Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 END


__ADS_3

5 bulan kemudian.


Siang itu Kemal dan Shanum bergegas untuk ke sebuah restoran yang berada di salah satu mall.


"Sudah siap sayang?" tanya Kemal pada sang istri yang sedang bercermin seraya menyisir rambut panjangnya.


"Sudah kak, kak kenapa ulang tahun Rayyan enggak di rayain?" tanya Shanum yang memang akan merayakan ulang tahun Rayyan di sebuah restoran tapi Rai memilih tidak merayakannya dan hanya makan bersama teman temannya saja.


"Enggak tau, kata Rai sih dia enggak mau ribet, emang aja males tuh orang." Kemal tertawa seraya menggelengkan kepalanya.


"Yaudah kak, yuk berangkat, sudah di bawa kan kadonya?" Shanum beranjak dari meja riasnya.


"Sudah sayang." sahut Kemal yang merangkul Shanum bergegas ke luar rumah menuju mobil untuk pergi ke restoran tersebut.


Tak lama mereka sampai di restoran tersebut tampak Rai berserta keluarga kecilnya dan Arya dengan istrinya yang sudah menunggu di sana.


"Lama loe." umpat Rai yang sudah menunggu Kemal cukup lama.


Biasanya loe juga lama." sahut santai Kemal yang langsung duduk bersama teman temannya.


Mereka pun mengobrol lalu seorang pelayan restoran membawa kue ulang tahun untuk Rayyan.


"Selamat ulang tahun sayang," ucap Dira yang meletakkan kue tersebut di hadapan Rayyan, tampak balita itu tertawa bahagia.


"Selamat ulang tahun Rayyan." ucap mereka bersamaan.


"Semoga jadi anak yang pintar dan berbakti sama orang tua ya sayang," ucap Chika sambil tersenyum.


"Semoga enggak nakal lagi ya." timpal Kemal.


"Ayo tiup lilinnya," sambung Shanum.


Rayyan pun tampak bertepuk tangan dan meniup lilin bersama Rayka dan orang tuanya.


"Rayyan, nih tante bawa kado untuk kamu," Shanum menunjukkan paper bag yang di pegangnya dengan antusias Rayyan pun menghampiri Sahum dan mengambil kado tersebut.


"Acih.." ucap Rayyan dengan logat anak kecilnya.


"sama-sama sayang," Shanm mencium pipi Rayyan.


Rayyan mengalihkan pandangannya pada perut Shanum yang sudah membesar.


"Ante endut," Rayyan menunjuk perut besar Shanum.


"Iya sayang, ada dede bayinya di dalam." jelas Shanum sambil tersenyum.


Rayyan tampak senang dan memegang perut Shanum lalu mengelusnya, tapi tangan mungilnya yang awalnya mengelus tiba tiba merasa gemas dan memukul kencang perut Shanum.


"Rayyan!!" seru Dira yang melihat kelakuan tidak baik anaknya itu.


"Aduh," rintih Shanum sambil memegangi perut besarnya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Kemal panik.


"Perut aku sakit." rintihnya.

__ADS_1


"Shanum? kamu enggak apa apa?" Dira yang merasa bersalah dan panik bergegas bangkit dari kusinya dan menghampiri Shanum.


"Rayyan, lihat tante Shanum jadi kesakitan," geram Rai yang juga tadi melihat Rayyan memukul perut besar Shanum.


"Shanum, maafin Rayyan," sesal Dira.


Shanum menggeleng" Enggak kak, apa mungkin aku mau melahirkan? ini sudah bulannya, rasanya sakit sekali." ucap Shanum sambil terus memegangi perutnya yang semakin menahan sakit.


"Apa? melahirkan?" ucap Kemal panik.


"Yaudah, mending sekarang kita bawa Shanum ke rumah sakit." ujar Arya.


Mereka pun segera keluar dari restoran tersebut dan bergegas membawa Shanum ke rumah sakit.


Sementara di mobil Rai.


"Rayyan!! kamu itu benar-benar keterlaluan kamu tidak boleh memukul perut ibu hamil, untung itu teman papa coba kalau orang lain, papa sama mama bisa di tuntut karena ulah mu.. kamu ini selalu saja membuat ulah.. bla.. bla..bla.." ucap Rai yang terus memarahi Rayyan panjang lebar sambil menyetir.


Dira yang melihat itu hanya terdiam karena yang di lakukan Rayyan memang sudah keterlaluan, melihat mata balita tersebut yang sudah berkaca kaca dengan bibir yang bergetar mendengar Rai yang terus mengoceh sepanjang jalan.


Di rumah sakit.


Petugas medis segera membawa Shanum ke ruang bersalin.


"Sakit kak." Rintih Shanum yang memegang erat tangan Kemal.


"Tahan sayang, kamu pasti bisa." ucap Kemal yang tidak tega melihat Shanum yang tampak begitu kesakitan.


"Ini sudah pembukaan akhir bu, tarik nafas yang panjang ya, dan ikuti instruksi saya." ucap dokter wanita yang menangani Shanum.


Shanum pun mengikuti arahan sang dokter, bulir keringat membasahi seluruh wajah dan lehernya. Sampai setelah beberapa kali mengejan terdengar suara kencang tangisan bayi, membuat mereka yang ada di ruangan tersebut tersenyum lega.


Kemudian dokter pun meletakkan bayi itu di dada Shanum untuk beberapa saat.


"Makasih ya sayang, dia sangat cantik seperti mu." ucap haru Kemal yang menicum kening Shanum dan bayinya.


Tak lama Kemal pun mengadzani bayinya dan bayi tersebut di bersihkan serta di perkisa kesehatannya. Selang beberapa saat tampak orang tua Kemal yang datang ke rumah sakit.


"Sayang, selamat ya, mana cucu oma?" tanya mama Kemal antusias.


"Lagi di bersihkan mah," sahut Shanum sambil tersenyum.


"Kamu sudah menelepon orang tua mu?" tanya papa Kemal.


"Sudah pah, tadi kak Kemal sudah telepon mungkin mereka besok sampai sini." sahut Shanum kembali.


"Selamat ya Shanum," ucap Dira dan Chika yang menghampiri Shanum.


"Makasih kak." Shanum tersenyum sumringah.


Tak lama datang perawat yang memberikan bayi Shanum selesai di bersihkan.


"Aduh cucu oma cantik banget." seru mama Kemal yang melihat bayi cantik tersebut.


Rai dan yang lainnya pun tampak antusias melihat bayi tersebut.

__ADS_1


"Cantik, cocok lah sama anak gue," ucap Rai penuh percaya diri.


"Apa luh bilang? sama anak loe? si Rayyan? bisa sakit kepala anak gue kalo gede punya suami kaya si Rayyan." tolak Kemal mentah mentah.


"Astaga.. anak gue ganteng gini di tolak." gerutu Rai.


"Tenang Sayang, kata om Arya anaknya juga perempuan, kamu sama anak om Arya aja ya." ucap  Rai sambil melirik ke arah Arya dan juga Chika sedang mengandung saat ini dan memberi semangat pada Rayyan yang hanya menatapnya dengan tatapan bingung.


"Apa? sama anak loe? enggak mau lah, enggak tega gue bayanginnya juga." tolak Arya.


"Sialan loe." umpat Rai.


"Kalian ini apa apaan, anak belum punya ktp gini sudah di jodoh jodohkan." ucap gemas mama Kemal seraya menggelengkan kepalanya.


Tok Tok Tok.


Sampai terdengar suara ketukan pintu di ruangan tersebut. Seketika mata mereka langsung terbelalak kaget melihat dua orang yang berada di balik pintu.


"Loe?" ucap Rai tidak percaya melihat Nanda dan Sabrina yang tampak tersenyum di balik pintu.


"Assalamualaikum, kenapa loe semua ngeliat gue kaya ngeliat hantu?" ucap geli Nanda yang melihat lucu ekspresi teman temannya.


"Walaikumsalam, loe kol bisa di sini? enggak bilang bilang lagi?" sahut bingung Kemal.


Nanda dan Sabrina pun masuk ke dalam " gue, baru balik tadi malam, tadi gue telepon rumah loe, kata pembantu loe Shanum mau melahirkan, jadi gue langsung ke sini." jelas Nanda.


Rai, Kemal dan Arya pun tampak senang dan memeluk teman yang sudah lama tidak di lihatnya itu.


"Sabrina, bagaimana keadaan kamu?" tanya Dira pada gadis itu.


Sabrina tersebut, melirik Nanda sesaat, Nanda mengangguk memberi isyarat pada istrinya itu.


"Alhamdulillah, keadaan aku sudah membaik, dan sekarang aku tengah mengandung kak." ucap gadis itu sambil tersenyum


"Alhamdulillah," ucap mereka serempak.


"Terus, sekarang loe tinggal di sini lagi?" tanya Rai pada Nanda.


Nanda mengangguk "Iya, gue tinggal dan akan cari perkerjaan di sini lagi." jawabannya.


"Syukurlah, kita bisa kumpul lagi." sahut lega Arya.


"Sayang, kamu berdoa ya anak om Nanda cewek, nanti bisa papa jodohin sama kamu." ucap kembali Rai pada balita polos tersebut.


"Apa? sama anak gue? mending loe persantenin dulu deh anak loe baru gue terima jadi menantu." ledek Nanda.


"Kasian banget Rai anak loe, ganteng juga di tolak terus." timpal Kemal dan juga tawa dari mereka semua.


Hari hari berikutnya mereka semakin fokus dengan kehidupan keluarga kecil mereka, tidak ada lagi kenakalan seperti di masa SMA, mempermainkan wanita dan lagi ke klub malam. semuanya perlahan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


____________________ END______________


Hayy pembaca setia MGC, sampai di sini dulu ya cerita Rai dan kawan kawan, maaf ya aku enggak bisa memperpanjang episodenya, karena kalau terlalu panjang aku rasa alurnya semakin enggak jelas dan nanti malah membosankan.. tapi tenang aja aku akan tulis beberapa episode extra part kok untuk menghibur kalian, jadi jangan di un favorit dulu yak 🤗🤗


Aku juga mau ucapkan terima kasih sama kalian yang sudah mendukung aku selama ini, walaupun kadang ada beberapa kritikan untuk ku yang masih amatir ini, tapi itu membuat aku lebih semangat lagi untuk buat cerita yang lebih bagus lagi.. sebenarnya di novel ini aku selalu menyisipkan pesan moral di setiap alur dan konfiknya.. semoga kalian bisa menangkap pesan pesan yang aku sisipkan di novel ini yak.. pokoknya terima kasih banget untuk kalian sampai novel ini mencapai view yang benar benar di luar perkiraan aku.. terima kasih yak.. love you all ❤️❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


Oia kalau ada waktu mampir di karya baru aku ya yang lagi on going.. yang jelas cerita dan karakter pemainnya jauh berbeda dengan novel ini.. karena aku ingin menulis cerita yang berbeda beda dari dari setiap novel yang aku tulis.. ok.. terima kasih semuanya ❤️❤️❤️



__ADS_2