Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Jebakan part 2


__ADS_3

Tak lama Rai datang ke kantor polisi, sudah ada Nanda, Kemal dan mama Arya, tidak ada papanya karena papa Arya sudah meninggal sejak lama. Terlihat Arya yang duduk dengan wajah murungnya di samping pak polisi yang mengawasinya.


"Ar," ucap Rai yang langsung duduk di hadapan Arya.


"Loe? loe semua harusnya enggak usah datang, gue enggak apa-apa." ucapnya dengan nada sedikit kecewa.


"Loe, ngomong apa sih? loe belum cerita kejadiannya gimana?" tanya Nanda yang sedari tadi hanya melihat Arya diam seribu bahasa.


"Loe cerita donk, kalau loe masih anggap kita teman." desak Rai.


Arya menghela nafas, dan melihat ke tiga wajah temannya yang menatapnya serius.


"Awalnya gue di telepon Kevin buat dateng ke klub, enggak tau gimana ceritanya ada polisi dan obat itu udah ada di kantong jaket sama mobil gue." jelas Arya.


"Kevin yang suka nongkrong di klub?" tanya Rai.


Arya mengangguk.


"Wah, sialan tuh si Kevin." dengus Kemal kesal.


"Bukan kevin dalangnya, tapi Ricko mantan pacar Chika cewek yang gue sukai." bantah Arya.


"Lagian, loe suka sama pacar orang, jadi ribet kan urusannya." gerutu Nanda.


"Emang dulu loe enggak suka sama pacar orang? loe lupa gue muka gue ancur di hajar mantan pacar Sabrina?" Arya mengingatkan kembali kenangan pahitnya bersama Nanda.


"Iya, sama aja loe juga." sahut gemas Kemal.

__ADS_1


Nanda hanya nyengir kuda mendengarnya.


"Pak, anak saya itu anak baik baik, bukan pengedar narkoba." ucap mama Arya pada polisi yang sedang memeriksa kasusnya.


"Ibu, ini masih dalam tahap penyelidikan, kami menemukan barang terlarang itu pada anak ibu, kami juga tidak bisa memastikan karena tidak ada CCTV di tempat kejadian, anak ibu besok tetap harus menjadi sidang di pengadilan setelah tes urinenya keluar sesuai dengan pasal 11 ayat (1) UU narkotika tentang pengusaan atau penyimpanan narkotika, jadi kita tunggu saja hasilnya besok ya bu?" jelas polisi tersebut.


Mama Arya yang mendengar itu hanya mengangguk pasrah.


"Loe harus semangat, gue yakin loe enggak salah." ucap Nanda memberi semangat setelah mendengar ucapan polisi tersebut.


"Arya." terdengar suara wanita memanggilnya.


Mereka semua menoleh ke arah suara tersebut tampak wanita cantik yang menghampiri Arya dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Chika?" ucap Arya yang tampak terkejut dengan kedatangan Chika.


"Enggak apa-apa, hanya masalah kecil." Arya berusaha tersenyum.


"Arya, apa inj semua perbuatan Ricko?" tanya Chika yang sudah tau kabar tentang Arya tadi pagi dari mamanya dan Chika yakin ini perbuatan Ricko karena Chika pun sempat melihat barang tersebut di mobil Ricko tapi Ricko tak pernah mengaku.


Arya hanya terdiam.


"Kayaknya udah ada yang nemenin nih, gue ke kantor dulu deh." pamit Rai yang ingin memberi ruang untuk mereka berdua bicara.


Nanda, Kemal pun pamit untuk segera berkerja ke kantor masing masing.


"Tante, tante pulang aja, biar Chika yang temenin Arya." ucap gadis itu pada mam Arya yang sudah terlihat lelah.

__ADS_1


"Ya sudah sayang, mama pulang dulu ya nanti malam mama jenguk lagi." sahut sang mama seraya memegang lembut pipi Arya dengan mata yang berkaca kaca.


"Mama istirahat aja, di rumah, Arya yakin Arya enggak salah kok." Arya berusaha tersenyum dan sang mama memeluknya lalu pamit untuk pulang karena merasa lelah sudah di kantor polisi sejak dini hari menemani Arya melakukan pemeriksaan.


"Ar, kamu belum jawab, benar itu ada hubungannya dengan Ricko?" tanya Chika kembali dan Arya hanya mengangguk.


"Ya ampun, dia itu benar-benar keterlaluan, aku harus laporin dia juga." geram Chika.


"Jagan gegabah, kamu enggak punya cukup bukti untuk laporkan dia, sudahlah, aku yakin bisa bebas, besok hanya perlu menunggu sidang di pengadilan setelah tes urinenya keluar." jelas Arya.


Chika tersenyum.


"Aku bawa makanan untuk kamu, ini masakan aku." Chika mengeluarkan kotak makan dari tasnya dan memberikannya pada Arya.


"Makasih ya, aku makan di dalam aja, waktu jenguk juga sudah hampir habis, kamu pulang aja." ucap Arya.


"Ar, aku minta maaf ya, ini semua karena aku kamu harus mengalami ini." sesal Chika yang merasa sangat bersalah karena masalahnya dengan Ricko jadi Arya yang harus terlibat masalah juga.


"Kamu enggak salah kok." sahut Arya lembut yang melihat mata gadis itu sudah hampir meneteskan air mata.


"Kenapa kamu selalu baik sama aku Ar?" tanya Chika yang merasa Arya selalu bersikap baik dan tak pernah mengedepankan sejak dulu.


Arya tersenyum, ingin dia mengatakan karena dia mencintai Chika tapi sepertinya waktunya sangat lah tidak pas terlebih di kantor polisi seperti ini.


"Sudahlah, kamu pulang ya, aku baik-baik aja kok."Arya tersenyum dan meninggalkan Chika yang masih diam dengan wajah yang tampak sedih.


Tolong bantu vote ya guys.. 🤗🤗❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2