Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Persiapan


__ADS_3

Setelah acara makan malam tersebut kedua keluarga itu pun sibuk menyiapkan untuk acara pernikahan anak mereka. Papa Rai sudah memboking hotel untuk acara resepsi putra nya tersebut dan terlihat sangat antusias, berbanding terbalik dengan Rai yang seolah acuh dan tidak perduli.


"Rai, besok kamu fitting baju pengantin sekalian foto prawedding ya, " ucap papa Rai saat mereka sedang sarapan.


"Ribet banget sih pah,  enggak usah foto prawedding lah.. fitting nya juga nanti aja kalo sudah dekat hari H kan bisa, " tolak Rai.


"RAINAN!! kamu kira ini main main? ini pernikahan kita harus mempersiapkan nya sematang mungkin! " sentak papa Rai yang mulai terpancing emosi.


"Sabar pah.. sabar, " mama Rai mencoba mengelus bahu suaminya itu untuk menenangkan nya.


"Rai kapan kamu itu bisa berfikir dewasa? harusnya kamu bisa mempersiapkan pernikahan mu sendiri dengan uang mu sendiri,  tapi sudah lulus kuliah hidup mu itu semakin tidak jelas!! untung saja papa banyak uang coba saja kalau kamu terlahir dari keluarga tidak mampu bisa jadi gelandangan kamu!! ucap papa Rai dengan penuh emosi


"Kenapa sih pah cuma gitu aja sampai emosi banget.. iya.. iya besok rai pergi sama Dira.. puas? " jawab Rai seraya meninggalkan meja makan nya.


"Anak itu, selalu saja membuat tekanan darah ku naik, "


"Sudah pah, sudah.. ayo makan lagi, " mama Rai mencoba menenangkan suami nya.


***


Ke esokan harinya rai pun mendangi rumah Dira.


"Assalamualaikum, " ucap Rai sambil mengetuk pintu rumah Dira.


"Walaikumsalam.. Rainan?? " ucap mama Dira saat membuka pintu dan melihat wajah Rai.


"Pagi tante, maaf ya dateng pagi-pagi, " Rai pun tersenyum dan mencium tangan mama Dira.


"Engga apa apa Rai.. justru tante senang calon menantu tante datang.. pasti mau ketemu Dira kan?? "


"Iya tante.. Dira nya ada kan?? "


"Ada.. ayo silahkan masuk, tante panggil Dira dulu ya, " ucap mama Dira setelah mempersilahkan Rai masuk dan duduk.


Tak lama Dira pun menemui Rai bersama mama nya.


"Ada apa ke sini?? " tanya Dira ketus.


"Dira kok gitu banget sama Rai, " protes mama Dira.


"Aku mau ajak kamu fitting baju pengantin sekalian foto praweding, " ucap Rai sambil tersenyum.


"Aduh.. bagus sekali tante senang dengar nya... udah Dira kamu ganti pakaian siap siap sana, " perintah mama Dira

__ADS_1


Dira pun dengan berat hati kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian dan ikut dengan Rai.


Tak lama Dira pun kembali menemui Rai dan mulai masuk ke dalam mobil Rai.


Mereka hanya saling terdiam selama perjalanan dan sampai di alamat WO tersebut sesuai yang di instruksikan papa Rai.


"Seamat pagi.. ada yang bisa saya bantu?? " ucap seorang wanita saat Rai dan Dira sampai di tempat tersebut.


"Saya Rainan, saya mau fitting baju dan foto praweding, katanya jadwal nya hari ini? "


"Ohh.. Rainan putra nya pak wijaya ya?? " tanya wanita tersebut yang seperti nya sudah mengenal papa Rai.


"Iya, " jawab Rai sambil tersenyum.


"Aduh.. ganteng banget sih.. ini calon istrinya?? " ucap wanita tersebut sambil melirik Dira yang berdiri di samping nya .


"Iya saya Dira " ucap Dira sambil tersenyum.


Wanita itu pun hanya tersenyum seolah ingin mengatakan dira kurang cantik untuk bersanding dengan Rai.


"Ya sudah kita fitting baju yu habis itu langsung foto prawedding," ajak wanita itu.


Dira akhirnya di suruh beberapa pakain untuk acara akad dan resepsi dan juga untuk sesi foto prawedding mereka, sebenarnya dira sangat malas untuk melakukan hal ini begitu juga dengan rai yang tampak tidak antusias dan hanya menyuruh dira memilih sesuai selera nya saja.


"Sudah di pilih ya pakaian nya.. kalian mau foto prawedding indoor atau outdoor? kalau indoor kita bisa langsung lakukan sekarang kalau outdoor kita diskusikan dulu lokasi nya? " tanya wanita tersebut


"Oh.. yasudah.. kita langsung lakukan sekarang ya, " ucap wanita itu sambil mencoba tersenyum.


Dira segera masuk ruang make up untuk sesi pemotretan tersebut.


"mbak.. enggak usah pakai kacamata dulu ya.. pakai soflens dulu ya, bisa kan? " tanya seorang wanita yang hendak me make up Dira.


"Ehm, iya, " jawab Dira sedikit ragu karena selama ini dira tak pernah memakai soflens.


Setelah beberapa saat Dira pun selesai di make up dan mengenakan gaun pengantin untuk foto prawedding.


"Wah.. setelah di make up.. mbak cantik ya,  " puji wanita yang me make up Dira sambil tersenyum.


Dira pun berdiri dan memperhatikan diri nya di cermin yang sudah selesai di make up dan mengenakan gaun pengantin.. Dira hampir tak mengenali diri nya sendiri yang tampak berbeda.. karena dira memang tidak pernah memakai make up sama sekali.


"Pantas saja artis artis di tv cantik.. ternyata make up benar-benar ajaib, " gumam Dira.


Dira pun keluar dari ruangan tersebut ke ruangan untuk sesi pemotretan mereka tampak rai yang sudah menunggu sambil memainkan handphone nya, Dira memperhatikan Rai yang sudah mengenakan kemeja dan jas berwarna hitam yang membuat nya terlihat gagah dan tampan.

__ADS_1


"Kalian sudah siap?? " tanya seorang photograper di sana yang membuat Rai menoleh ke arah nya Rai pun mengerutkan kening nya.. memperhatikan Dira yang tidak memakai kacamata dan make up yang membuat nya terlihat cantik, serta gaun pengantin berwarna putih yang tampak anggun di kenakanya.


"Biasa saja," gumam Rai sambil tersenyum kecut.


Mereka akhirnya mulai melakukan sesi pemotretan dengan arahan sang photograper.


"Aduh mas.. mbak.. jangan kaku donk.. hasil nya jadi engga ada yang bagus nih.. kalau kaya gini enggak akan selesai, " keluh photograper tersebut yang mulai gemas melihat Rai dan Dira yang tampak kaku dan canggung tidak seperti calon pengantin pada umumnya.


Rai akhirnya mulai melingkar kan tangan nya dan memeluk Dira dari belakang sesuai arahan photograper tersebut


"Kamu cantik, lebih cantik tidak pakai kacamata, " bisik Rai di telinga Dira agar Dira tersenyum dan pemotretan tersebut cepat selesai.  Dira yang mendengar ucapan Rai akhirnya tersenyum simpul.


"Nah.. gitu donk.. bagus nih, " puji photograper tersebut yang melihat ekspresi mereka tampak bagus.


Setelah beberapa saat pemotretan mereka pun selesai, mereka  kembali menganti pakaian, kemudian  Rai dan Dira hendak keluar dari gedung tersebut, tiba-tiba saja handphone nya berbunyi.


"Rai loe di mana?? " terdengar suara Jemal dari balik telepon.


"Gue lagi di luar, kenapa emang? "


"Ke kafe biasa Rai.. Arya sama Nanda udah di sini nih, "


Rai terdiam karena sekarang dia sedang bersama Dira.


"Rai.. kuping loe di pasang engga? " tanya Kemal yang tidak mendapat jawaban dari Rai.


"Ok, gue ke situ, " ucap Rai yang langsung menutup telepon nya.


"Kamu mau pergi? " tanya Dira yang mendengar percakapan Rai.


"Iya,  " jawab Rai singkat.


"Yasudah kamu pergi saja, aku bisa naik angkutan umum atau bus,"


"Oh.. yaudah, " Rai melangkah kan kakinya meninggalkan Dira dan mulai memasuki mobil nya. Dira bergegas  melangkah kan kaki nya ke sebuah halte tak jauh dari tempat mereka.  Rai terus terdiam memperhatikan Dira yang menunggu bus di halte tersebut sampai ada bus yang sepi penumpang dan Dira pun menaiki bus tersebut.


Dira masuk ke bus tersebut hanya ada satu penumpang di dalamnya, Dira sedikit merasa takut tapi tetap menaiki nya karena hari memang sudah sore dan seperti nya akan turun hujan. Dira mengeluarkan handphone nya untuk mengusir kejenuhan nya di dalam bus tersebut


"Ayo turun," ucap seorang pria yang memegang lengan nya.


"Rainan?? " Dira tampak terkejut dengan kedatangan Rai.


"Ayo cepat turun, " Rai menarik paksa tangan Dira sebelum bus tersebut jalan.

__ADS_1


"Tadi kan kamu katanya mau pergi? "


"Iya.. aku akan mengantar mu pulang dulu, " ucap Rai yang menuntun dira keluar dari bus tersebut.


__ADS_2