
Astaga.. kenapa nomer nya tidak aktif.
Rai menghela nafas dan bergegas melajukan mobil nya menuju kembali ke rumah.
***
Besok aku sudah mulai berkerja kembali, aku yakin ini yang terbaik. walaupun hati ku masih sangat sakit mengingat rai memeluk gizza waktu itu, kalau tidak mencintai nya kenapa bisa memeluk nya? coba aku yang di peluk dengan pria lain, entah apa yang akan di lakukan nya.. dia benar benar egois . gumam dira yang mencoba menghapus air matanya yang sedikit terjatuh.
.
Ke esokan harinya rai kembali ke kantor untuk berkerja terakhir kali nya dan mengurus surat pengunduran diri nya di sana.
" Rai " panggil kemal yang sudah duduk di luar cafe dan menikmati Coffee nya pagi itu
Rai menghampiri kemal dan duduk bersama nya.
" Kirain enggak masuk lagi loe " ledek nya sambil melihat wajah rai yang tampak kusut dan murung pagi itu.
" Masuk, hari ini gue mau resign" ucap nya
Uhuk.. Uhuk.. kemal tersendak mendengar ucapan rai.
__ADS_1
" Resign? kenapa? "
" Gue mau kerja di kantor bokap gue lagi "
Kemal mengerutkan kening nya" Apa gara gara gizza? " tanya nya mencoba menerka nerka dan rai mengangguk pelan.
" Kenapa emang nya dia? "
" Dia buat hubungan gue sama dirs rengang lagi, kayak nya dia udah obsesi sama gue, sekarang dira pergi lagi dari rumah " curhat rai dengan wajah frustrasi nya.
Kemal terkekeh geli mendengarkan curhatan temannya tersebut" Kaya gitu banget rumah tangga loe, jadi takut nikah gue denger nya " ledek kemal sambil tertawa renyah.
" Susah emang ngobrol sama jomblo akut, belum ngerasain sih " keluh rai sambil memijat kening nya perlahan dan di respon tawa kemal yang semakin renyah.
Sore hari rai bergegas pulang setelah mengurus surat pengunduran diri nya.
" Rai " terdengar suara wanita di belakang nya saat hendak menuju parkiran. Rai menoleh dan melihat gizza yang setengah berlari mengejar nya.
Rai membuang pandangan nya, rasa nya sangat muak sekali melihat wajah gizza, kalau saja gizza cowok ingin sekali rasanya rai memberi pukulan di wajah nya.
" Rai, tunggu " gizza mencoba menahan lengan rai yang hendak memasuki mobil nya.
" Ada apa lagi? "
" Aku dengar kamu. ngajuin surat pengunduran diri, mau keluar dari sini? " tanya nya.
" Iya "
" Kenapa? "
" Karena aku tidak ingin melihat mu lagi " ketus rai.
Gizza tersenyum kecut mendengar ucapan rai" aku akan tetap mencintaimu, walaupun kamu menghindari ku rai "
Rai mengeratkan gigi nya rasanya sungguh gemas bercampur kesal dengan wanita di hadapan nya. Rai mendorong tubuh gizza ke body mobil di samping nya dan mencengkram erat lengan nya.
" Kesabaran ku ada batas nya, kemarin kamu kan yang sudah merencanakan semua nya? aku tegaskan ke kamu, aku sudah benar benar tidak mencintai mu, dan aku sudah muak, jadi berhentilah mengusik rumah tangga ku " geram rai
__ADS_1
" Kamu tuh bener bener cowok brengsek ya, sudah berapa kali kamu meniduri ku dulu? sekarang kamu senang senang sama istri kamu, aku enggak rela, enggak akan pernah rela lihat kamu bahagia sama dia!! " sentak gizza
" kamu lupa? kita tidur bareng itu ya karena dasar suka sama suka kan? kenapa sekarang kamu jadi merasa di rugikan? dan itu cuma masa lalu, jangan pernah ungkit itu lagi. Satu lagi, kalau kamu sampai mengusik rumah tangga ku lagi, aku akan benar-benar membuat perhitungan dengan mu " ancam rai yang melepaskan cengkraman nya dari lengan gizza dan masuk ke mobil nya, meninggalkan gizza yang masih diam mematung.