
Pagi itu dira bergegas bangun dari tidur nya, selesai mandi dira mulai menyiapkan sarapan nya, dan bergegas kembali ke kamar menganti pakaian nya dengan pakaian kerja sambil terus melihat wajahnya di cermin dan memberikan sedikit make up di wajahnya tak lupa mengenakan kacamata tebal yang menghiasi wajah nya.
"Kamu sudah bangun? " Rai perlahan membuaka matanya dan melihat Dira tampak sudah rapih di depan cermin .
"Iya, cepat mandi aku sudah buat sarapan. " sahut Dira sambil terus menatap wajah nya di cermin.
"Mau ke mana kamu? mau kerja? tanya nya dengan nada dingin .
Dira menoleh ke arah Rai dan menghampiri nya yang masih duduk di ranjang.
"Iya waktu itu aku enggak masuk 2 hari sekarang aku mau masuk. "
"Kamu benar-benar tidak mendengar kan kata kata ku. " tampak wajah Rai yang mulai kesal dan mengalihkan pandangan nya dari Dira yang duduk di samping nya.
"Iya.. aku akan masuk hari ini dan menulis surat pengunduran diri. " sahut Dira sambil tersenyum .
Rai menoleh ke arah Dira sambil tersenyum" baguslah, istri yang penurut. " sambil mengusap lembut rambut Dira.
__ADS_1
"Suami yang nakal. " balas Dira yang juga mengusap rambut Rai.
Setelah selesai sarapan Rai bergegas mengantar Dira ke kantor nya.
"Pulang aku jemput lagi " Rai memberhentikan mobil nya lalu mencium kening Dira .
"Iya. " sahut Dira yang langsung bergegas turun dari mobil Rai.
***
Sore hari Dira bergegas pulang setelah selesai menulis surat pengunduran diri di kantornya.
"Dimas? " sambil menoleh melihat Dimas yang sedang menghampiri nya.
"Dir, benar kamu akan berhenti kerja di sini? " tanya Dimas yang baru tau Dira mengajukan surat pengunduran diri di kantor nya.
"Iya dim. "
__ADS_1
"Kenapa? apa suami mu yang melarang mu berkerja? " Dimas mencoba menebak nebak.
"Iya. "
"Sudah aku kira suami mu itu sangat egois, dia juga terlihat masih kekanak kanakan. " Dimas yang mengutarakan ketidaksukaan nya pada Rai.
"Tidak, dia tidak seperti itu." Dira mencoba membela suaminya.
"Dir, enggak usah bohong, jujur aku sudah lama suka sama kamu, tapi aku enggak menyangka kalau kamu buru buru memutuskan untuk menikah dengan pria lain sebelum aku memberi taukan perasaan ku, tapi belakangan aku tau kamu menikah karena di jodohkan, setelah aku melihat suami kamu aku yakin dia bukan pria yang baik untuk mu Dir." ujar Dimas yang tiba-tiba saja mengutarakan perasaan nya.
Dira cukup terkejut dengan mata yang membulat dira mencoba meyakinkan dirinya sendiri atas apa yang dia dengar, dimas dan dira memang dekat dira tidak pernah berfikir dimas menyimpan perasaan untuk nya, dan bagaimana bisa dimas mengatakan perasaan nya saat ini saat dira sudah menikah.
"Dir, aku menyesal terlambat mengatakan ini. "
"Dira, " terdengar suara pria memanggil nya, Dira segera menoleh ke arah suara tersebut tampak Rai yang sudah berdiri tak jauh dari mereka.
"Rai? " wajah Dira tiba-tiba memucat melihat kedatangan Rai.
__ADS_1
sejak kapan rai di situ? apa dia dengar semua ucapan dimas barusan? bagaimana kalau dia dengar, aku benar-benar tidak bisa membayangkan wajah marahnya rai? gumam dira dengan wajah yang semakin memucat
"Ayo pulang." Rai langsung menarik tangan Dira untuk keluar kantor dan meninggalkan Dimas yang diam mematung.