Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Mencemaskan mu


__ADS_3

Setelah menyalurkan hasrat nya siang itu Rai terbaring dengan nafas yang tak beraturan, keringat sedikit membasahi wajah nya karena permainan panas mereka, walaupun suhu di ruangan tersebut cukup dingin.


Dira kembali bergegas mengenakan pakaian nya.


Mimpi apa aku, siang siang kaya gituan di kantor pula lagi. gerutu Dira dalam hati.


" Yank, " Panggil Rai sambil melirik Dira yang masih duduk di ranjang dan memakai pakaian nya kembali.


" Hemmm, "


" Lagi ya, " pinta Rai sambil tersenyum


Dira mendilik kaget" Enggak mau, enggak akan selesai kalau gitu, bener-bener ikh kamu tuh, " gerutu Dira.


Rai terkekeh geli melihat ekspresi Dira" Habis enak sih, itu kamu juga kok gedean ya? " goda Rai sambil menunjuk dada Dira.


Dira ikut melirik dada nya yang sudah terbalut pakaian" Masa? " tanya nya dengan ekspresi bingung.


" Iya, "


" Mungkin karena hamil ya, " Dira memberi alasan.


" Oya? hamil bikin gembung gitu? " Tanya Rai heran.


" Kata Google sih gitu,"


Astaga, Google lagi aja," sahut Rai yang langsung beranjak dari ranjang nya dan bergegas memakai pakaian nya.


" Yaudah aku pulang dulu ya yank," Dira mengambil tas nya di ranjang.


Rai kembali memeluk tubuh belakang nya mencium gemas pipi nya" Jangan, nanti saja ya pulangnya bareng aku, temani aku di kantor ya," bujuk Rai.


" Kalau di tenani yang ada kamu enggak kerja kerja, "


" Kerja kok, aku kayak nya enggak istirahat deh udah lewat jam nya.. hehehe " ucap Rai yang melewatkan waktu makan siang nya untuk adegan panas mereka.


" Serius, udah lewat jam makan siang? " Dira melirik jam tangan Rai, dan benar saja jam makan siang sudah terlewat satu jam yang lalu.


" Yaudah, sambil kerja gimana kalau aku suapin makan? "


" Boleh, istri yang baik, " ucap Rai mencium kening Dira dan menuntun nya ke kursi kerja nya.

__ADS_1


Rai menyalahkan laptop di hadapan nya dan memeriksa kembali berkas berkas yang tergeletak di meja kerjanya.


" Makan dulu ya, " Dira membuka kotak makan yang di bawanya dan menyuapi Rai perlahan.


" Kamu enggak makan? " Rai melirik Dira yang hanya menyuapi nya.


" Sebelum ke sini aku makan dulu " Dira tersenyum.


Rai membalas senyum dan kembali menatap layar laptop nya.


" Mau lagi, tuan Rainan wijaya? " ucap Dira sambil kembali menyodorkan sendok yang berisi makanan pada Rai.


" Kiss dulu, " pinta Rai yang tetap fokus pada laptop nya.


" Enggak mau, ayo cepet makan lagi,"


" Yaudah, enggak mau makan, "


" iissshhh.. " Dira mendekatkan bibirnya ke wajah Rai.


Cup


" Modus banget, " gerutu Dira


Rai tersenyum puas, sampai sore hari Dira menemani nya di kantor dan pulang bersama nya.


***


Pagi itu selesai memasak Dira bergegas memakai pakaian kerja nya dan terus merias wajah nya di cermin. Rai perlahan membuka matanya melihat Dira yang sudah tampak rapih dan cantik pagi itu.


Rai mengerutkan kening nya " Mau kerja?"


Dira menoleh dan menghapiri Rai yang masih duduk di ranjang " Iya, sekalian urus surat risen, enggak enak kalau keluar gitu aja" sahut Dira.


Rai terdiam, ada kecemasan di hati jika Dira ke kantor dan otomatis akan bertemu dengan Dimas.


" Percaya kan sama aku? " Dira memegang lembut tangan Rai dan berusaha meyakinkan Rai yang tampak gusar.


Rai tersenyum" Aku percaya kamu, "


Rai bergegas mandi dan sarapan lalu mengantar Dira ke kantor nya. Tak lama Rai memberhentikan mobil nya di depan kantor Dira.

__ADS_1


" Tunggu aku akan menjemput mu, jangan dekati pria itu " Rai memberikan peringatan dengan wajah yang tampak dingin.


Dira tersenyum" Iya, "


Cup


Sekilas mencium pipi Rai dan bergegas turun dari mobil. Rai terus memperhatikan Dira sampai tubuh itu benar-benar tak terlihat di matanya, ada kecemasan yang besar di hati nya, mengingat Dimas sangat terobsesi pada istrinya.


Sore hari Dira bergegas berjalan dari loby kantor untuk segera pulang.


"Dira, " terdengar suara pria memanggil nya.


Dira menoleh dan melihat Dimas setengah berlari mengejar nya, Dira berusaha tidak memperdulikan nya dan tetap terus berjalan tapi Dimas menahan lengan nya.


" Kamu mau risen? " tanya nya sast berhasil menghentikan langkah kaki Dira.


" Iya, " jawab Dira datar dan melepaskan tangan Dimas yang memegang nya.


" Karena perintah suami mu? "


" Memang nya kenapa kalau itu perintah suami ku? dia susmi ku sudah seharusnya aku mematuhi nya, " jelas Dira.


Dimas tersenyum kecut" Suami egois seperti itu, aku yakin pasti juga dia akan membuat mu kembali kecewa, "


" Berhenti lah berkata buruk tentang nya, " Dira berbalik badan dan hendak meninggalkan Dimas tapi Dimas kembali menahan lengan nya.


" Apa lagi? " ucap Dira yang mulai tampak kesal dengan kelakuan pria di hadapan nya.


" Aku akan menghancurkan nya, " bisik dimas tepat di telinga Dira.


Dira menatap tajam pria di hadapan nya, dan sama sekali tidak mengerti dengan jalan fikiran nya" Jangan sekali sekali melukai atau membuat celaka dia lagi, atau aku akan melaporkan tindak kriminal mu, "


Dimas tersenyum" tidak akan ads hukum yang bisa menjerat ku "


" Dira " terdengar suara pria memanggil nya. Dira menoleh, tampak Rai yang baru memasuki loby kantor dan berjalan perlahan menghampiri nya.


Rai menatap tajam ke arah Dimas dan melepaskan paksa tangan Dimas yang mssih memegang lengan Dira.


" Berhenti lah mengganggu nya," ucap Rai yang tampak geram.


Dimas tersenyum kecut " kita lihat saja nanti," ucap nya yang langsung meninggalkan Rai dan Dira ke luar kantor. Rai mengepal tangan nya, mencoba meredam emosi nya yang selalu terpancing dengan pria yang bernama Dimas.

__ADS_1


__ADS_2