
Nanda dan keluarganya masih terdiam dengan wajah yang syok.
"Bagaimana nak Nanda?" suara ayah Sabrina mengagetkan mereka.
"Begini pak.." papa Nanda mencoba menjawab.
"Saya bersedia pak." Nanda memotong perkataannya papanya dan menyanggupi permintaan tersebut membuat orang tuanya tampak ketar ketir di buatnya.
"Alhamdulillah." senyum tergurat di wajah Sabrina dan ayahnya.
"Maaf nak Sabrina, maksudnya hafalan al Qur'an itu hafalan 30 jus atau bagaimana?" papa Nanda mencoba bertanya lebih detail.
kalau sampai 30 jus bisa sampai tahun depan mungkin mereka menikah.batin papa Nanda resah.
"Tidak pak, tidak sampai 30 jus, saya hanya ingin kak Nanda membaca surah Ar-Rahman saja." Sabrina menjelaskan.
Nanda dan orang tuanya pun tersenyum lega.
"Aku akan berusaha, tapi apa aku boleh meminta sesuatu pada ayah mu?" ucap Nanda.
"Mau minta apa nak Nanda?" tanya ayah Sabrina penasaran.
"Sebelum pernikahannya saya ingin melakukan acara pertunangan dengan Sabrina, apa boleh?"
"Bagaimana Sabrina, apa kamu mau melakukan acara pertunangan? " ayah Sabrina berantanya pada putrinya.
Gadis itu pun mengangguk" Iya aku mau." ucapnya.
Nanda dan keluarganya pun kembali tersenyum.
"Untuk pertunangan bagaimana kalau kita laksanakan 2 minggu lagi? dan untuk pernikahan kami serahkan pada Sabrina siapnya kapan?" papa Nanda memberikan usul dengan wajah yang antusias.
__ADS_1
"Terserah aby saja." Gadis itu lebih memilih menyerahkan keputusannya pada ayahnya.
"Bagaimana kalau 2 bulan lagi? apa nak Nanda sanggup?"
"Saya sanggup." ucap Nanda antusias dan penuh keyakinan walaupun jauh di hatinya sedikit merasa cemas atas mahar hafalan tersebut.
"Sabrina apa kamu hanya ingin mahar itu? aku ingin memberikan mu perhiasan atau uang misalnya? " sambung Nanda yang ingin memberikan lebih untuk sang bidadari surganya.
"Nanti biar aku bicarakan sama aby dulu." ucapnya seraya tersenyum simpul.
Mereka semua pun sepakat dengan rencana yang sudah mereka buat. Tak lama Nanda dan keluarganya pulang kembali ke rumahnya.
"Nanda, papa mau bicara." ucap papa Nanda saat mereka baru memasuki rumah.
Nanda dan papanya pun duduk di ruang keluarga.
"Apa kamu benar-benar sanggup dengan mahar yang di ajukan Sabrina?" tanya papa Nanda ragu melihat putranya begitu mudah mengatakan kata sanggup padahal membaca Al Qur'an pun Nanda tidak bisa.
"Insyaallah sanggup."
Nanda pun menggeleng.
"Astagfirullah, sudah papa katakan dari dulu belajar agama, sholat dan baca Al Qur'an bukan malah berkumpul dengan teman teman mu yang tidak berguna itu." ucap papa yang tampak emosi seraya memijat pelan keningnya.
Nanda hanya terdiam.
"Untung saja Sabrina tidak meminta hafalan 30 jus, yang ada bisa mati berdiri kamu." gerutu papa.
"Nanda, menghafal Al Qur'an itu bukan hanya sekedar membaca lalu menghafalnya begitu saja, apa lagi untuk di jadikan mahar, kamu harus membacanya dengan cara yang benar, tajwid yang benar bukan hanya sekedar membaca, ini membaca Al Qur'an saja kamu belum bisa." omel papa.
"Aku akan belajar." sahut Nanda tenang.
__ADS_1
"Ya memang harus belajar, mulai belajar dari sekarang papa akan memanggil ustadz pribadi papa untuk mengajari mu membaca Al Qur'an"
Nanda pun memgangguk setuju.
Selama beberapa hari Nanda mulai belajar membaca Al Qur'an dengan bantuan ustadz pribadi papanya. Sehabis pulang berkerja Nanda giat belajar. Malam itu Nanda merebahkan tubuhnya di ranjang setelah pelajaran membaca Al Qur'an nya selesai.
Aduh.. berasa tulisan arab semua nih di pala gue. keluh Nanda.
Nanda mengambil handphonenya dan memandang foto Sabrina di handphone nya.
Sebentar lagi gue sama Sabrina tunangan, gue traktir aja kali ya 3 orang aneh.
Nanda segera menekan nomor Rai di handphone nya.
"Halo, kenapa? " terdengar suara Rai di balik telepon.
" Minggu besok loe sama keluarga loe gue traktir di mall biasa terserah loe mau pada makan di restoran mana aja." jawab Nanda dengan sombongnya.
Rai mengerutkan keningnya "Tumben? tuyul loe udah setor banyak emang?" ledek Rai.
"Sejak kapan gue punya tuyul, minggu depan gue sama Sabrina mau tunangan."
Rai pun tersentak dengan ucapan Nanda" Kalo bohong yang jujur loe?" tanya Rai yang tidak percaya.
"Mana ada bohong yang jujur gue batalin ni traktir nya, enggak tau diri emang." ancam Nanda.
"Ngambek, yaudah deh loe mau bohong juga enggak apa-apa yang penting di traktir." sahut Rai sambil tertawa.
"Yaudah kasih tau Arya sama Kemal oia ajak juga tuh si Shanum."
"Ok..." jawab juga yang langsung menutup teleponnya.
__ADS_1
Kalau gue nikah tinggal dua mahkuk aneh tuh yang jomblo, kasihan juga." batin Nanda yang sudah tidak sabar menanti pernikahan nya dengan Sabrina.
Guys, jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote yak.. ❤️❤️❤️