
Pagi pagi sekali dira sudah bangun dan mempacking barang barang yang di butuhkan untuk acara kantor rai di bali.
" Sayang, bangun " ucap dira sambil menepuk pelan tubuh rai.
Rai perlahan membuka matanya di lihat nya dira yang tampak sudah rapih" sudah bangun? " ucap rai dengan suara serak khas bangun tidur.
" Iya, kata nya pesawat nya pagi kan? sudah cepat bangun, aku sudah mempacking barang barang keperluan kita " sahut dira
Rai beranjak dari tempat tidur nya dan duduk di samping dira" istri yang baik.. aku mandi dulu ya " ucap rai sambil mengelus rambut dira dan bergegas mandi.
Selesai mandi dan sarapan rai dan dira bergegas menuju bandara. Tampak teman tenan kantor nya yang sudah menunggu di sana. Rai melihat suasana sekitar.
" Cari apa sih? tania ya? " tanya dira dengan nada curiga yang melihat rai tampak sedang mencari seseorang.
" Bukan, kemal, kemana lagi tuh anak.. udah mau berangkat juga " gerutu rai
" Rainan " terdengar suara tania sambil tersenyum dan menghampiri rai dan dira.
" Hay dir " tania mencoba menyapa dira walau mata nakal nya lebih memperhatikan rai. Dira hanya memberikan seulas senyum tipis merespon sapaan tania.
" Lihat kemal enggak tan? " tanya rai sambil bola mata nya terus mencari keberadaan temannya itu.
" Kayak nya belum datang deh " sahut tania
" Belum datang? bentar lagi kan berangkat? " sahut rai yang bergegas mengambil handphone nya dan mencoba menghubungi kemal.
" Enggak di angkat lagi " keluh rai yang mencoba menghubungi teman nya itu tapi tidak juga di angkat.
" itu kemal " ucap dira yang melihat kemal daro kejauhan sedang mendorong kopernya dengan tergesa gesa menuju ke arah mereka.
" Lama loe, gue kira loe enggak jadi ikut " umpat rai begitu kemal menghampiri mereka
__ADS_1
" Sory, bangun kesiangan gue " sahut kemal dengan nafas yang tak beraturan dan tampak lelah.
" Makan nya punya istri biar ada yang bangunin " ledek rai sambil tertawa renyah
" Istri, istri, calon aja belum ada " gerutu kemal
" Tuh tania ganggur " sahut rai sambil mengangkat sebelah alis nya dan melirik ke arah tania. membuat tania sedikit mengerutkan kening nya dengan wajah yang di tekuk.
kan mau nya sama kamu rai. batin tania
" Boleh sih, kalau tania nya mau " ucap kemal dengan nada nakal
" iiiisshh.. apaan sih " sahut tania jengkel yang langsung meninggalkan mereka. Rai hanya terkekeh geli melihat penolakan tania pada kemal.
" Puas? puas loe ya lihat gue di tolak " gerutu kemal
" Sabar, itu bukan di tolak, dia masih belum bisa nerima loe aja " ucap rai sambil menepuk pelan bahu kemal
" Sama aja itu sih " cletuk kemal
" Sayang, nanti acara nya jam berapa? " tanya dira saat mereka berjan di lobby hotel
" Jam 7 malam, ada acara makan malam juga, sekarang kita istirahat dulu ya " sahut rai yang langsung bergegas menuju kamar hotel mereka.
Setelah beristirahat, rai dan dira bergegas keluar dari kamar untuk menuju ke tempat acara kantor nya. Dira masih berdiri di depan cermin memandangi pantulan bayangan nya.
" Kok masih di situ aja? ayo keluar nanti kita telat " ajak rai
" heem.. pasti di sana banyak orang penting ya, cewek nya juga pasti cantik cantik kan, aku jadi enggak pede nih " ucap dira pelan
Rai tersenyum dan menghampiri dira yang tampak sedikit murung. Rai memeluk tubuh dira dari belakang.
__ADS_1
" Kamu cantik kok, aku bersyukur punya istri baik-baik seperti kamu, bukan wanita seperti wanita club malam yang dulu sering aku temui " bisik rai yang memebuat dira tersenyum simpul mendengar nya
Rai menuntun dira keluar dari kamar mereka menuju tempat acara. Tampak beberapa orang penting dari kantor rai, acara pun berjalan lancar dan di susul acara makan malam di sebuah restoran di hotel yang sama.
" Duduk di mana ya? " ucap rai yang tampak bingung seraya mencari tempat di restoran tersebut
" Rainan " terdengar suara wanita memanggil nya, yang sontak saja membuat rai dan dira menoleh ke arah suara tersebut.
Tampak seorang wanita cantik tersenyum ke arah mereka.
" Gizza? " gumam rai
" Kamu beneran rai, ya ampun aku kira aku salah orang " ucap gizza dengan senyum sumringah nya
" Kamu kenapa di sini? " tanya rai yang tampak bingung
" Aku ini karyawan baru di kantor ini, aku kerja cabang baru ini, di bali " jelas dira
" Oh, begitu " sahut rai
" kamu sendiri? kerja di sini?? bukannya di kantor papa kamu yang pernah aku datangin waktu itu kan? " ucap gizza yang sontak saja membuat dira sedikit terkejut mendengar nya
Apa? gizza pernah datang ke kantor rai? kenapa rai enggak pernah cerita? pasti mereka sering ketemu tanpa sepengetahuan aku. batin dira
" Enggak, sekarang aku kerja di sini " ucap rai sambil melirik ke arah dira yang tampak murung. Dira melepaskan tangan rai yang sedari tadi di genggam nya.
Rai melirik dira dengan ekspresi bingung.
" Yaudah, aku mau makan dulu ya " ucap rai pada gizza yang langsung berjalan menuju meja yang kosong di restoran tersebut.
Gizza tersenyum kecut memperhatikan rai yang perlahan meninggalkan nya.
__ADS_1
Sepertinya istri nya rai belum sepenuhnya percaya pada rai, baguslah. gumam gizza sambil tersenyum.
Aku up lagi nih.. kalian bantu vote lagi yak supaya aku makin semangat menulis nya.. ok ❤️❤️