
Pagi itu rai sedang bersantai di teras rumah nya di hari libur sambil mendengarkan lagu kesukaan di handphone nya yang di letakakan di meja.
" Sayang " panggil dira sambil menghampiri rai yang sedang asik mendengarkan lagu
" Iya sayang "
" Yank, kita beli popcron lagi yuk " ajak dira yang keinginan nya belum terpenuhi karena tiba-tiba rai semalam mengajak nya pulang tanpa sebab yang jelas.
" Masih penasaran aja " ucap rai yang mengira keinginan dira sudah menghilang
" Masih lah, aku kan lagi hamil masih awal awal aku tuh ngidam, kamu mau apa anak kamu nanti ileran " dira merajuk dengan wajah cemberut
" Ngambek? gitu aja ngambek? yaudah ayo, emm.. kita sekalian nonton aja ya, mau? " bujuk rai
" Maaauuuu baangeeet " dira tersenyum sumringah mendengar ajakan rai
Mereka masuk ke rumah. Rai bergegas menganti pakaian nya begitu juga dira. Tak lama dira menuju meja riasnya untuk mengambil bedak di meja riasnya tapi rai bergegas mengambil bedak tersebut dari tangan dira.
"Lho, kok di ambil? kamu mau pakai bedak juga? " dira memasang wajah heran
" Enggak, kamu enggak usah pakai bedak " perintah rai
" Lho kok gitu? kenapa? " dira semakin tidak mengerti dengan fikiran rai
" Aku enggak suka, udah ayo pergi "
Dira memasang wajah cemberut dan tetap duduk di meja riasnya.
__ADS_1
" Aku enggak mau pergi " ucap dira
Rai menoleh dan memasang wajah heran" kok enggak mau? tadi kan kamu yang ngajakin? "
"Enggak mau, habis enggak bolehin aku pakai bedak, kan pucet tuh wajah aku"
ampun deh centil banget sih. batin rai
Rai menghampiri dira dan melihat meja rias dira yang penuh dengan peralatan make up. Rai mengambil botol kaca yang berisi cairan berwarna putih.
" Ini apa? " tanya rai sambil memperlihatkan botol tersebut
" Pelembab " ketus dira
Rai membuka botol tersebut dan mengoleskan tipis cairan Pelembab tersebut pada wajah dira, kemudian rai melihat beberapa lipstik di meja rias dira dan mengambil warna natural dan memakainya di bibir dira.
" Sudah, begini saja, tidak usah pakai bedak " rai tersenyum puas. Dira hanya terdiam dan merasa sedikit terkejut dengan perlakuan rai.
" Oh iya " ucap dira yang langsung bangkit dari duduk nya. Mereka pun bergegas pergi ke sebuah mall siang itu.
Tak lama mereka sampai dan langsung menuju bioskop untuk membeli popcron dan menonton film di sana.
" Sayang, kita ke toko buku dulu yuk " ajak dira begitu mereka selesai menonton dan rai pun hanya mengangguk sambil tersenyum.
Tak lama mereka sampai di toko buku, dira dengan semangat mulai menyusuri toko tersebut dan mencari buku buku yang dia sukai , sedangkan rai lebih memilih membaca komik sambil menunggu dira yang tampak asik sendiri.
" Dira " ucap seorang pria saat dira sedang asik mencari buku
__ADS_1
" Dimas? " dira menoleh dan cukup terkejut melihat teman kantor nya dulu ada di hadapan nya.
" Kamu beneran dira? aku fikir aku salah orang, kamu beda banget dir, cantik " puji dimas yang cukup terkejut melihat penampilan dira yang tampak berbeda.
Dira hanya terdiam sambil tersenyum pada dimas. Rai yang hendak menghampiri dira dan mendengar ucapan dimas. Untuk kesekian kalinya dimas membuat rai panas, rasanya ingin sekali memukul pria yang sedang di lihat nya. Rai tidak mengerti mengapa dimas selalu menggoda dira padahal jelas jelas dia sudah menikah dengan nya.
apa pria ini benar benar cinta mati pada dira? apa jangan jangan dira juga berubah untuk dia?. batin rai sambil berusaha menahan emosi nya yang sudah memuncak
" Dira " panggil rai yang sontak saja membuat dira kage karena melihat rai yang sudah ada di belakang dimas.
" Rai " dira bergumam kecil
" Ayo pulang " ucap rai yang menarik paksa tangan dira
" Masih saja kasar suami kamu dir " dimas tersenyum kecut
Mendengar ucapan dimas emosi rai sontak saja semakin memuncak tangan nya terasa panas sekaligus gatal ingin sekali dia memberi bogem mentah di wajah pria yang sedang di lihat nya, tapi rai berusaha menahan nya karena toko buku tersebut sedang ramai dan jika dia berkelahi di situ pasti akan menjadi bahan tontonan.
" Loe belum laku juga? kenapa masih goda istri gue? " ucap rai dengan mendandang tajam ke arah dimas.
Dimas kembali memberikan senyuman kecut nya mendengar ucapan rai.
" Gue nunggu dia, gue yakin cowok kaya loe pasti suatu saat juga nyakitin dira dan gue siap jadi pengganti loe " tantang dimas
" Dimas?? " dira bergumam kecil dan sangat terkejut mendengar ucapan dimas.
BUUUKKHH!!
__ADS_1
Rai sudah tidak bisa mengontrol emosi nya dan akhirnya memberikan pukulan di wajah dimas. Seketika kelakuan rai membat pengunjung di sana mememandang ke arah mereka ber tiga.
" Ayo pulang " ucap rai yang langsung menarik paksa tangan dira untuk keluar dari toko buku tersebut.