Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Mengutarakan keinginan


__ADS_3

Hari berikutnya mereka pun bergegas pulang ke rumah masing masing. Malam itu Reska sedang menikmati makan malam dengan keluarganya seperti biasa. Jantung Reska sedikit berdegup kencang yang berniat akan menyampaikan rencananya menikah dengan Rayyan pada orang tuanya.


"Pah, mah," ucap Reska dengan nada sedikit ragu ragu seraya melirik orang tuanya yang sedang fokus menyantap makanannya.


"Iya sayang," sahut Shanum lembut.


"Rayyan cerita dia berencana akan melanjutkan kuliah S3 nya di Singapura." Reska memulai percakapan.


"Oh baguslah, berarti dia sangat mengutamakan pendidikan." ucap Kemal santai sambil mengunyah makanannya.


Reska terdiam sejenak, lalu meletakan alat makan yang di pegangnya dan menarik nafas panjang mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengutarakan maksudnya.


"Emm.. Rayyan bilang dia ingin menikah dengan Reska," ucapnya pelan.


Uhuk.. Uhuk..


Sontak saja Kemal tersendak mendengar ucapan sang putri.


"Apa katamu?" tanya Kemal tak percaya.


"Rayyan bilang Rayyan ingin menikah dengan Reska sebelum dia pergi." Reska mengulangi ucapannya dengan nada bergetar.


"Sayang, kamu jangan bercanda?" sambung Shanum yang tak kalah terkejutnya mendengar ucapan sang putri.


"Reska enggak bercanda. Reska mencintai Rayyan dan ingin juga menikah dengannya."


"Lalu bagaimana dengan kuliah mu kalau kamu menikah?" Kemal berusaha terlihat tenang.


"Reska bisa melanjutkannya setelah Rayyan menyelesaikan kuliahnya atau kalau papa mengijinkan Reska bisa kuliah di sana juga dengan Rayyan."


Kemal menghela nafas dan menghentikan aktifitas makanya.


"Menikah itu bukan hal yang mudah, kalian juga masih sangat muda." ujar sang ayah.


"Tapi menikah juga bukan hal yang salah kan? dari pada kami melakukan hal yang tidak tidak, lagipula Reska yakin Rayyan bisa menjadi suami yang baik walaupun usianya masih muda tapi Rayyan dewasa dan sangat mencintai Reska." balas Reska yang menepis perkataan sang ayah.


Kemal terdiam sejenak dan menyandarkan tubuhnya di kursi makan. Dia mengerti kalau putrinya sedang di mabuk asmara tapi dia juga tidak memungkiri kalau Rayyan memang pria yang baik untuk putrinya itu.

__ADS_1


"Baiklah, suruh Rayyan untuk bicara langsung dengan papa." ucap Kemal kemudian.


Senyum mengembang di wajah Reska yang menyadari bahwa papanya memberikan restu.


"Mama tidak setuju kamu menikah," ucap Shanum kemudian.


Reska terpenjat kaget mendengar jawaban sang ibu yang tiba-tiba melarang keinginan baiknya.


"Kenapa mah? kenapa mama melarang Reska menikah?" Reska tidak mengerti dengan ucapan sang ibu yang biasanya selalu mendukungnya.


"Mama tidak mengijinkan nya, lebih baik kamu fokus kuliah saja." ucap tegas Shanum.


"Tapi mah, kenapa? apa yang salah kalau Reska menikah dengan Rayyan? bukankah mama selama ini setuju kalau Reska dengan dengan Rayyan?" tanya Reska bertubi tubi dengan seribu pertanyaan di hatinya tentang respon sang ibu padanya.


"Mama memang mengijinkan mu untuk dekat dengan Rayyan tapi tidak untuk menikah." Shanum berajak dari kursi makanya lalu pergi meninggalkan anak dan suaminya.


Tangan Reska bergetar bola matanya mulai berkaca kaca dia tidak mengerti sang ibu yang biasanya selalu mendukungnya dalam berbagai hal kali ini menentang keinginannya tanpa alasan yang jelas.


"Pah, kenapa mama bicara seperti itu?" menatap sang ayah dengan nada yang bergetar menahan tangis.


Kemal terdiam dia pun cukup terkejut dengan respon sang istri. Kemal beranjak dari duduknya dan menghampiri Reska.


Di kamar Kemal melihat Shanum yang sedang duduk di sudut ranjang dengan wajah risaunya.


"Sayang, kenapa tadi kamu bicara seperti itu?" mencoba menghampiri sang istri dan duduk di sampingnya.


"Aku tidak setuju kalau Reska menikah," ucapnya pada arah mata yang fokus melihat ke depan.


"Iya kenapa alasannya? apa ada yang salah dengan Rayyan? dengarkan aku, Rayyan itu anak yang baik dia tidak seperti Rainan." jelas Kemal.


"Aku tau, Rayyan anak yang baik aku juga tidak pernah lupa kalau dulu orang tuanya adalah majikan ku, dan sangat berjasa besar dalam hidup ku, tapi aku tetap tidak bisa mengijinkan Reska menikah dengan Rayyan." Lirih Shanum.


"Aku benar-benar tidak mengerti," Kemal berucap dengan nada kecewa yang tidak mengerti dengan alasan Shanum menolak Rayyan.


"Sudahlah, lebih baik Reska fokus kuliah saja."


Shanum beranjak dari duduknya dan hendak pergi tapi Kemal menahan lengan sang istri.

__ADS_1


"Kamu mau melihat putri kita bersedih?" ucapnya sambil menatap tajam Shanum.


"Tidak,"


"Kalau begitu mengertilah, mereka saling mencintai."


"Aku tidak bisa,"


"Apa alasannya?!!! katakan yang jelas pada ku!!" Kemal meninggikan suaranya yang mulai terpancing emosi.


"Karena alhamarhuma ibu." lirih Shanum.


Kemal mengerutkan keningnya. " Ibu?"


Shanum mengangguk."Iya karena ibu ku."


"Aku tidak mengerti."


"Dari awal kita mengenal aku belum bercerita seluruhnya tentang kehidupan ku di kampung."


"Maksud mu?"


"Kamu tau kan aku cuma gadis desa yang miskin, adik ku banyak dan kamu selalu kekurangan saat itu meskipun aku dan ibu sudah berkerja keras untuk mencari uang, tapi di sana ada saudagar kaya yang berhati baik keluarga mereka selalu membantu keluarga ku saat kesulitan."


"Lalu?"


"Sebelum ibu meninggal 3 tahun lalu, ibu berpesan untuk menikahkan Reska dengan putra dari keluarga tersebut, kata ibu salah seorang putra mereka ada yang menyukai Reska saat Reska berkunjung ke kampung , Ibu tidak bisa membalas semua kebaikan yang keluarga mereka berikan dulu, dengan cara menikahkan Reska ibu bisa membalas kebaikan mereka." jelas Shanum .


Kemal menggeleng kan kepalanya yang semakin tidak mengerti dengan pemikiran sang istri.


"Bagaimana bisa kamu menjodohkan putri kita dengan pria yang tidak di cintainya bahkan di kenalnya, belum tentu juga pria itu baik."


"Anak muda itu baik, aku sudah mencari tau informasi tentangnya, percayalah pada ku keluarga mereka sangat baik sejak dulu padaku,"


"Jadi kamu mau mengadaikan kebahagiaan purti mu untuk kepentingan mu?"


Shanum menggeleng."Mana ada ibu yang rela mengadaikan kebahagiaan putrinya, aku sangat menyayangi Reska tapi aku juga tidak bisa melanggar permintaan terakhir ibu...Mengerti lah.. aku akan coba bicara dengan Reska." Shanum berajak keluar dari kamar.

__ADS_1


Kemal duduk di ranjang, mengusap kasar wajahnya yang merasa sangat kecewa dengan keputusan sang istri.


Jangan lupa voteee nya yak ciiiiiintaaaaa.. ❤️❤️❤️


__ADS_2