Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Di selimuti kepanikikan


__ADS_3

Hari ini hari libur setelah sarapan Rai menghampiri Dira yang sedang bercermin di meja rias dan menyisir rambut panjang nya.


" Sayang, nanti siang kita pergi ya," ucap Rai seraya mencium gemas pipi Dira.


"Kemana? "


" Kemal naik jabatan, mau traktir makan katanya," jelas Rai.


"Oh, yaudah." sahut Dira sambil tersenyum.


Siang hari Rai dan Dira bersiap siap untuk segera berangkat ke mall menemui teman teman Rai di sana. Rai bergegas mengeluarkan sepeda motor nya.


" Sudah siap? " tanya nya saat Dira sudah menaiki motornya.


" Sudah,"


" Pegangan yang erat,"


" Iya." Sahut Dira yang memeluk erat pinggang Rai dan Rai mulai melajukan motor nya meninggalkan rumah.


Tak lama mereka sampai di mall dan berjalan menuju restoran tampak kemal, nanda dan arya yang sudah menunggu di sana.


" Lama loe," cletuk Nanda saat melihat Rai datang dan mulai duduk bersama mereka.


"udah pada pesan makanan emang nya? " tanya Rai yang langsung mengambil daftar menu di meja tersebut.


" Udah, loe aja yang belum, udah pesan apa ajs yang loe mau," sahut kemal sambil meminum ice Coffee di hadapan nya.


"Wah.. sering sering aja loe begini.. pesan yang paling mahal sayang, jangan malu malu," seru Rai yang langsung memberikan daftar menu tersebut pada Dira.


" Iya Dir buat ibu hamil spesial terserah loe deh, si Rai pesenin nasi goreng aja," cletuk kemal yang di respon tawa kecil dari Dira.

__ADS_1


" Sialan loe." umpat Rai.


Mereka pun mulai menyantap makanan di sana sambil mengobrol santai siang itu. Tak lama Dira merasakan perut nya sedikit sakit.


Aduh kok sakit ya, kaya sembelit deh? apa aku makan kebanyakan ya? gumam nya sambil memegangi perutnya.


"Sayang, aku ke toilet dulu ya," ucap Dira yang beranjak dari kursi nya.


" Iya," sahut Rai yang sedang menikmati makanan nya.


Baru beberapa langkah Dira meninggalkan meja langkah nya tiba-tiba terhenti, Dira sedikit membungkuk seraya terus memegangi perutnya yang terasa semakin sakit dan tak tertahankan.


" Rai, Dira kenapa? " ucap arya yang melihat Dira masih berdiam diri di tempat dan memegangi perutnya.


Rai menengok ke belakang tampak Dira yang seperti meringis kesakitan. Rai bergegas menghampiri Dira.


" Sayang kamu kenapa?" tanya nya panik.


"Dira kenapa Rai? " tanya Nanda, kemal dan Arya yang juga langsung menghampiri Dira.


" Enggak tau, katanya perutnya sakit, " sahut Rai dengan ekspresi bingung.


" Sakit Rai, sakit banget," Desis Dira yang semakin mencengkram erat tangan Rai yang di pegang nya dan membuat beberapa pengunjung di restoran tersebut tampak memperhatikan dan menghampiri mereka.


" Mas mungkin istrinya mau melahirkan," ucap salah seorang pengunjung wanita yang juga menghampiri Dira.


" Apa? melahirkan??!! " seru Rai dengan raut wajah yang semakin panik.


" Yaudah Rai, bawa ke mobil gue aja kita ke rumah sakit," ucap Kemal.


" iya mas, cepat bawa ke rumah sakit aja istrinya." sahut pengunjung yang lain.

__ADS_1


Mereka bertempat pun bergegas memapah Dira keluar dari mall tersebut dan masuk ke dalam mobil kemal mebuju rumah sakit. Di dalam mobil Dira terus mengerang kesakitan membuat mereka ber empat semakin panik tak karuan.


" Rai, sakit banget Rai, ini sakit banget, " ucap Dira yang terus memegangi perutnya dan meremas tangan Rai yang sedang di genggam nya.


" Tahan ya sayang, bentar lagi sampai, " sahut Rai yang semakin panik merasakan tangan Dira yang sudah mulai mendingin.


" Loe cepetan donk nyetirnya, kasihan nih Dira, " cletuk Nanda pada kemal yang sedang menyetir.


" iya cepetan mal, darurat nih, " sambung Arya.


" Sayang sakit, " Desis Dira.


Rai terus memegang tangan Dira sampai Rai melihat cairan bercampur darah yang mengalir perlahan membasahi kaki Dira.


" Sayang itu cairan apa? " tanya Rai yang semakin panik.


" Enggak tau, mungkin ketuban, aduh sakit banget," seru Dira sambil menangis.


"Ya ampun, cepet donk loe nyetir nya, aduh enggak kuat gue lihat darah, " keluh Nanda yang juga semakin panik.


" Udah sini gue aja yang nyetir, lama loe," timpal arya.


Kemal semakin panik dengan celoteh celoteh teman temannya yang duduk di bangku belakang.


" Udah berenti gue aja yang nyetir," ucap Arya.


"Udah enggak usah, berenti dulu, ganti posisi dulu, makin lama keburu lahiran yang ada bini gue, lanjut jalan aja yang cepet, " sahut Rai yang tampak panik dan cemas.


" Berisik banget sih loe semua, yang ada kita semua nih yang di rawat di ruang IGD kalau gue enggak fokus nyetir, mau loe. " cletuk kemal yang tampak kesal dengan teman teman nya yang seolah membuat nya semakin panik dan tidak fokus menyetir. Rintihan Dira semakin terdengar di dalam mobil membuat mereka semua semakin di selimuti hawa kepanikan sepanjang perjalanan.


Penasaran ya? mau di lanjut enggak? like, komen sama vote dulu ya.. 😀😀❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2