
Malam itu Rayyan dan Reska menikmati makan malam mereka di sebuah restoran.
"Sayang, lusa kita hiking, yang lain juga sudah setuju."ucap Rayyan sambil mengunyah makanannya.
"Oya? asik.. aku jadi enggak sanar nih." Reska tersenyum ceria karena keinginannya untuk hiking kembali tercapai.
***
Keesokan harinya Reska tengah sibuk mempacking barang barang yang akan di bawanya untuk hiking.
"Sayang," panggil Shaum yang masuk ke kamar putrinya dan duduk di ranjang.
"Iya mah." Reska menoleh sebentar lalu kembali fokus mempacking.
"Sudah di packing semua?" tanyanya lembut.
"Sudah, bentar lagi selesai kok."
"Sayang, mama mau tanya sesuatu."
Reska mengerutkan keningnya dan melihat wajah sang ibu yang terlihat serius.
"Tanya apa mah?"
"Kamu memangnya benar pacaran sama Rayyan?" tanya Shanum penasaran.
Reska mengangguk pelan dengan wajah sedikit malu.
"Sayang, kamu benar-benar mencintai Rayyan?" tanya kembali Shanum yang menatap lekat wajah sang putri.
"Iya mah, Rayyan baik.. dia selalu bisa menjaga Reska." Reska tersenyum tipis.
Shanum menghela nafas dan mencoba tersenyum dengan jawaban sang putri.
Keesokan harinya Rayyan bersama teman-temannya menuju rumah Reska pagi itu. Tak lama mobil Rayyan berhenti tepat di depan rumah Reska tampak Reska dan orang tuanya yang sudah menunggu mereka di teras rumah. Rayyan dan teman temannya pun meminta ijin dan pamit untuk pergi bersama Reska.
"Van, loe aja yang bawa mobil." Rayyan melemparkan kunci mobilnya pada Devan.
"Loh kok gue yang bawa?" Devan memasang wajah malas karena ingin bersantai santai di mobil.
"Gue males nyetir, mau berduaan sama Reska, kalau loe ngantuk gantian aja sama Elang atau Rayka."
"Sini sayang." Rayyan memilih kursi paling belakang untuk duduk berdua dengan Reska.
"Enak ya loe berdua udah kaya majikan." gerutu Devan yang akhirnya pasrah dan menyetir.
Sepanjang perjalanan Rayyan tampak memanjakan Reska yang duduk di sebelahnya.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan cukup lama mereka sampai di tempat tujuan dan segera memulai pendakian mereka. Setapak demi setapak kaki mereka melangkah sampai kski Reska mulai terasa lelah setelah menempuh perjalanan cukup jauh.
"Sayang, aku capek." rengek manjanya pada Rayyan.
"Istirahat dulu deh." perintah Rayyan dan akhirnya mereka semua memutuskan untuk beristirahat sebentar.
"Minum sayang," memberikan sebotol air mineral pada Reska.
"Makasih." Reska memberikan senyuman menggoda.
"Kamu cantik." puji Rayyan sambil merapihkan rambut Reska yang sedikit berantakan.
Elang, Devan dan Rayka hanya bisa menelan ludah melihat pendandangan di hadapan mereka yang menurut mereka persis adegan film india.
"Aduh, loe enggak anggap kita apa?" gerutu Devan yang mulai mulai melihat adegan mesra temannya itu.
"Oia, gue lupa ada jones." cletuk Rayyan.
"Udah yuk jalan, gerah gue liat loe berdua." cibir Elang yang langsung beranjak dari duduknya.
"Gerah sama sirik beda tipis sih." Rayyan tertawa usil dan mereka semua pun melanjutkan perjalanan mereka.
"Astaga.. nih anak pegangan enggak lepas lepas udah kaya truk gandeng." gerutu Devan dalam hati yang melihat dua sejoli itu tidak pernah melepaskan gandengan mereka.
Setelah mendaki cukup lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan dan bergegas mendirikan tenda karena hari sudah mulai gelap. Sampai setelah selesai mereka makan bersama dan bersanda gurau malam itu. Tengah malam Reska keluar dari tenda dan melihat Rayyan yang tengah duduk sendirian dengan api unggun di dekatnya.
"Belum tidur?" Reska menghampiri Rayyan dengan selimut yang membalut tubuhnya karena udara malam itu sangat dingin.
"Kamu kenapa bangun?" sambung Rayyan.
"Enggak bisa tidur."
Mereka pun saling terdim untuk beberapa saat.
"Res, sebenarnya ada yang mau aku omongin sama kamu."
Reska mengerutkan keningnya dan melihat wajah Rayyan yang lebih serius dari sebelumnya.
"Mau ngomong apa?" tanyanya bingung.
"Emm.. sebenarnya enggak lama lagi aku berencana ingin melanjutkan kuliah S3 aku kembali di Singapura." jelas Rayyan.
Reska terdiam, seketika wajah cerianya berubah menjadi sedih mendengar ucapan Rayyan.
"Jadi kamu mau tinggalin aku lagi?" lirih Reska.
Rayyan tersenyum dan memegang tangan gadis itu.
"Aku enggak akan tinggalin kamu, aku juga enggak akan tenang pergi ke sana sebelum kamu benar-benar menjadi milik aku."
__ADS_1
"Maksudnya?" Reska tidak mengerti dengan ucapan Rayyan.
"Menikah dengan ku, sebelum aku pergi."
Reska tampak terkejut dengan ucapan Rayyan. "Menikah?"
Rayyan mengangguk."Iya, jadilah milik aku sebelum aku pergi,"
"Lalu bagaimana dengan kuliah ku?"
"Ikut dengan ku dan tinggal di sana sampai studi ku selesai, setelah itu kamu bisa kembali melanjutkan kuliah kamu, aku mohon turuti permintaan ku."
Reska terdiam dengan wajah gusar tidak pernah terpikirkan kalau dia akan menikah muda, tapi dia pun tidak bisa menolak keinginan Rayyan pria yang sangat di cintainya itu.
"Res, kamu enggak mau nikah sama aku?" tanya Rayyan yang melihat Reska hanya terdiam tanpa menjawab apa pun.
Reska tersenyum dan mengangguk."Iya, aku mau, tapi aku harus bicarakan ini dulu sama orang tua aku." ucapnya yakin.
Rayyan tersenyum mendengar ucapan Reska. "Makasih ya." ucapnya yang tidak dapat menyembunyikan perasaan senangnya dan semakin mengenggam lembut tangan Reska.
"Kamu kedinginan?" tanya Reska yang merasa tangan Rayyan cukup dingin saat memegangnya.
"Sedikit."
Reska melebarkan selimut tebal yang memabalutnya dan menyelimuti juga punggung Rayyan.
"Enggak dingin lagi kan?" tanyanya sambil tersenyum.
Rayyan terpaku melihat wajah cantik itu, mencoba memegang lembut pipi Reska dan mendekatkan bibirnya pada gadis itu. Reska memejamkan matanya dan merasakan bibir hangat Rayyan menyentuh bibirnya dan ********** lembut. Tangan Rayyan semakin meremas lembut tangan gadis itu dan memperdalam ciumannya dengan Reska.
"Astagfirullah, ngapain tuh anak?" ucap Devan yang hendak keluar tenda dan melihat Rayyan dan Reska sedang berciuman.
"Bener bener tuh anak di gunung gini pake buat adegan begitu lagi, di culik demit baru tau rasa." gerutu Devan yang memutuskan kembali masuk ke tenda.
Rayyan melepaskan ciumannya, tampak Reska yang sedikit menundukan wajahnya dengan ekspresi malu.
"Aku tidur dulu ya," ucap gugup Reska.
"Iya, aku sayang kamu." sahut lembut Rayyan.
"Aku juga sayang kamu." Reska beranjak dari duduknya dan bergegas masuk ke dalam tenda.
Di dalam tenda Reska terus memegangi bibir mungilnya yang sedikit terasa aneh untuknya.
"Jadi seperti ini rasanya ciuman?" gumamya sambil tersenyum yang baru merasakan ciuman peratamanya dengan Rayyan.
Reska memejamkan matanya dengan senyum yang terus mengembang di tidurnya malam itu.
Kangen kah setelah aku enggak up kemarin?? hehehe.
__ADS_1
Vote terus donk supaya aku semangat.. ok. ❤️❤️❤️